Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Apr 2021 11:47 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Penglipuran, Desa Cantik yang Instagramable di Bali

Desa Wisata Penglipuran
Desa Wisata Penglipuran
Tiket Masuk
Tiket Masuk
Berwisata dengan tetap menjaga ProKes yaaaa
Berwisata dengan tetap menjaga ProKes yaaaa
Diabgian ujung kanan terdapat Pura
Diabgian ujung kanan terdapat Pura
Hiasan Penjor di depan rumah
Hiasan Penjor di depan rumah
Ujung sisi kanan, terdapat tempat yang dinamakan Karang Memadu
Ujung sisi kanan, terdapat tempat yang dinamakan Karang Memadu
detikTravel Community -

Desa Penglipuran, satu desa yang terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Desa ini terkenal karena penduduknya mempertahankan konsep tradisi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan antara Manusia-Pencipta, Manusia Lingkungan (alam), dan Manusia-Manusia.

Hal ini terlihat dari penataan bangunan rumah dan terjaganya kelestarian lingkungan dengan dipertahankannya keberadaan hutan bambu di bagian belakang desa. Hutan bambu seluas 45 hektar ini tidak boleh diperjualbelikan, tidak boleh dialihfungsikan.

Boleh dijadikan tempat wisata, tapi tidak boleh dirusak. Untuk memasuki Desa Penglipuran, pengunjung harus membeli tiket masuk seharga Rp 25.000 per orang. Begitu memasuki area Desa Penglipuran, pengunjung akan langsung melihat tatanan rumah-rumah tradisional Bali yang tertata rapih dan hampir seragam.


Lingkungan dan udara yang bersih serta arsitektur khas Bali yang indah membuat Desa ini menarik perhatian dunia dan memenangkan salah satu penghargaan kategori Desa Terbersih. Waktu yang paling pas untuk berkunjung ke sini adalah sesudah hari raya Galungan, karena di sepanjang jalan desa,di depan tiap rumah, terpasang Penjor.

Penjor adalah umbul-umbul khas Bali yang terbuat dari janur (daun kelapa yang masih muda). Jalanan batu yang membelah desa menjadi dua bagian, serta hiasan penjor di kiri kanan jalan, tentu saja menjadi spot foto yang instagramable. Desa Penglipuran sangat baik untuk dijadikan wisata keluarga.

-----

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca detikTravel, Martha Simandjuntak. Anda juga bisa mengirimkan cerita perjalanan anda melalui link ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA