Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang

Vannisa Paramitha Junaidi - detikTravel
Sabtu, 12 Sep 2026 06:01 WIB
loading...
Vannisa Paramitha Junaidi
Nunu di Bentang Jawa
Nunu saat di Bentang Jawa 20206 (dok. pribadi)
Serunya Mas Nunu pas cycling (dok. Nugraha Rodiana)
Outfit lengkap dan peralatan yang dipakai (dok. Nugraha Rodiana)
Gunung Semeru yang jadi view favorit Nunu (Wonderful Indonesia)
Nunu di Bentang Jawa
Nunu setelah tiba di finish Bentang Jawa (dok. pribadi)
Nunu di Bentang Jawa
Salah satu momen bahagia Nunu saat tiba di finish Bentang Jawa. dok. pribadi)
Nunu di Bentang Jawa
Rute berat saat Nunu harus melewati tanjakan di Bentang Jawa 2026. (dok. pribadi)
Nunu di Bentang Jawa
Nunu berhasil menyelesaikan tantangan gowes 1.500 km di Bentang Jawa Agustus lalu. (dok. pribadi)
Nunu di Bentang Jawa
Nunu di salah satu spot di Bentang Jawa 20206. (dok. pribadi)
Nunu di Bentang Jawa
Nggak selalu menderita, gowes ribuan km juga membahagiakan. (dok. pribadi)
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang
Jakarta -

Capeknya dapat, nikmatnya juga dapat. Itulah yang dirasakan para peserta Bentang Jawa, ajang ultra-cycling yang mengajak pesepeda menjelajahi Pulau Jawa dari Banten hingga Banyuwangi.

Salah satu yang merasakan pengalaman itu adalah Head of detikhot, Nugraha Rodiana atau akrab disapa Nunu. Kepada detikTravel, dia berbagi cerita tentang perjalanan melintasi Pulau Jawa sejauh sekitar 1.500 kilometer dengan sepeda.

Bentang Jawa memang bukan sekadar perjalanan gowes biasa dari satu kota ke kota lain. Ajang ultra-cycling itu mengajak peserta melintasi Pulau Jawa dari ujung barat hingga timur dengan konsep unsupported, tanpa dukungan tim pendamping di sepanjang rute.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nunu di Bentang JawaNunu di Bentang Jawa (dok. pribadi)

Pada 2026, rute Bentang Jawa dimulai dari Pantai Carita, Banten, dan berakhir di Banyuwangi, Jawa Timur. Jaraknya mencapai sekitar 1.500 kilometer dengan total elevasi sekitar 16.000 meter.

Selama perjalanan pada 16-22 Agustus 2026 itu, peserta harus mengatur sendiri kebutuhan makan, minum, istirahat hingga kebutuhan teknis sepeda mereka.

ADVERTISEMENT

Lintasannya pun menyuguhkan beragam wajah Pulau Jawa. Mulai dari pesisir selatan Banten dan Jawa Barat, perbukitan, pegunungan, hingga hutan sebelum memasuki kawasan Bromo-Tengger-Semeru dan berakhir di Banyuwangi.

Dari Rasa Penasaran Jadi Ikut Bentang Jawa

Ketertarikan Nunu pada Bentang Jawa bermula dari video-video peserta yang dia tonton di YouTube. Dia kemudian mencari tahu lebih banyak tentang ajang tersebut. Namun sebagai pekerja kantoran dengan jam kerja yang tak selalu teratur, Nunu awalnya ragu bisa menjadi peserta.

Di saat yang sama, rasa penasarannya justru semakin besar.

Beruntung, bersepeda memang sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Kebiasaan itu bermula setelah dia mengalami kecelakaan yang membuat aktivitas fisiknya terbatas. Khawatir otot-otot kakinya melemah, dia mulai rutin bersepeda, termasuk berangkat dan pulang kerja dengan gowes.

Nunu di Bentang JawaNunu di Bentang Jawa (dok. pribadi)

"Sekali jalan 20-25 kilometer. Motor saya jual, biar nggak ada opsi buat naik motor," kata Nunu kemudian tertawa.

Tanpa disadari, rutinitas itu menjadi bekal penting. Selama dua tahun terakhir, bersepeda berubah menjadi kegemaran yang akhirnya membawanya ke garis start Bentang Jawa.

'Wisata' di Bentang Jawa

Meski sempat ragu, Nunu akhirnya mendaftar sebagai peserta Bentang Jawa 2026. Tantangan langsung terasa sejak hari pertama.

Selain belum pernah menempuh rute Carita-Banyuwangi dengan sepeda, dia juga harus menghadapi tanjakan-tanjakan panjang dengan elevasi yang tidak main-main.

"Yang paling bikin gue deg-degan itu karena gue nggak tau jalurnya. Ini pertama kalinya gue melintasi Carita sampai Banyuwangi," ujarnya.

Nunu di Bentang JawaNunu di Bentang Jawa (dok. pribadi)

Namun setelah sempat memaksakan diri dan hanya tidur sebentar pada hari pertama, Nunu memutuskan untuk mengubah pendekatan. Dia tak lagi terlalu fokus mengejar waktu dan memilih menikmati perjalanan.

Keputusan itu justru membuatnya lebih banyak menyerap pengalaman yang ditemui di sepanjang rute.

Di antara banyak pemandangan yang dia temui, satu yang paling membekas adalah Gunung Semeru yang terlihat dari jalur menuju Jemplang.

"Kalo nengok itu keliatan Semeru. Itu tuh pas jam 4 dan lagi cerah banget. Semerunya tuh keliatan. Itu sih yang keren banget," kata Nunu.

Tak semua momen terasa nyaman. Ada juga saat-saat yang membuatnya tegang, seperti ketika harus melewati jalur gelap di kawasan Ranu Pane pada malam hari.

Meski begitu, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari cerita yang paling diingat setelah perjalanan selesai.

Selain menikmati lanskap Jawa, Nunu juga sempat mencicipi kuliner lokal yang ditemuinya di perjalanan. Salah satunya pecel yang disajikan menggunakan daun jati di Pacitan.

Sampai Finish, tapi Masih Kangen

Setelah akhirnya mencapai Banyuwangi, Nunu merasakan sesuatu yang tidak dia duga. Bukannya lega lalu melupakan perjalanan itu, dia justru merasa rindu.

"Kayak masih ada rasa kangennya. Sampai sekarang loh, seminggu setelahnya," kata dia.

Nunu di Bentang JawaNunu di Bentang Jawa (dok. pribadi)

Perasaan itu membuatnya memahami mengapa banyak peserta kembali mengikuti Bentang Jawa berkali-kali. Rute yang berubah setiap tahun membuat perjalanan selalu menghadirkan tantangan dan cerita baru.

Bagi siapa pun yang ingin mencoba Bentang Jawa atau perjalanan jarak jauh serupa, Nunu punya satu pesan penting. Menurutnya, persiapan fisik memang diperlukan, tetapi mental dan tekad tidak kalah penting.

Perjalanan sepanjang itu, kata dia, pasti akan menghadirkan fase yang luar biasa berat dan menderita.

Namun ketika tujuan untuk mencapai garis finis sudah tertanam kuat, rasa lelah akan berubah menjadi bagian dari pengalaman yang justru dinikmati.

"Suffering sih. Cuma karena lo memang punya tekad yang kuat untuk mencapai finish, jadi lo akan menikmati aja," ujar Nunu.

Mungkin itulah yang membuat banyak peserta kembali lagi ke Bentang Jawa. Capeknya berat, tetapi cerita yang dibawa pulang terasa jauh lebih besar.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads