Tak seperti biasanya, suasana di Museum Kebangkitan Nasional mendadak ramai dengan adanya pagelaran Community Day 2026. Acara itu diselenggarakan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Sabtu (19/9/2026).
Museum Kebangkitan Nasional menggelar Community Day 2026 untuk pertama kalinya dengan menggandeng berbagai komunitas dalam satu rangkaian kegiatan. Acara itu diadakan sebagai bentuk semangat bulan komunitas yang jatuh pada September.
Selain itu, pagelaran ini diadakan sebagai upaya museum untuk mempertemukan masyarakat melalui berbagai aktivitas. Kegiatan ini melibatkan sekitar tujuh komunitas dengan aktivitas yang berbeda-beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa aktivitasnya mulai dari membatik di atas kayu, membuat makrame, jalan-jalan mengenakan kebaya, kuis trivia, mural painting, bersepeda, hingga cerita jejak Nusantara.
Di acara tersebut terdapat workshop membatik di atas kayu bersama komunitas Batikayu Dewi. Peserta diajak untuk mengenal dan mengeksplorasi motif batik kayu lewat media kayu. Selain itu, peserta diajarkan membuat pola hingga mengiasnya menjadi karya yang bisa dibawa pulang.
Selanjutnya, acara macrame keychain bersama komunitas Riang Kala Luang juga diadakan di Muskitnas. Para peserta belajar merangkai simpul-simpul sederhana menjadi macrame keychain dengan berbentuk daun.
Tak kalah menarik, jalan pagi berkebaya bersama komunitas Kebaya Widuri mengajak peserta menyusuri sekitar area Muskitnas. Sambil menyusuri jalanan, peserta dikenalkan dengan sejarah yang unik di setiap rute perjalanan.
Sejumlah aktivitas lain juga ramai diikuti oleh peserta mulai dari pegiat komunitas, seni, dan budaya, anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Antusias dari peserta yang tinggi dalam mengikuti acara Community Day menjadi sebuah pencapaian bagi Museum Kebangkitan Nasional.
Penanggung Jawab Unit Muskitnas Valentina Beatrix Sondag menyatakan Community Day dibuat karena museum melihat kekuatan komunitas sebagai bagian penting dari identitas Museum Kebangkitan Nasional yang memiliki sejarah kuat dengan gerakan para pemuda.
"Kita pikir di sini fokus dari Museum Kebangkitan Nasional sebagai museum pemuda adalah kekuatan komunitas. Karena itu, kita bikin Community Day," ujar Valentina saat ditemui detikTravel, Sabtu (19/9/2026).
Selain menyediakan wadah bagi komunitas, acara ini juga menghadirkan aktivitas yang mencoba menjangkau generasi muda dengan hal-hal yang dekat dengan keseharian mereka. Salah satunya adalah e-sport nasionalisme, dengan permainan Mobile Legends sebagai bagian dari kegiatan museum.
Menurut Valentina, museum mencoba mengikuti perkembangan yang sedang diminati oleh generasi muda. Hal ini bertujuan agar mereka yang belum pernah datang ke museum tertarik untuk berkunjung.
Kegiatan Community Day 2026 berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Peserta yang hadir diperkirakan sekitar 500 orang, atau bahkan lebih karena beberapa komunitas memiliki lebih dari satu sesi kegiatan.
Community Day 2026 merupakan kali pertama Museum Kebangkitan Nasional menyatukan berbagai komunitas dalam satu acara besar. Meski begitu, Muskitnas sebelumnya sudah rutin menjadi tempat berkegiatan bagi berbagai komunitas seperti tari, teater, angklung, yoga, hingga senam.











































Komentar Terbanyak
Ketika Ijazah Wakil Presiden Indonesia Dipajang Abadi di Kampus Top Belanda
Viral, Turis Indonesia Diduga Beri Makan Plastik ke Rusa di Nara Park
Bos AirAsia Sentil Makanan Singapore Airlines, Dibalas Netizen: Urus Delay Saja