Selama ini, museum lebih identik sebagai tempat melihat koleksi dan mempelajari sejarah. Namun kini, museum juga jadi ruang bertemu komunitas.
Dari Community Day 2026, Museum Kebangkitan Nasional ingin ruangnya dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bertemu, bertukar pengalaman, dan menyampaikan gagasan antar komunitas.
Pandangan itu terlihat dalam penyelenggaraan acara Community Day 2026 yang mempertemukan berbagai komunitas dengan aktivitas yang berbeda di satu tempat. Bagi Museum Kebangkitan Nasional, keberadaan ruang publik yang dapat digunakan masyarakat umum menjadi salah satu hal yang perlu dijawab oleh museum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Penanggung Jawab Museum Kebangkitan Nasional, Valentina Beatrix Sondag, museum tidak seharusnya hanya berbicara mengenai masa lalu. Museum juga perlu hadir dan memiliki peran dalam menjawab persoalan masyarakat untuk saat ini maupun masa depan.
Ia mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan tempat untuk duduk bersama, bertemu dengan orang lain, dan bertukar pikiran. Museum dengan ruang yang dimilikinya dinilai dapat menjadi salah satu tempat untuk mewadahi kebutuhan tersebut.
"Museum itu hadir untuk bisa menyelesaikan masalah saat ini dan masa depan. Masalah saat ini apa sih? Kita nggak ada ruang loh. Ruang untuk duduk bareng. Untuk ketemu orang bareng. Untuk mengeluarkan aspirasi bareng," ujar Valentina kepada detikTravel dalam acara Community Day 2026 di Muskitnas, Sabtu (19/9).
Community Day 2026 kemudian menjadi salah satu contoh bagaimana ruang museum bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat umum.
Sejumlah komunitas hadir dengan kegiatan yang berbeda-beda sehingga pengunjung tak cuma datang untuk melihat koleksi museum, melainkan juga ikut meramaikan aktivitas secara langsung.
Museum Kebangkitan Nasional sudah lama bekerja sama dengan komunitas. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai komunitas juga rutin menggunakan area museum untuk berkegiatan. Namun, menurut dia kegiatan-kegiatan tersebut masih perlu diperkenalkan lebih luas ke masyarakat.
Bagi Muskitnas, pendekatan terhadap komunitas juga berkaitan dengan sejarah museum. Muskitnas memiliki sejarah sebagai tempat tumbuhnya kesadaran pemuda terhadap bangsa. Kemudian, semangat tersebut coba diteruskan melalui beragam aktivitas komunitas masa kini.











































Komentar Terbanyak
Ketika Ijazah Wakil Presiden Indonesia Dipajang Abadi di Kampus Top Belanda
Viral, Turis Indonesia Diduga Beri Makan Plastik ke Rusa di Nara Park
Bos AirAsia Sentil Makanan Singapore Airlines, Dibalas Netizen: Urus Delay Saja