Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda

Meuti Nadia Soraya Bulan - detikTravel
Rabu, 08 Jul 2026 22:07 WIB
loading...
Meuti Nadia Soraya Bulan
UGC Dtravelers detikTravel
Makam Belanda di Kampung Peneleh Surabaya (UGC detik)
Menjelajahi Kampung Peneleh
Pintu Masuk Makam Belanda Peneleh.
Area Pemakaman Belanda Peneleh.
UGC Dtravelers detikTravel
Kampung Peneleh Surabaya (UGC detik)
Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda
Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda
Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda
Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda
Kisah Kampung Peneleh: Tertua di Surabaya, Dipenuhi Makam Belanda
Surabaya -

Kampung Peneleh adalah salah satu kampung tertua di Kota Surabaya. Kampung ini terkenal juga dengan sebutan kampung Bapak Bangsa.

Kawasan bersejarah dan ikonik di kampung tersebut menjadikannya layak untuk dikunjungi para wisatawan yang mencintai sejarah di kota Pahlawan.

Terletak di pusat kota Surabaya, kampung ini memiliki setidaknya 6 spot wisata sejarah, antara lain Kampung Heritage Peneleh, Rumah Kelahiran Soekarno, Rumah HOS Cokraminoto, Jembatan Peneleh, Makam Belanda Peneleh, dan Sumur Jobong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menilik lebih dalam sejarah kampung jalan Peneleh, tentu tidak akan lepas dari sejarah panjang kota Surabaya. Jika wisatawan melakukan perjalanan wisata sejarah, ada baiknya untuk melakukan perjalanan tersebut di kampung Peneleh, karena wisatawan akan menemukan kekhasan masyarakat kota Surabaya yang sebenarnya.

Selain kerapatan rumah penduduk, wisatawan juga akan menemukan beberapa makam yang berada di tengah jalan kampung dan bahkan ada yang terdapat di dalam rumah penduduk.

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan dari pemandu Wisata Makam Belanda Peneleh, konon daerah Peneleh I dan sekitarnya dulu merupakan komplek pemakaman umum. Salah satu komplek makam yang ikonik adalah makam Belanda peneleh yang terletak tepat di belakang puskesmas Peneleh.

Makam tersebut merupakan salah satu makam tertua ke 4 yang berada di kota Surabaya. Menurut catatan sejarah, makam tersebut dibuka pada tahun 1847. Sementara menurut tour guide, makam tersebut disahkan pada tahun 1840 dan baru beroperasi pada 1844.

Salah satu pejabat penting Belanda yang dimakamkan di Peneleh adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Markus yang wafat pada 2 Agustus 1844.

Saat ini, makam tersebut sudah berisi sekitar 15.000 sampai dengan 25 ribu jasad warga Eropa, sehingga pada tahun 1924 sampai dengan 1964, makam peneleh ditutup secara permanen sebagai pemakaman umum, dikarenakan lahan yang sudah terlalu penuh.

Diperkirakan terdapat 3.821 makam Belanda yang ada di Peneleh, dengan bentuk makam yang berbeda, unik dan rapi menjadikan makam tersebut indah dan tenang untuk dikunjungi.

Berkunjung ke Kampung Jalan Peneleh, wisatawan hendaknya juga menikmati beberapa makanan lezat yang bisa dijumpai. Soto Banjar yang terletak di jalan Ahmad Jais merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan makanan khas daerah Banjar dengan rasa yang enak dan lezat.

Selain itu, di sepanjang jalan Peneleh, wisatawan juga bisa menikmati makanan khas kota Surabaya yaitu rujak cingur. Jika ingin menikmati sejuknya angin dan suasana kota Surabaya sembari makan dan minum, maka wisatawan bisa berkunjung di Riverside Peneleh yang menjual produk UMKM kuliner.

Pelaku UMKM tersebut merupakan warga asli Peneleh. Setidaknya ada 15 UMKM yang menjajakan makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau di sana.

Kampung Tua Jalan Peneleh merupakan salah satu bukti nyata jika Surabaya bukan hanya memiliki mall, dan kota tua, melainkan juga kampung wisata. Berkunjung ke kampung wisata ini akan menambah wawasan dan juga pengetahuan tentang sejarah panjang kota Surabaya.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads