Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara

Syandana Fadhil Sulistyawan - detikTravel
Senin, 02 Feb 2026 16:41 WIB
loading...
Syandana Fadhil Sulistyawan
Mengendarai unta di Gurun Sahara.
Perjalanan sempat terhenti karena hujan salju yang lebat.
Ait ben Haddou, lokasi pengambilan gambar banyak film.
Pemandangan Kota Tinghir dari atas tebing.
Todra Gorges.
Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara
Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara
Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara
Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara
Membelah Pegunungan Bersalju Menuju ke Hamparan Gurun Pasir Sahara
Merzouga -

Pernahkah Anda membayangkan menyentuh salju yang dingin di pagi hari, lalu merasakan butiran pasir gurun keesokan harinya?

Penulis mendapatkan pengalaman luar biasa ini saat mengikuti tur ke Merzouga, Gurun Sahara di Maroko. Perjalanan ini benar-benar menyuguhkan kontras alam yang dramatis dalam waktu yang singkat.

Petualangan dimulai dengan melintasi pegunungan Atlas. Karena perjalanan dilakukan pada musim dingin, pegunungan ini diselimuti salju. Jalanan sempat ditutup karena hujan salju yang cukup tebal, sehingga rombongan terpaksa berhenti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hambatan ini justru menjadi bonus yang menyenangkan karena kami bisa turun sejenak untuk bermain salju di tengah pegunungan Afrika. Begitu jalur kembali dibuka, kami melanjutkan perjalanan menuju Ait Ben Haddou, sebuah kampung tradisional suku Amazigh yang telah dihuni lebih dari seribu tahun.

Meskipun sejarah pemukimannya sangat tua, bangunan-bangunan unik yang ada saat ini mulai didirikan pada abad ke-17. Beberapa bangunan juga ditambahkan di abad ke-20 untuk keperluan pembuatan film. Beberapa film dan seri yang mengambil gambar di lokasi ini di antaranya Indiana Jones, Lawrence of Arabia, The Mummy, hingga Game of Thrones.

ADVERTISEMENT

Perjalanan berlanjut menyusuri rute menuju Dades Valley. Di sepanjang jalan, mata kami dimanjakan oleh pemandangan hamparan tanah bebatuan. Di tengah perjalanan, kami juga dapat melihat sekilas studio Atlas, salah satu studio film terbesar di dunia.

Setibanya di hotel, kami disajikan berbagai makanan khas Maroko yang menggugah selera. Malam itu ditutup dengan momen yang sangat berkesan. Karena suasana rombongan sangat asyik, kami semua menari bersama hingga tengah malam sebelum beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari.

Pada hari kedua, tujuan kami adalah Tinghir, sebuah kampung suku Berber. Di sana, kami mendapat penjelasan mendalam mengenai sistem pertanian tradisional mereka, cara mengolah tanah, hingga proses rumit pembuatan karpet.

Keramahtamahan mereka semakin lengkap dengan sajian teh saffron yang khas. Perjalanan kemudian berlanjut ke Todra Gorges, deretan tebing batu kapur raksasa dengan pemandangan yang sangat spektakuler.

Di sekitar area ini, banyak pedagang lokal yang menjajakan karpet khas suku Amazigh dengan motif-motif yang indah. Puncak dari hari kedua adalah perjalanan menuju tempat berkemah di gurun Sahara.

Kami menempuh perjalanan selama 1,5 jam dengan pilihan menunggang unta atau mengendarai quad bike bagi yang ingin tantangan lebih. Di tengah hamparan pasir, kami berhenti sejenak untuk mencoba pengalaman seru bermain sandboarding sambil mengabadikan momen di tengah gurun.

Sesampainya di tempat kamping, saya cukup terkejut dengan fasilitas tenda pribadinya yang tergolong mewah, lengkap dengan kasur nyaman dan akses listrik. Setelah merapikan barang, kami menikmati makan malam yang dilanjutkan dengan berdansa di bawah langit malam diiringi musik tradisional Berber.

Keesokan harinya, kami harus bangun pagi sekali untuk mengejar momen matahari terbit di ufuk gurun. Setelah kembali memilih moda transportasi antara unta atau quad bike untuk menikmati fajar, perjalanan dilanjutkan secara nonstop menuju Marrakech dengan mobil.

Beralih dari dinginnya salju ke hamparan gurun pasir hanya dalam hitungan hari merupakan pengalaman tak terlupakan yang sangat saya rekomendasikan jika Anda berkunjung ke Maroko pada musim dingin.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads