Belakangan nama Ceuta menjadi sorotan dunia setelah insiden ribuan imigran yang berusaha memasuki wilayah tersebut dari Maroko. Berikut 5 fakta menarik Ceuta:
Peristiwa masuknya imigran itu kembali mengingatkan banyak orang tentang kehadiran Ceuta sebagai kota yang tidak biasa. Meski berada di Benua Afrika, wilayah ini merupakan bagian dari Spanyol sekaligus Uni Eropa.
Status unik tersebut membuat Ceuta kerap disebut sebagai salah satu wilayah paling menarik secara geografis maupun historis. Berikut beberapa fakta menarik tentang Ceuta:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kota Kecil dengan Populasi 85 Ribu Jiwa
Ceuta memiliki luas sekitar 18,5 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kota otonom terkecil milik Spanyol. Meski ukurannya mungil, kota ini dihuni sekitar 85 ribu penduduk, sehingga menjadi salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di Spanyol.
2. Wilayah Uni Eropa yang Berada di Benua Afrika
Ceuta bersama kota otonom Melilla merupakan satu dari hanya dua perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan Benua Afrika. Kota ini berada di pesisir utara Maroko, tetapi secara administratif merupakan bagian dari Spanyol. Karena status tersebut, penduduk Ceuta menggunakan mata uang euro, memiliki paspor Spanyol sekaligus paspor Uni Eropa, meski tinggal di daratan Afrika. Kondisi ini juga membuat Ceuta menjadi titik penting dalam isu migrasi antara Afrika dan Eropa.
3. Nama Ceuta Berasal dari Tujuh Bukit
Nama Ceuta berasal dari bahasa Latin Septem Fratres yang berarti 'Tujuh Bersaudara' atau merujuk pada tujuh bukit yang mengelilingi semenanjung tempat kota itu berdiri.
4. Pernah Mengalami Pengepungan Selama 33 tahun
Ceuta pernah menjadi lokasi salah satu pengepungan militer terpanjang dalam sejarah. Kota ini dikepung oleh Sultan Moulay Ismail dari Maroko dalam Siege of Ceuta yang berlangsung sejak 1694 hingga 1727.
Selama sekitar 33 tahun, Ceuta tetap bertahan dengan pasokan logistik yang sebagian besar dikirim melalui jalur laut. Peristiwa tersebut tercatat sebagai salah satu pengepungan berkelanjutan terlama dalam sejarah dunia.
5. Empat Agama Hidup Berdampingan
Ceuta dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya dan agama. Di wilayah ini terdapat komunitas besar Kristen, Islam, Yahudi, dan Hindu yang hidup berdampingan selama bertahun-tahun.
Keberagaman itu tercermin dari keberadaan rumah ibadah, perayaan keagamaan, hingga tradisi masyarakat yang saling berdampingan dalam ruang kota yang relatif kecil.
Ceuta membuktikan bahwa sebuah kota kecil bisa memiliki posisi yang sangat besar dalam sejarah, geopolitik, hingga budaya. Berdiri di Afrika namun menjadi bagian dari Eropa membuat Ceuta terus menjadi wilayah yang menarik perhatian.











































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030