Kompetisi IAPVC 2026, Mengabadikan Cerita Satwa Lewat Lensa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kompetisi IAPVC 2026, Mengabadikan Cerita Satwa Lewat Lensa

Vannisa Paramitha Junaidi - detikTravel
Minggu, 09 Agu 2026 18:03 WIB
loading...
Vannisa Paramitha Junaidi
Poster IAPVC 2026
Poster IAOVC 2026 (Instagram/@didikasim)
Juri IAPVC 2026 Foto dari Instagram Taman Safari Indonesia
Alexander Zulkarnain Foto dari Vannisa Paramitha Junaidi
Kompetisi IAPVC 2026, Mengabadikan Cerita Satwa Lewat Lensa
Kompetisi IAPVC 2026, Mengabadikan Cerita Satwa Lewat Lensa
Kompetisi IAPVC 2026, Mengabadikan Cerita Satwa Lewat Lensa
Bogor -

International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 kembali digelar dengan mengusung tema 'Mata yang Berbicara'.

Kompetisi ini akan mengajak fotografer dan kreator untuk menangkap cerita satwa melalui karya visual. Tahun ini, IAPVC membawa slogan "From Lens to Legacy". Slogan tersebut bukan sekadar kalimat pemanis, tetapi menggambarkan bagaimana sebuah karya visual dapat meninggalkan warisan dan dinikmati lintas generasi.

Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia Group, Alexander Zulkarnain, mengatakan slogan tersebut merupakan gambaran dari apa yang selama ini dilakukan IAPVC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan sekadar slogan atau jargon tapi memang yang sudah dilakukan dan dibuktikan oleh kita jadi yang awalnya hanya menjadikan satu hobi tapi ternyata bisa menjadi Legacy yang baik dan bisa diturunkan terus-menerus atau dinikmati oleh orang-orang terhadap hasil karya kita," kata Alexander kepada detikTravel pada Sabtu (8/8/2026).

Mata Satwa Jadi Bahasa

Tema "Mata yang Berbicara" dipilih untuk mengajak peserta melihat satwa lebih jauh. Bukan hanya soal mendapatkan foto yang indah tetapi juga menangkap ekspresi dan cerita di baliknya.

ADVERTISEMENT

Menurut Alexander, mata dapat menjadi jendela yang memperlihatkan perasaan. Hal serupa juga dapat ditemukan ketika seseorang mengamati satwa.

"Mata adalah jendela hati yang tak pernah berdusta, jadi apa yang kita lihat di mata itu yang bisa mencerminkan ekspresi hati kita. Nah, perasaan terhadap satwa juga sama kita bisa melihat bahwa bagaimana satwa di taman safari Indonesia grup ini dirawat, dijaga, disayang, dan diperlakukan. Ini yang di capture oleh teman-teman jadi satu momentum. Visualisasinya juga bisa jadi sangat menarik sehingga orang bisa sama-sama menikmati hasil karya mereka," ujarnya.

Dengan tema tersebut, peserta diharapkan tidak sekadar mengejar gambar satwa yang menarik. Setiap bidikan dapat menjadi medium untuk menunjukkan bagaimana satwa dirawat sekaligus menyampaikan pesan mengenai kepedulian terhadap kehidupan liar.

Enam Kategori Diperebutkan

IAPVC 2026 menghadirkan sejumlah kategori yang dapat diikuti para pencinta fotografi dan videografi. Kategori yang diperlombakan meliputi Wildlife Photo Story, Wildlife Young Creator, Wildlife Short Video Story, Wildlife Mobile Creator Story, Wildlife Journalist Story, serta People's Choice Awards.

Khusus People's Choice Awards, pemenangnya akan ditentukan melalui pemungutan suara publik. Artinya, karya peserta nantinya tidak hanya dinilai oleh dewan juri tetapi juga dapat memperoleh dukungan langsung dari masyarakat.

Semua kategori itu membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam IAPVC 2026. Peserta tidak perlu khawatir dengan perangkat dan kemampuan fotografi mereka.

Ada Wildlife Roadshow Story Challenge

Rangkaian IAPVC 2026 juga tidak hanya berlangsung melalui kompetisi utama. Taman Safari Indonesia menghadirkan Wildlife Roadshow Story Challenge yang akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Roadshow tersebut digelar di tiga lokasi, yakni Taman Safari Bogor, Solo Safari, dan Taman Safari Prigen. Setelah rangkaian roadshow selesai, proses submission dan penjurian akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Proses penjurian melibatkan Didi Kasim yang merupakan Pemimpin Redaksi National Geographic Indonesia dan Agung Pambudhy yang merupakan Koordinator detikFoto. Setelah seluruh proses kompetisi rampung, pemenang akan diumumkan dalam Awarding Ceremony yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

35 Tahun Jadi Ruang Pertemuan Fotografi dan Konservasi

Selama 35 tahun, IAPVC telah hadir menjembatani dunia fotografi, videografi, konservasi, dan pariwisata. Kompetisi ini tidak hanya mencari karya visual terbaik.

Lebih dari itu, IAPVC berupaya menjadikan kamera sebagai medium untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap satwa, lingkungan, dan budaya.

Lewat satu jepretan, ekspresi satwa dapat terekam. Dari sana, sebuah cerita bisa lahir dan meninggalkan pesan untuk terus melestarikan.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads