Mirip Pegunungan Salju, Lokasi Wisata Ini Ternyata Tumpukan Limbah Marmer

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mirip Pegunungan Salju, Lokasi Wisata Ini Ternyata Tumpukan Limbah Marmer

Vannisa Paramitha Junaidi - detikTravel
Kamis, 06 Agu 2026 16:37 WIB
loading...
Vannisa Paramitha Junaidi
Pemandangan spot bersalju palsu (Instagram hikewithpk)
Wisatawan di tempat wisata itu (The Hindu)
Mirip Pegunungan Salju, Lokasi Wisata Ini Ternyata Tumpukan Limbah Marmer
Mirip Pegunungan Salju, Lokasi Wisata Ini Ternyata Tumpukan Limbah Marmer
Rajasthan -

Di tengah cuaca panas di negara bagian Rajasthan, India, ada satu destinasi yang belakangan ramai diburu wisatawan. Hamparan putih seluas sekitar 350 hektare itu tampak seperti pegunungan bersalju dengan bukit-bukit berwarna putih berkilau, tetapi ternyata palsu belaka.

Keindahan itu bikin banyak orang rela datang hanya untuk berfoto. Mereka memang seolah tengah liburan di sebuah pegunungan bersalju.

Namun, siapa sangka pemandangan bak negeri salju itu sama sekali bukan fenomena alam. Hamparan putih tersebut ternyata merupakan tempat pembuangan limbah lumpur marmer dari industri pengolahan marmer di wilayah Kishangarh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Destinasi itu mulai viral sejak dijadikan latar film komedi yang dibintangi komedian Kapil Sharma pada 2015. Setelah itu, lokasi tersebut semakin populer karena beberapa film Bollywood dan video musik ikut mengambil gambar di sana. Kini, tempat itu bahkan tercantum di Google Maps sebagai objek wisata dengan nama Dumping Yard Kishangarh.

Lokasi tersebut mengantongi rating 4,4 bintang dari lebih dari 6.800 ulasan. Banyak wisatawan memuji lanskapnya yang unik sekaligus membagikan waktu terbaik untuk berkunjung.

ADVERTISEMENT

Popularitasnya juga semakin melejit berkat media sosial. Foto-foto para kreator konten dan fotografer membuat lokasi ini viral hingga menarik ribuan pengunjung setiap hari.

Sejumlah pelaku usaha lokal pun ikut memanfaatkan tren tersebut. Mereka menawarkan paket foto dan video prewedding dengan latar hamparan putih bak salju, bahkan beberapa paket dilengkapi wahana menunggang kuda.

Di Balik Keindahannya Tersimpan Baya yang Mengancam

Di balik pemandangan yang memikat, lokasi ini justru menuai sorotan karena diduga membawa dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Setiap hari, hampir 2 juta liter limbah lumpur marmer diangkut ratusan truk lalu dibuang ke lokasi tersebut. Meski demikian, wisatawan tetap berdatangan untuk berfoto bahkan saat truk-truk masih menumpahkan limbah baru.

Tak sedikit pengunjung yang sengaja berbaring di atas timbunan limbah marmer demi mendapatkan hasil foto yang estetik.

Para peneliti mengingatkan bahwa debu halus marmer berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serta berbagai masalah kesehatan lain.

Limbah tersebut juga disebut dapat mengubah kawasan di sekitarnya menjadi lahan tandus yang sulit dihuni.

"Terjadi peningkatan kadar kalsium karbonat yang signifikan. Seiring waktu, lahan menjadi tandus dan kehilangan kesuburannya, sementara air memiliki kadar TDS (Total Dissolved Solids) yang tinggi sehingga tidak layak diminum," kata Kepala Departemen Ilmu Lingkungan Maharshi Dayanand Saraswati University, Subroto Dutta, seperti dikutip dari CNA pada Kamis (6/8/2026).

Warga Mulai Merasakan Dampak Buruknya

Keindahan dataran putih di Kishangarh ternyata harus dibayar mahal. Sebuah penelitian Central University of Rajasthan pada 2022 menyebut lebih dari 200 ribu pekerja industri serta warga sekitar rutin terpapar dampak pencemaran tersebut. Salah seorang warga, Mona Gujjar, mengaku kondisi lingkungan di desanya terus memburuk.

"Di desa kami, kadar fluoride dalam air sangat tinggi. Akibatnya tanah menjadi semakin keras dan hasil panen menurun. Anak-anak serta lansia juga mulai mengalami berbagai masalah kesehatan," ujarnya.

Penelitian lain yang diterbitkan pada Februari 2025 terhadap lokasi pembuangan limbah marmer serupa di Rajasthan juga menemukan potensi paparan asbes.

Asbes merupakan mineral berserat alami yang dapat beterbangan ke udara saat proses pengolahan marmer berlangsung. Jika terhirup, debunya dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk kanker paru-paru.

Ironisnya, para pekerja di lokasi pembuangan umumnya sudah melindungi diri dengan masker atau kain penutup wajah serta kacamata hitam. Sebaliknya, wisatawan, termasuk anak-anak, justru bebas berjalan dan berfoto tanpa alat pelindung.

Para peneliti menilai lokasi pembuangan tersebut belum memiliki sistem pengamanan yang memadai untuk melindungi manusia maupun lingkungan. Mereka juga mengkritik minimnya papan peringatan yang memberi tahu wisatawan mengenai potensi bahaya di lokasi.

Sementara itu, Kishangarh Marble Association mengaku belum menerima laporan terkait gangguan kesehatan akibat lokasi pembuangan tersebut. Mereka juga membantah bahwa limbah marmer telah merusak lahan pertanian di sekitar kawasan.

Ketika dimintai tanggapan oleh CNA, pemerintah negara bagian Rajasthan tidak memberikan komentar mengenai berbagai kekhawatiran tersebut. Mereka hanya menyatakan tengah menyiapkan pedoman baru untuk mencegah pembuangan limbah secara sembarangan dan akan menindak setiap pelanggaran.

Selain pengetatan aturan, para ahli lingkungan dan warga setempat juga mendesak agar limbah cair hasil pemotongan marmer dan granit diolah serta didaur ulang, bukan terus dibuang ke area terbuka.

Hamparan putih yang sekilas terlihat seperti surga musim dingin itu memang memanjakan mata. Namun di balik foto-foto cantik yang viral, tersimpan ancaman debu berbahaya dan pencemaran lingkungan yang membuat wisatawan perlu berpikir dua kali sebelum mengejar konten di "negeri salju" palsu tersebut.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads