Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Jun 2021 11:59 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Tips Solo Touring Seru Jawa-Bali

Shenandona
d'Traveler
Spot foto di Bali yang hits oleh pemotor
Spot foto di Bali yang hits oleh pemotor
Bromo view
Bromo view
Kota semarang , lawang sewu
Kota semarang , lawang sewu
Camp area Sikunir Dieng
Camp area Sikunir Dieng
Tngp Cibodas
Tngp Cibodas
detikTravel Community -

Naik motor dari Pulau Jawa ke Pulau Bali ternyata sangat menyenangkan. Tapi sebelum berangkat ikuti tips dari pengalaman traveler berikut ini.

Melakukan perjalanan mengunakan motor matic Nmax 155 (non ads) 155cc, sebenarnya disiapkan dalam waktu yang singkat. Hanya melakukan koordinasi juga melalui chat Whatsapp dan bertemu sekali untuk memastikan keberangkatan dan jalur.

Ini termasuk perjalanan gila dan nekat karena bagi kebanyakan orang yang pernah naik motor dari Jakarta ke Bandung saja itu sudah menjadi perjalanan yang melelahkan apa lagi Tangerang ke Bali, tidak bisa dibayangkan bagi mereka yang memang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh.

Bagi saya, ini adalah perjalan terjauh saya ke Bali. Awalnya tujuan kami adalah Bromo namun sobat ekstrem saya bertanya kepada saya dari Bromo ke Bali jauh atau tidak, saya bilang tidak dan akhirnya kami pergi melanjutkan perjalanan ke Bali.

Pada kesempatan ini saya pergi ke Bali berdua dengan sobat ekstrem saya menggunakan satu motor, saya memulai perjalanan Minggu malam selepas ashar saya pergi dari Tangsel menuju Jakarta menjemput sobat ekstrem saya sekalian packing ulang tas. Kami memutuskan membawa 2 daypack saja.

Setelah magrib kami pergi menuju grand wisata menuju Javanasta Coffee. Coffee shop milik teman saya dan pukul 23.00 wib kami melanjutkan perjalanan mengambil arah jalur pantura (jalur utara bagian Jawa).

Sebetulnya saya tidak mengetahui jalur Jawa maka dari itu karena menggunakan kendaraan pribadi jadi saya mensiasati dengan google map. Sebenarnya persiapan perjalan jauh cukup simple.

1. Izin orang tua atau orang rumah.
2. Motor dalam keadaan siap tempur.
3. Bawa kelengkapan surat kendaraan dan identitas diri.
4. Bawalah kunci-kunci motor secukupnya seperti pembuka busi, obeng minus plus, dll.
5. Pakaian selama di kota tujuan dan saya mengunakan daypack yang cukup besar.
6. Dan yang terakhir jangan lupa persiapkan uang untuk kebutuhan selama di perjalanalan.

Dalam perjalanan saya sempat singgah di beberapa kota untuk istirahat, sholat, makan dan berfoto. Perjalanan yang melelahkan namun menyenangkan karena banyak yang bisa saya lihat disepanjang perjalanan, mulai dari daerah yang selama ini belum pernah saya kunjungi sampai bisa mencicipi uniknya kuliner disetiap daerah.

Hal yang paling membosankan dalam perjalan adalah trak lurus dari Bekasi sampai ujung Jawa Timur karena dalam perjalanan jauh dan trak lurus saja membuat hal paling rawan adalah ngantuk. Saya ada sedikit tips untuk berkendara jarak jauh yaitu minum UC 1000 atau air putih yang banyak. Ini bukan promosi tapi berdasarkan pengelaman cukup ampuh menghilangkan ngantuk ketimbang minum kopi.

Hal yang paling menyenangkan dalam perjalan adalah saya bisa singgah di kota yang saya lewati walau hanya untuk berfoto. Kota persinggahan saya pertama adalah di Purwakarta. Kami istirahat untuk mencicipi kuliner sate maranggi di daerah Plered.

Setelah itu kami melakukan sholat dan melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Memang tidak terlalu banyak dokumentasi foto dikarenakan hp yang saya gunakan fokusnya untuk penunjuk jalan.

Dalam perjalanan ini saya cukup lama istirahat pada saat tiba di semarang, saat perjalanan dari Jakarta sampai Semarang. Tidak istirahat yang maksimal karena saya berhenti dalam perjalanan hanya untuk sholat, rebahan, makan dan kembali melanjutkkan perjalanan, jadi maksimal benar istirahatnya saat tiba di Semarang Senin pagi, cukup cepat perjalanan Jakarta-Semarang.

Kami bermalam di Semarang untuk istirahat total dan Ramdan sampaikan perjalanan ini terbilang santai karena tidak ada patokan hari dan ini piur untuk liburan kami disela kesibukan kami per 3 jam sekali kami isi bensin.

Di Semarang kami sempatkan untuk mampir ke destinasi hits Semarang dan kulinernya setelah itu kami melanjutkan menuju tujuan awal kami yaitu ke Bromo. Alhamdulilah akhirnya sampailah kami di Bromo namun disana lagi bebas kendaraan.

Biaya untuk menyeberang jadi kami tidak bisa masuk dengan kendaraan , maka kami menggunakan kuda perkuda saat itu Rp 125,000 PP setelah spekulasi minta lanjut ke Bali.

Akhirnya teman ekstrem saya, Ramdan mengiyakan untuk lanjut ke Bali dengan melalui Banyuwangi menuju penyeberangan kapal ferry dari ketapang menuju Gilimanuk Rp 25.000 (pakai emoney) dan tunjukkan KTP elektrik kalian, harga bisa saja berubah sewaktu sesuai ketentuan penggelola pelabuhan tapi kalaupun ada perubahan tidak akan terlalu signifikan.

Jarak tempuh perjalanan kapal hanya 30 menit dan akhirnya tiba di Pulai Dewata Bali. Rasanya sungguh menyenangkan apa lagi perjalanan mengunakan motor dan hanya berdua tanpa mengunakan jasa club motor, pengawalan polisi, dll.

Hanya bermodalkan nekat dan keyakinan pasti sampai di tujuan. setelah turun dari kapal saya fikir akan segera tiba di bali denpasar tapi ternyata masih jauh, saya menghabiskan waktu perjalanan hampir 3 jam untuk sampai di denpasar karena selama ini saya ke bali menggunakan pesawat terbang.

Dan satu hal yang paling penting untuk memasuki Bali melalui pelabuhan harus menyiapkan ktp aktif karena kalau tidak aktif tidak akan diperkenankan untuk masuk Bali. Sesampai di Bali hal utama yang kami cari adalah tempat ibadah, karena masjid lumayan susah dicari di Bali, setelah itu sobat ekstrem saya mencoba menghubungi teman-temannya di Bali dari 4 orang, ada 1 orang yang menawarkan untuk tinggal di kostnya alhamdulillah Sania namanya biasa di panggil mamih, ibu satu anak yang amat sangat baik dan punya salah satu usaha travel namanya indotrekkers.

Selama di bali kami dilayani layak tinggal di hotel, diajak ke destinasi yang bagus di Bali ini sungguh hal sangat membantu dan menyenangkan buat kami. Walau Bali tujuan dadakan buat kami namun lumayan lama kami di bali 4 hari 3 malam pastinya kami juga coba kuliner disana.

Ini kali pertama perjalanan jauh saya bersama Nmax 155 (non ads) 155cc lumayan bersahabat di perjalanan dan buat badan saya serta buat boncengers, tutur Ramdan. Perjalan ini saya menghabiskan biaya sebagai berikut:

1. Bensin Rp 850.000 per isi bensin Rp 50.000.
2. Makan Rp 100,000 X 15= Rp 1.500.000
3. Minum, jajan, dll. sekitar Rp 300.000
4. Penginapan Rp 100.000 x 7 = Rp 700.000

Jadi keseluruhannya sekitar Rp 3.400.000 setara dengan harga tiket pesawat paling murah dari Jakarta ke Bali.

Ini perjalanan yang cukup hemat, menantang dan menyenangkan pergi ke Bali menggunakan motor. Jadi, saran buat teman teman yang ingin melakukan perjalanan jauh menggunakan motor, yang penting yakin sampai aja, jangan takut dengan segala kemungkinan apapun karena yakin Allah bersama kita.

Setelah dari Bali kami pulang lewat jalur yang berbeda untuk menikmati indahnya Indonesia , kami pun mengunjungi beberapa kota yang kami lewati Yogyakarta kami sempat bermalam dan menikmati destinasi dan keindahan Jogja dan mampir ke rumah kakak sobat saya.

Di Dieng kami berkemah di area camp Sikunir cuaca lumayan bersahabat. Lalu di Purwokerto kami istirahat total.

Di Bandung kami hanya lewat dan mencicipi kuliner khas Bandung serta Cibodas untuk istirahat sebelum menuju ke Jakarta dan ke rumah masing-masing.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA