Beberapa orang datang ke sini untuk ngopi. Sebagian memilih duduk santai di tepi danau. Ada pula yang tampil sporty, berjalan kaki santai atau berlari ringan mengelilingi kawasan sebelum matahari tenggelam.
Suasana seperti itu mudah ditemui di Shilla at Sawangan, Depok. Kompleks yang berdiri di tepi Situ Tujuh Muara atau Situ Sawangan itu memiliki ruang terbuka yang cukup luas untuk melepas penat tanpa harus pergi jauh dari Jakarta.
Saat detikTravel berkunjung pada Selasa (22/9/2026) sore, area di sekitar danau mulai ramai. Deretan motor memenuhi sebagian lahan parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir seluruh tenant makanan dan minuman sudah buka, sementara pengunjung datang silih berganti. Ada yang langsung menuju kafe, ada pula yang berjalan ke musala sebelum kembali menikmati sore.
Jalan-jalan sore di Shilla at Sawangan, Depok (Femi Diah/detikcom) |
Di tepi danau, suasananya terasa santai. Beberapa orang duduk berdua sambil mengobrol, sebagian datang berkelompok. Ada yang menikmati kopi dan roti bakar di teras kafe, ada pula yang hanya duduk memandangi permukaan air yang tenang.
Pemandangan menarik juga terlihat di sudut lain. Seorang pencari ikan melempar jala ke danau dengan gerakan santai.
Tak jauh dari situ, sekelompok remaja mencoba mendayung perahu rakitan dari kotak-kotak plastik yang mengapung. Perahunya melaju pelan, tetapi tawa mereka terdengar nyaring setelah saling melemparkan ledekan satu sama lain.
Sulit membayangkan kawasan itu masih berada di Depok, kota yang sering dikaitkan dengan kemacetan dan kepadatan. Begitu berada di tepi danau, hiruk-pikuk jalan raya seolah tertinggal di belakang.
Salah satu pengunjung sore itu adalah Gloria. Warga Depok tersebut datang bersama putrinya untuk menikmati suasana selepas beraktivitas.
"Kalau ke sini rasanya lebih santai. Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota, duduk di pinggir danau saja sudah enak," kata dia.
Sementara itu, Retno datang bersama seorang rekannya sambil menenteng laptop. Mereka tidak buru-buru mencari tempat duduk, tetapi menikmati udara sore di tepi danau sambil berbincang santai.
"Ke Setu Sawangan makin asyik, dulu ke rural area sini hanya buat olahraga tipis-tipis, tetapi sekarang karena makin lengkap dengan adanya area kongkow dan tempat makan yang makin beragam, sudah begitu harga-harga makanan minuman termasuk terjangkau... rasanya bukan sedang berada di Depok, Depok bagian Sawangan, kayak enggak di situ," kata Retno.
"Areanya juga tertata rapi, jalanan lebar dan terbuka buat umum bukan hanya penghuni perumahan. Menurut saya area musala dan toilet juga bersih, jadi semakin nyaman buat melepas penat dan pas saat harus kerja enggak di kantor," dia menambahkan.
Baca juga: Ritual Mandi di Sumur Keramat Depok |
Daya tarik kawasan ini bukan hanya danaunya. Di sepanjang tepian air berdiri deretan restoran dan kafe yang menghadap langsung ke danau. Bentuk bangunannya tidak didominasi desain kotak seperti area komersial pada umumnya. Beberapa bahkan memiliki teras yang menjorok ke arah air, menciptakan kesan seolah melayang di atas danau.
Menjelang petang, meja-meja di area luar ruangan mulai terisi oleh pengunjung yang datang untuk menikmati kopi, makanan ringan, atau sekadar mengobrol.
Gloria bersama putrinya piknik di Shilla at Sawangan, Depok (Femi Diah/detikcom) |
Kalau lupa membawa bekal pun tidak masalah. Selain deretan kafe dan restoran di tepi danau, terdapat pula kawasan ruko yang telah diisi berbagai jenama kuliner. Mulai dari kedai kopi, gerai makanan cepat saji, hingga restoran keluarga, semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Meski begitu, sayang rasanya jika datang ke sini hanya untuk duduk-duduk. Salah satu hal yang membuat kawasan ini nyaman adalah jalur beraspal yang mengelilingi area danau. Jalannya cukup lebar dan relatif landai, cocok untuk berjalan santai, jogging ringan, maupun bersepeda.
Sekelompok remaja mendayung perahu di Danau Sawangan di kawasan Shilla at Sawangan, Depok (Femi Diah/detikcom) |
Menjelang sore, jalur itu semakin ramai. Ada keluarga dan pasangan yang berjalan sambil mengobrol, hingga beberapa pelari yang memanfaatkan suasana untuk easy run. Di beberapa titik, jalurnya berada tepat di sisi danau sehingga pemandangan air selalu menemani langkah.
Menurut pengalaman detikTravel, kawasan ini cukup ramah untuk jalan santai maupun jogging ringan. Jalanannya relatif lebar, trotoarnya juga nyaman digunakan pejalan kaki. Karena itu, membawa sepatu yang nyaman bukan ide yang buruk saat berkunjung ke sini.
Kalau memang berniat berkeliling kawasan, sepatu yang cocok untuk easy run justru terasa lebih pas. Selain nyaman dipakai jogging santai, sepatu jenis ini tetap enak digunakan untuk berjalan kaki dan menjelajahi area danau maupun kawasan ruko.
Memang tidak menutup kemungkinan untuk berlari lebih cepat. Namun perlu diingat, ini bukan lintasan lari khusus. Di beberapa bagian, permukaan jalannya masih berupa conblock dan ada pula area yang ramai oleh pejalan kaki. Karena itu, suasananya lebih cocok untuk lari santai sambil menikmati pemandangan dibanding mengejar catatan waktu atau latihan interval.
Sore di Shilla at Sawangan, Depok, bisa diisi dengan easy run atau jalan santai. (Femi Diah/detikcom) |
Justru di situlah daya tariknya. Pengunjung bisa memulai sore dengan berjalan kaki mengelilingi danau, melanjutkannya dengan easy run beberapa kilometer, lalu berakhir dengan menikmati kopi atau makan malam tanpa perlu berpindah lokasi.
Kehadiran dua area dengan karakter berbeda itu membuat pengunjung punya lebih banyak pilihan. Jika ingin suasana tenang, tepi danau menjadi tempat yang pas. Namun bila mencari pilihan kuliner yang lebih beragam, kawasan ruko menawarkan suasana yang lebih hidup.














































