Air laut biru jernih, matahari terbit di tengah laut, dan snorkeling bersama teman-teman baru. Itulah kombinasi yang membuat perjalanan ke Gili Ketapang di Probolinggo, Jawa Timur, terasa begitu berkesan.
Perjalanan itu dilakukan bersama teman-teman sekelas saat mengikuti kursus bahasa di Pare, Kediri, yang juga berada di Jawa Timur. Dari Pare, rombongan berangkat menuju pelabuhan, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu ke Pulau Gili Ketapang.
Perjalanan laut hanya sekitar 30 menit, tetapi suasananya sudah terasa seperti liburan sungguhan. Salah satu peserta perjalanan, Lusi, mengaku momen di atas kapal menjadi pengalaman yang paling ia ingat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seru banget, apalagi pas di kapal lihat sunrise," kata Lusi.
Pemandangan matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur membuat suasana perjalanan terasa tenang sekaligus menyenangkan. Laut yang membentang luas dan angin pagi yang sejuk membuat perjalanan singkat itu terasa spesial.
Bagi Aby, perjalanan menuju Gili Ketapang juga meninggalkan kesan tersendiri. Meski baru mengenal beberapa teman dalam rombongan, suasana yang terbangun terasa hangat dan akrab.
Sesampainya di pulau, rombongan langsung bersiap untuk snorkeling. Bagi peserta yang belum bisa berenang, aktivitas ini sempat memunculkan rasa khawatir karena dilakukan di tengah laut. Namun kondisi ombak yang cukup tenang dan pendampingan dari pemandu membuat mereka lebih percaya diri.
Diffa mengatakan pemandu wisata sangat membantu peserta yang masih takut mencoba snorkeling untuk pertama kalinya. Setelah mengenakan pelampung dan mendapatkan arahan singkat, satu per satu peserta mulai turun ke laut.
Aby mengaku awalnya sempat ragu. Namun rasa takut itu langsung hilang begitu melihat pemandangan bawah laut.
"Awalnya memang ragu, tapi setelah sampai ke dasar rasanya nagih karena lihat ikan bagus yang banyak," kata dia.
Keindahan bawah laut Gili Ketapang memang menjadi daya tarik utama. Ikan-ikan berwarna-warni berenang di antara terumbu karang yang masih terlihat jelas dari permukaan. Bahkan, ikan nemo yang selama ini hanya dilihat di televisi juga bisa ditemui di sini.
"Aku kira bakal seperti pulau kecil biasa, ternyata airnya sebening kaca," kata Diffa.
Selain menikmati pemandangan bawah laut, wisatawan juga bisa mengabadikan momen lewat foto underwater. Menariknya, paket wisata seharga sekitar Rp 150 ribu sudah mencakup transportasi perahu pulang-pergi, perlengkapan snorkeling, makan siang, hingga dokumentasi bawah air.
Menurut Diffa, fasilitas yang didapat cukup sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Setelah puas snorkeling, rombongan kembali ke daratan untuk beristirahat dan menikmati makan siang. Menu seafood yang disajikan terasa semakin nikmat setelah menghabiskan waktu bermain di laut.
Lusi mengatakan pengalaman snorkeling pertamanya menjadi salah satu momen paling berharga selama mengikuti kursus di Pare.
Usai makan, rombongan masih menyempatkan diri berjalan-jalan dan berfoto sebelum kembali ke pelabuhan. Namun perjalanan pulang ternyata menghadirkan sensasi yang berbeda. Ombak mulai meninggi dan perahu melaju lebih cepat dibanding saat berangkat.
Diffa bercerita beberapa kali penumpang terkena cipratan air laut ketika perahu menghantam ombak.
Meski sedikit menegangkan, perjalanan pulang justru menambah cerita yang akan terus diingat. Bagi Aby, momen melihat matahari terbit di tengah laut, snorkeling bersama teman-teman baru, menikmati makanan laut, hingga perjalanan penuh tawa sepanjang hari membuat Gili Ketapang menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama berada di Pare.











































Komentar Terbanyak
Kapolda Jateng Bantah Izin Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dicabut!
Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI
Melihat Lagi Dukungan Menteri Pariwisata Terhadap Konser Andrea Bocelli