Jangan Remehkan Tukang Parkir Pesawat, Pilot Harus Patuhi Aba-abanya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jangan Remehkan Tukang Parkir Pesawat, Pilot Harus Patuhi Aba-abanya

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Jumat, 28 Agu 2026 21:17 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Marshaller Pesawat (AzmanJaka/Getty Images)
Roleplay Marshaller (Vicky Fadly Ardana Putra)
Edu creator penerbangan Abi Satria (Vicky Fadly Ardana Putra)
Jangan Remehkan Tukang Parkir Pesawat, Pilot Harus Patuhi Aba-abanya
Jangan Remehkan Tukang Parkir Pesawat, Pilot Harus Patuhi Aba-abanya
Jangan Remehkan Tukang Parkir Pesawat, Pilot Harus Patuhi Aba-abanya
Jakarta -

Kalau kendaraan punya tukang parkir yang membantu mengarahkan saat keluar masuk tempat parkir, begitu juga dengan pesawat. Si tukang parkir pesawat ini bernama 'marshaller', pilot wajib nurut sama mereka.

Fakta itu menjadi salah satu poin yang dikenalkan dalam kegiatan Edutrip Soekarno-Hatta. Peserta mendapat gambaran mengenai pekerjaan orang-orang yang berada di balik penerbangan pesawat di bandara.

Marshaller merupakan petugas yang memberikan instruksi kepada pilot ketika pesawat bergerak di parking stand atau area parkir pesawat. Dengan menggunakan gerakan tangan dan alat bantu berupa tongkat isyarat, marshaller mengarahkan pesawat agar bergerak sesuai jalur hingga berhenti di posisi yang telah ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dalam menjalankan tugasnya, marshaller membawa peralatan yang lengkap agar dikenali pilot. Peralatan marshaller meliputi rompi keselamatan, tongkat isyarat, helm, penutup telinga, dan sarung tangan.

Tugas si tukang parkir pesawat sangat penting karena pilot yang berada di dalam kokpit tidak bisa melihat seluruh bagian pesawat. Apalagi kalau pesawat yang harus diarahkan memiliki badan besar dan bentang sayap yang sangat lebar.

"Pilot harus percaya penuh sama tukang parkir karena wings-nya nggak keliatan selebar apa," kata Edu-creator penerbangan, Abi, saat detikTravel mengikuti kegiatan EduTrip Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

Dari kursi pilot, tidak semua bagian sayap bisa terlihat jelas. Sementara di bawah, ada petugas yang berdiri dan memberikan arahan agar pesawat tidak salah posisi atau terlalu dekat dengan objek di sekitarnya. Karena itu, gerakan marshaller bukan sekadar asal tunjuk.

Setiap isyarat memiliki arti yang telah dipahami pilot sehingga komunikasi berjalan lancar meski keduanya berada di tempat berbeda.

Abi menjelaskan untuk menjadi seorang marshaller harus menempuh sekolah khusus sekitar dua bulan. Satu bulan pertama akan belajar teori dan praktik, kemudian di bulan kedua mulai OJT atau pelatihan kerja lapangan di bandara.

Rangkaian proses parkir pesawat mungkin hanya terlihat sebagai pesawat yang perlahan menempati area parkir. Ketika traveler melihat sosok berdiri di depan pesawat sambil menggerakkan tongkat, itu pertanda ada si tukang parkir pesawat yang memiliki peran penting dalam memarkirkan sebuah pesawat.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads