Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Jul 2019 13:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Referensi Lengkap Wisata Murah Meriah di Jakarta

Revitalisasi Kali Besar yang terinspirasi dari sebuah lokasi rekreasi publik modern yang ada di Kota Seoul, Korea Selatan.
Revitalisasi Kali Besar yang terinspirasi dari sebuah lokasi rekreasi publik modern yang ada di Kota Seoul, Korea Selatan.
Patung Pembebasan Irian Barat yang berdiri di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Patung Pembebasan Irian Barat yang berdiri di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Tiket masuk ke Museum Nasional seharga Rp 5.000 untuk dewasa.
Tiket masuk ke Museum Nasional seharga Rp 5.000 untuk dewasa.
Petak Sembilan terkenal sebagai kawasan pecinan di Jakarta. Di sini terdapat berbagai makanan, ornamen, bangunan, hingga tempat ibadah masyarakat Tionghoa.
Petak Sembilan terkenal sebagai kawasan pecinan di Jakarta. Di sini terdapat berbagai makanan, ornamen, bangunan, hingga tempat ibadah masyarakat Tionghoa.
Museum Bank Mandiri yang akan membawa Traveler menuju masa lampau. Tergambar jelas bagaimana bank pada masa Belanda masih berada di Indonesia.
Museum Bank Mandiri yang akan membawa Traveler menuju masa lampau. Tergambar jelas bagaimana bank pada masa Belanda masih berada di Indonesia.
detikTravel Community - Masa-masa libur jadi salah satu kesempatan untuk keluarga berkumpul dan bertamasya. Jika traveler tinggal atau sedang berada di Jakarta, berikut ada beberapa referensi wisata murah yang bisa dikunjungi.1. Monas dan Museum NasionalSiapa yang tidak tahu tentang Monumen Nasional? Monas merupakan salah satu ikon Kota Jakarta yang sudah terkenal seantero negeri. Lokasi ini biasanya menjadi tempat wajib jika berkunjung ke Jakarta. Tidak heran pada hari biasa pun tempat ini ramai dikunjungi siswa yang tengah berdarmawisata atau wisatawan lokal hingga mancanegara. Biaya masuk yang merakyat juga menjadi salah satu alasan mengapa Monas menjadi salah satu tujuan utama warga Jakarta berekreasi. Untuk masuk ke kawasan Monas, traveler tidak di pungut biaya alias gratis. Namun jika masuk ke area bangunannya, maka akan dikenai biaya masuk sekitar Rp 2.000-15.000 per orang, tergantung dari usia dan tujuan.Monas berlokasi di pusat Kota Jakarta, sehingga tidak akan sulit untuk mencapai tempat ini. Untuk masalah transportasi, tidak perlu khawatir, tersedia banyak pilihan transportasi, termasuk transportasi publik untuk menuju Monas. Jika menggunakan Transjakarta, bisa berhenti di Halte Monas, atau jika menggunakan KRL (commuterline), maka dapat berhenti di Stasiun Gondangdia, dan dilanjutkan berjalan kaki atau jika dirasa terlalu jauh, dapat menggunakan transportasi lain (seperti bajaj atau mungkin transportasi online). Namun sayangnya, jika ingin menggunakan transportasi publik baru yakni MRT, hanya bisa berhenti hingga Stasiun Bundaran HI. Dari sini dapat meneruskan perjalanan menggunakan Transjakarta atau transportasi pilihan lainnya.Monas juga memberikan kesempatan bagi para traveler untuk belajar mengenai sejarah Indonesia dalam bentuk diorama dan berbagai informasi lain di dalamnya. Monumen ikonik ini sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Ada bagian museum untuk mempelajari sejarah, bagian cawan Monas, bahkan hingga bagian teratas yang memungkinkan traveler menikmati pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian.Di puncak Monas, terdapat lidah api yang terbuat dari perunggu dan dilapisi emas seberat 50 kilogram. Lidah api ini melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Puncak tugu berupa "Api nan Tak Kunjung Padam" bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa.Jika datang ke Monas saat akhir pekan terutama malam hari akan disuguhi pertunjukan air mancur menari. Atraksi ini tentunya bisa menjadi hiburan tersendiri bagi warga Jakarta. Apalagi untuk menyaksikan pertunjukan tidak dipungut biaya. Bahkan jika ada gelaran khusus, Monas terkadang menjadi objek video mapping juga loh.Setelah belajar sejarah perjuangan rakyat Indonesia di Monas traveler dapat meneruskan untuk menimba ilmu sejarah peradaban manusia di Museum Nasional yang berlokasi tidak jauh dari Monas. Tak perlu khawatir dengan biaya masuk. Sama seperti Monas, biaya tiket masuk ke Museum Nasional juga merakyat, cukup dengan Rp 2.000-5.000 saja. Di sini dapat melihat beragam peninggalan sejarah dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus belajar peradaban dari zaman purba hingga manusia mulai mengenal teknologi.Museum Nasional dibuka untuk umum dan jam operasionalnya dimulai dari pukul 08.00-16.00 WIB jika pada hari biasa, atau 08.00-17.00 WIB pada akhir pekan dan hari libur nasional. Jadi traveler dapat berkeliling sambil menambah wawasan tentang sejarah Nusantara.2. Lapangan BantengTujuan selanjutnya adalah sebuah monumen yang masih berlokasi di Jakarta Pusat. Ya, Monumen Pembebasan Papua Barat. Monumen ini terletak di Lapangan Banteng yang dahulunya bernama Waterlooplein. Monumen ini diresmikan pada tahun 1963 oleh Presiden Soekarno untuk mengenang jasa pejuang dan masyarakat dalam upaya pembebasan Irian Barat.Tidak hanya monumen setinggi 11 meter saja yang dapat traveler nikmati, di sini traveler juga dapat mengajak anak-anak untuk belajar mengenai sejarah Pembebasan Irian Barat, yang tertulis di salah satu sudut lokasi ini.Traveler juga dapat menikmati pemandangan taman kota yang bersih, menyaksikan pemandangan matahari terbenam, hingga menonton pertunjukan air mancur menari pada akhir pekan. Jangan lupa juga untuk mengabadikan momen jalan-jalan bersama orang-orang terkasih di lokasi ini yaa!Untuk masuk ke area Lapangan Banteng, tidak perlu biaya alias gratis. Cukup awasi anak-anak, jangan sampai terlepas dari jangkauan, karena pada akhir pekan, pengunjung yang datang akan meningkat. Hiburan gratis bagi warga Jakarta di akhir pekan membuat lokasi ini tidak pernah sepi, terutama masa liburan sekolah seperti sekarang ini.3. Istiqlal dan KatedralTidak jauh dari Lapangan Banteng ada Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang hanya terpisah oleh jalan raya (alias berseberangan). Di sini traveler dapat merasakan betapa toleransi dan saling menghormati sangat dijunjung di Indonesia.Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 200.000 jemaah, yang dirancang oleh seorang Kristen Protestan bernama Frederich Silaban. Dilansir dari laman resmi Masjid Istiqlal, pembangunan masjid ini dimulai 24 Agustus 1961 dan selesai pada 22 Februari 1978. Sesuai arti namanya yakni merdeka, Masjid Istiqlal dibangun sebagai perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia.Dikutip dari laman websitenya, Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga. Gedung gereja ini dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu. Maka tidak heran jika bangunan gereja ini tampak begitu indah dan megah. Bangunan ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans, kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.4. RagunanLelah belajar sejarah, saatnya menghibur diri dan anak-anak dengan melihat beragam satwa yang lucu dan menggemaskan dengan tingkahnya. Kebun Binatang Ragunan yang berlokasi di Jakarta Selatan bisa menjadi pilihan traveler. Namun siap-siap yaa, jika traveler berkunjung saat masa liburan seperti sekarang ini akan berdesakan dengan ribuan pengunjung lain.Harga tiket masuk yang hanya Rp 3.000-5.000 membuat lokasi ini menjadi tujuan warga saat libur tiba. Banyak sudut dari lokasi ini yang bisa dijadikan sebagai tempat piknik oleh keluarga yang tengah berlibur. Tidak sedikit keluarga yang membawa bekal, untuk dimakan bersama keluarga di bawah rindangnya pepohonan.Untuk mencapai lokasi ini tidak sulit, jika traveler berangkat dari Halte Transjakarta Monas, maka traveler dapat menaiki Transjakarta tujuan Ragunan yang akan mengantar hingga tujuan akhir (sekiar 20 Km) tanpa harus berpindah bus atau transit. Cukup dengan Rp 3.500 per orang untuk naik Transjakarta, traveler dapat mengantar anak-anak berlibur sambil melihat flora dan fauna yang ada di Ragunan.Ragunan sendiri sudah ada sejak 19 September 1864, yang pada awalnya berlokasi di Jakarta Pusat. Pada tahun 1966, Ragunan kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini, yakni di kawasan Pasar Minggu. Ragunan yang juga menjadi salah satu ikon Jakarta ini memiliki luas 147 hektar dengan lebih dari 2.000 spesimen dan lebih dari 5.000 pohon yang membuat lokasi ini sejuk dan nyaman.5. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)Lokasi wisata ini terkenal dengan miniatur Indonesia dan wahana kereta gantungnya. Untuk menuju lokasi ini traveler dapat menggunakan Transjakarta dan lanjut dengan transportasi umum lainnya. Sesampainya di lokasi, traveler harus membeli tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang. Tiket ini belum termasuk biaya wahana-wahana yang ada di dalam kawasan ini ya. Masing-masing wahana di TMII memiliki tarif beragam, mulai dari Rp 2.000-180.000 per orang, tergantung hari kedatangan dan wahana yang dituju.TMII sendiri menawarkan beragam ragam tempat yang patut dikunjungi, mulai dari anjungan, museum, flora fauna, wahana rekreasi, rumah ibadah lima agama, hingga perpustakaan. Namun ingat, kunjungi lokasi-lokasi sesuai dengan kebutuhan dan kantong traveler ya.6. Kawasan Kota TuaKawasan wisata yang terletak di Jakarta Barat ini mudah dijangkau, terutama dengan transportasi umum seperti Transjakarta atau commuterline. Bahkan traveler juga dapat menuju lokasi ini secara cuma-cuma alias gratis dengan menumpang Mpok Siti, si bus wisata tingkat yang akan mengantar traveler menuju beberapa lokasi tematik.Kota Tua menjadi salah satu kawasan wisata yang memiliki cukup banyak tujuan yang bisa traveler datangi mulai dari museum sejarah sampai museum kekinian, spot foto instagrammable, bahkan hingga kuliner, semuanya tersedia di kawasan ini. Jika traveler ingin mendatangi semua lokasi yang ada di kawasan ini disarankan untuk datang sejak pagi, sehingga dapat berkeliling dan mendatangi satu per satu tanpa terlewat. Jam operasional dari masing-masing museum biasanya hanya sampai pukul 16.00 WIB atau 17.00 WIB, sehingga persiapkan waktunya dengan baik yaaKawasan ini memiliki beragam museum yang patut dikunjungi, di antaranya Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Wayang, Museum Pos, Museum Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik hingga museum kekinian, Museum Magic Art 3D. Harga tiket masuk masing-masing museum cukup terjangkau, tidak lebih dari Rp 10.000 per orang, kecuali museum Magic Art 3D yang mematok harga tiket masuk sebesar Rp 20.000-60.000 per orang.Masing-masing museum akan membawa traveler pada pengalaman yang berbeda-beda. Misalnya seperti saat traveler berkunjung ke Museum Mandiri dan Museum Bank Indonesia, meski sama-sama museum yang memberikan pengetahuan tentang sejarah masuk dan berdirinya bank, namun keduanya memiliki keunikannya tersendiri.Jika traveler memasuki Museum Mandiri, maka Traveler akan disuguhi pengalaman layaknya tengah berada dalam sebuah bank di masa lampau. Ada beragam penggambaran bahkan peninggalan dari masa lalu. Tidak hanya satu lantai, bahkan museum ini memiliki lantai bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan brankas yang digunakan pada masa lalu. Dan ada lantai dua yang berisi ruang pertemuan, traveler benar-benar akan dibawa pada suasana masa-masa Belanda masih menjajah Indonesia.Tapi jangan berekspektasi akan menemui hal yang sama jika traveler berkunjung ke gedung sebelahnya, yakni Museum Bank Indonesia. Di sini traveler akan diajak berkeliling, namun dengan teknologi yang lebih mutakhir. Ada sejumlah titik yang sudah menggunakan teknologi sensor (interaktif) sehingga traveler dapat mengeksplorasi sejarah dengan cara yang berbeda dan lebih kekinian. Jangan kaget jika replika manusia yang ada di museum ini terlihat lebih nyata ya.Jadi, jangan sampai terlewat untuk mengunjungi semua museum yang ada di kawasan ini yaa. Selain menambah pengetahuan, beberapa museum juga menawarkan sport-spot foto yang instagrammable bagi para traveler milenial, terutama Museum Magic Art 3D.Satu lagi yang menjadi ikon baru kawasan Kota Tua adalah revitalisasi Kali Besar yang terinspirasi dari sungai yang ada di Seoul, Korea Selatan. Lokasi ini sangat cocok dijadikan sebagai latar berfoto. Revitalisasi modern dari Kali Besar ini dikelilingi oleh bangunan gedung-gedung tua yang masih dipertahankan arsitekturnya.Setelah lelah menjelajah dan traveler merasa lapar, tidak perlu risau. Ada banyak pilihan makanan yang dijajakan di kawasan ini mulai dari pedagang kaki lima yang menjual beragam jenis street food, hingga kafe-kafe yang berjajar di lokasi ini. Soal harga juga tidak membuat kantong atau budget traveler jebol loh.7. Pecinan GlodokHampir di setiap negara memiliki China Town atau kawasan Pecinan. Seperti halnya Jakarta yang juga memiliki Pecinan yang banyak tersebar di sejumlah titik. Salah satu yang paling terkenal adalah Pecinan Glodok. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Kota Tua, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik Transjakarta. Dan yang paling penting, tidak diperlukan biaya untuk memasuki kawasan ini. Hanya perlu mempersiapkan biaya secukupnya untuk berwisata kuliner atau membeli pernak-pernik di sini.Kawasan ini menawarkan wisata alternatif di Jakarta. Ada sejumlah wihara yang bisa traveler kunjungi di sini. Ketika memasuki kawasan ini, maka traveler akan dibawa pada suasana masa lampau dengan sejumlah bangunan lama khas Tiongkok yang masih dipertahankan. Traveler juga bisa berjalan menyusuri kawasan Petak Sembilan sembari mencoba kudapan yang mungkin sulit ditemui di lokasi lain. Kuliner memang menjadi salah satu yang paling terkenal dari kawasan ini. Ada beragam makanan yang ditawarkan, mulai dari kudapan, minuman, hingga makanan berat tersedia. Namun bagi traveler muslim, sebelum membeli atau mencoba makanan lebih baik bertanya dahulu mengenai halal tidaknya makanan yang akan traveler coba, karena banyak kedai yang menyediakan makanan non-halal.Bagaimana? Meski murah, tempat-tempat referensi di atas menawarkan pengalaman dan pengetahuan yang tidak ternilai. Tidak hanya dapat menambah wawasan, tapi traveler juga dapat menghabiskan waktu bersama orang terkasih yang mungkin sulit atau jarang dilakukan jika tidak pada masa liburan. Dan apabila traveler punya referensi lain sebagai tempat rekreasi murah bersama keluarga dapat menambahkannya di kolom komentar. Selamat berkeliling!Semua perjalanan terutama untuk pergi berlibur, kemanapun tujuannya, adalah perjalanan yang tidak biasa. Mengapa? Karena setiap perjalanan mengajarkan sesuatu yang baru. Apapun itu bentuknya. Dalam sebuah perjalanan, traveler pasti akan menemukan sesuatu yang menarik yang bisa diambil pelajarannya sekecil apapun itu. Dan untuk perjalanan luar biasa selanjutnya yang diimpikan adalah berkunjung ke Dubai. Jauh ya? Iya memang, tapi itu salah satu impian. Salah satu kota yang begitu dikagumi. Kota dengan berjuta inovasi. Bangunan megah, lokasi wisata mewah, pemandangan indah semua ada di salah satu kota di UEA ini. Beragam informasi kota super inovatif ini tersedia dari berbagai sumber, bagaimana bisa tidak memimpikan untuk pergi ke sana?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA