Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Jumat, 04 Sep 2026 19:15 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Orang utan di Ketapang mati setelah sesak nafas karena karhutla. (Dok Kemenhut)
Orang utan Sempurna di Ketapang mati setelah sesak nafas karena karhutla. (Dok Kemenhut)
Tim CAN Borneo mengevakuasi trenggiling yang ditemukan di lokasi karhutla di Kampung Merasa, Berau. (Istimewa)
Tim CAN Borneo mengevakuasi trenggiling yang ditemukan di lokasi karhutla di Kampung Merasa, Berau. (Istimewa)
Sepasang induk-anak orang utan, Raya dan Rayu, ditemukan selamat dari karhutla di Sampit.
Sepasang induk-anak orang utan, Raya dan Rayu, ditemukan selamat dari karhutla di Sampit.(Dok. BKSDA Kalteng)
Puluhan Ular Hangus di Lokasi Karhutla Kotawaringin Barat. (BPBD Kobar)
Puluhan ular hangus di lokasi Karhutla Kotawaringin Barat. (BPBD Kobar)
Tim CAN Borneo mengevakuasi trenggiling yang ditemukan di lokasi karhutla di Kampung Merasa, Berau. (Istimewa)
Tim CAN Borneo mengevakuasi trenggiling yang ditemukan di lokasi karhutla di Kampung Merasa, Berau. (Istimewa)
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan TWA Kawah Ijen, Jumat (4/9/2026). Api dilaporkan mendekati jalur pendakian di kawasan Pondok Bunder.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan TWA Kawah Ijen, Jumat (4/9/2026). Api dilaporkan mendekati jalur pendakian di kawasan Pondok Bunder.Foto: (Chuk Shatu Widarsha/ detikjatim)
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Karhutla Kepung Destinasi Wisata, Pakar: Bukti Pariwisata RI Belum Siap Bencana
Jakarta -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam kembali memakan korban, satwa dan petugas pemadam. Pemerhati pariwisata Universitas Indonesia, Deni Danial Kesa, menilai kondisi itu menjadi bukti rapuhnya pengembangan pariwisata Indonesia terutama untuk menghadapi bencana.

Sejumlah kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan di Indonesia yang terpaksa ditutup total per September 2026 demi mengantisipasi penyebaran api yang kian meluas. Dari catatan detikTravel sejak 1 September 2026 sebanyak sembilan taman nasional ditutup untuk pendakian karena kebakaran.

Kemudian pada Jumat (4/9), kawasan Kawah Ijen juga turut ditutup. Jalur pendakian Kawah Ijen juga dilalap api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deni menilai maraknya penutupan destinasi akibat karhutla merupakan sinyal kuat bahwa prioritas keselamatan selama ini terabaikan. Pengelola dianggap gagap dan tidak memiliki mitigasi yang matang saat bencana melahap kawasan wisata.

ADVERTISEMENT

"Prioritas pertama bukan menambah destinasi, tetapi memastikan destinasi yang sudah kita jual kepada wisatawan benar-benar aman," kata Deni dalam perbincangan dengan detikTravel.

Kondisi darurat di lapangan memperlihatkan minimnya kesiapan sarana penanganan krisis, mulai dari tidak adanya pemetaan titik rawan api hingga prosedur evakuasi yang jelas untuk wisatawan.

Ketidaksiapan itu tidak hanya mempertaruhkan keselamatan nyawa para pengunjung yang terjebak situasi panik, tetapi juga menghancurkan perekonomian masyarakat sekitar yang mendadak kehilangan sumber penghasilan akibat penutupan lokasi.

"Destinasi yang tidak aman bukan hanya membahayakan wisatawan, tetapi juga menghancurkan mata pencaharian dan reputasi pariwisata Indonesia," kata pria yang juga salah sau dosen di Vokasi UI itu.

Yang mengenaskan begitu banyak satwa endemik, yang selama ini menjadi salah satu promosi wisata Indonesia, juga turut menderita. Orang utan Sempurna mati setelah ditemukan sesak napas di permukiman warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, pada Minggu (30/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, dia meninggalkan hutan yang terbakar.

Begitu pula dengan induk dan anak Raya dan Rayu. Upaya sang induk Raya menyelamatkan Rayu viral di media sosial dengan keduanya menggantung di pucuk pohon saat asap mengepung.

Selain itu, satwa lain seperti trenggiling dan ular ditemukan mati dalam kondisi hangus terbakar.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads