Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Sep 2021 15:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kuliner Legendaris dari Sumedang, Konon Usianya Sudah 1 Abad!

gema bayu
d'Traveler
Foto: detik
Foto: detik
Foto: detik
Foto: detik
Pemilihan kedelai jenis lurik dipakai karena memiliki sari pati yang bagus
Pemilihan kedelai jenis lurik dipakai karena memiliki sari pati yang bagus
Dapur pembuatan tahu bungkeng berada di sisi depan jadi pengunjung dapat melihat proses pembuatannya
Dapur pembuatan tahu bungkeng berada di sisi depan jadi pengunjung dapat melihat proses pembuatannya
Wadah yang dipakai untuk tahu Sumedang adalah bongsang atau anyaman bambu
Wadah yang dipakai untuk tahu Sumedang adalah bongsang atau anyaman bambu
detikTravel Community -

Siapa yang tak mengenal tahu Sumedang? Makanan populer ini ternyata telah berusia seabad lebih lho! Kamu mau tau awal mulanya? Simak artikel ini ya!

Sebenarnya tahu merupakan makanan khas Tionghoa yang biasa disebut doufu atau dibaca toufu. Tahu ini dahulu dibawa dan diproduksi oleh orang Tionghoa, salah satunya di wilayah Sumedang, Jawa Barat.

Yang memperkenalkan tahu sampai menjadi makanan yang populer di Sumedang ini adalah Ong Kino. Ong Kino datang dan menetap di Tegalkalong atau sekarang di Jl. Sebelas April pada tahun 1900-an.

Pada mulanya Ong Kino membuat olahan tahu hanya untuk makanan sehari-hari keluarga atau suguhan untuk para tamu, kerabat dan tetangga.

Sampai pada akhirnya, orang-orang mempunyai kesan sendiri bahwa tahu olahan Ong Kino memiliki cita rasa yang enak. Saat itulah Ong Kino mulai mencoba untuk menjual dan memproduksi tahu olahannya di rumahnya sendiri.

Namun tidak lama sampai pada tahun 1917, Ong Kino pulang lagi ke China. Usaha tahu ini tetap berjalan dan yang meneruskan adalah anaknya yang datang dari China yang bernama Ong Boen Keng pada tahun 1917.

Ong Boen Keng mempelajari proses pembuatan tahu ini mulai dari bahan baku sampai tahap penggorengan. Jelas tahu ini memiliki rasa yang berbeda dibandingkan tahu putih dan tahu kuning. Tahu buatan Ong Boen Keng ini punya cita rasa yang gurih dan lezat.

Sampai pada suatu ketika, seorang Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeriaatmadja (1883-1919) mencicipi tahu ini lalu berkata "Tahu ini enak dan pasti laku keras".

Terbukti hingga sekarang tahu Boen Keng yang sekarang dikenal sebagai tahu Sumedang menjadi makanan yang populer yang tidak hanya di Sumedang melainkan di seluruh Indonesia.

Kepopuleran tahu Sumedang ini menyamai makanan populer daerah lainnya. Sampai detik sekarang usaha ini tetap dijalankan secara turun menurun. Saat Ong Boen Keng meninggal tahun 1994, Usaha dilanjutkan oleh anaknya yaitu Bah Ukim dan sekarang dikelola oleh Ong Che Ciang atau Suriadi anaknya Bah Ukim.

Rahasia di balik kesuksesan sampai bertahan 104 tahun ini adalah dengan menjaga kualitas rasa tahu. Mulai dari pemilihan kedelai khusus yaitu kedelai jenis lurik dan menggunakan air tanah yang bersih.

Kini Tahu Bungkeng sudah memiliki 6 toko cabang, 5 di Sumedang dan 1 di Kota Bandung. Untuk harga Tahu Bungkeng sebesar Rp. 600/biji, lebih nikmat bisa memesan lontong dan sambal tauco yang harganya Rp. 1.000 dan Rp. 3.000.

Toko pusatnya berada di Jl. Sebelas April No.53, Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Buka dari pukul 07.00-17.00 WIB (Setiap hari).

BERITA TERKAIT
BACA JUGA