Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Sep 2012 12:00 WIB

DESTINATIONS

Lamak Bana! 4 Kuliner Wajib Saat ke Minangkabau

Teh Talua yang siap disajikan (Afif/detikTravel)
Padang - Traveling ke Sumatera Barat tak lengkap tanpa wisata kuliner. Inilah 4 kuliner yang wajib Anda cicipi sebelum pulang ke kota asal. Buktikan sendiri ketenaran masakan Padang yang mendunia!

Salah satu hal yang paling identik dengan Sumatera Barat adalah kulinernya yang banyak orang menyebutnya masakan Padang. Kenikmatannya sudah tak diragukan lagi. Tak heran, restoran masakan Padang tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan mancanegara!

Kuliner lezat Padang, lebih dari sekadar rendang. Inilah 4 kuliner wajib yang harus Anda cicipi saat traveling ke Ranah Minang, dihimpun detikTravel, Kamis (27/9/2012):

1. Nasi Kapau, Bukittinggi

Tak afdol rasanya ke Bukittinggi tanpa melahap Nasi Kapau. Datanglah ke Pasar Bawah atau Pasar Lereng, tempat warung-warung Nasi Kapau berderet untuk Anda pilih. Di Pasar Lereng, kios makan Nasi Kapau diberi nama sesuai dengan nama pemilik kios, seperti Uni Lis dan Uni Er.

Lauk pauk berupa gulai nangka muda, gulai daging cincang, gulai kikil, dendeng daging, rendang, gulai kepala ikan kakap, itik sambal hijau, perkedel kentang, gulai otak, usus sapi isi telur dan tahu, telur balado, dan beragam bahan lain diolah menggunakan bumbu yang kaya rempah.

Pilih sendiri lauknya, dan nikmatilah bersama nasi putih dengan pelengkap kol rebus, rebung muda, kacang panjang, dan sayur pakis. Masing-masing lauk ditempatkan dalam wadah besar, dengan sendok bertangkai panjang untuk memudahkan penjual saat mengambil makanan.

Serunya lagi, walaupun hanya memesan satu jenis lauk, penjual Nasi Kapau selalu menambahkan bumbu-bumbu dari masakan lain untuk memperkaya rasa. Satu porsi berkisar antara Rp 10.000-20.000, tergantung lauk pauk yang Anda pilih.

2. Sate Mak Syukur, Padang Panjang

Di mana Anda bisa mencicipi Sate Padang paling terkenal di Ranah Minang? Jawabannya adalah warung Sate Mak Syukur di Padang Panjang. Dulu sekitar tahun 1941, Mak Syukur adalah penjaja sate padang keliling di kawasan tersebut. Sekarang, para keturunannya siap melayani Anda saat singgah Jalan Sutan Syahrir Silaing Bawah.

Yang membuat Sate Mak Syukur terkenal tentu saja kenikmatannya. Daging atau bagian dalam sapi seperti jantung, lidah, dan usus diiris besar-besar, ditusuk dan disajikan bersama potongan ketupat, lalu disiram kuah kuning kental. Kuah Sate Padang yang berwarna kuning seperti ini adalah khas Padang Panjang. Di Kota Padang, warna kuahnya sedikit merah sedangkan di Sawahlunto dominan berwarna cokelat.

Selain kesempurnaan kuah kentalnya, kenikmatan Sate Mak Syukur ini juga berasal dari kualitas dagingnya. Sapi yang dipilih adalah yang diternakkan di Padang Panjang. Udara sejuk dan bersih khas kawasan tersebut memengaruhi kondisi sapi, serta pakan yang dimakannya. Hal inilah yang menentukan kualitas daging sapi di Sate Mak Syukur.

Menikmati Sate Mak Syukur berbeda dari Sate Padang lainnya. Saat masuk, Anda akan diberi satu piring berisi ketupat yang sudah dipotong-potong. Kuah sate bisa diambil sepuasnya. Sementara satenya, disajikan banyak-banyak di depan mata untuk dipilih sendiri. Kalau sudah begini, lupakan sejenak kolesterol dan makanlah sampai puas!

Saking enaknya, Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu menyempatkan diri makan di tempat ini saat berkunjung ke Sumatera Barat. Di kasir, terdapat foto SBY dan Ibu Ani Yudhoyono sedang berpose saat menikmati sate ini!

3. Teh Talua, Bukittinggi

Apa rasanya teh kalau dicampur telur? Inilah Teh Talua, minuman khas Sumatera Barat yang bisa ditemukan di Sawahlunto dan Bukittinggi. Namun, Bukittinggi jadi tempat paling asyik untuk menikmati teh penghangat tubuh ini. Datanglah ke sekitar Jam Gadang dan hampirilah warung tenda di pinggir jalan.

Setelah memesan Teh Talua, Anda bisa melihat sendiri proses pembuatannya. Telur mentah -biasanya telur ayam atau telur itik- dikocok langsung di gelas. Setelah itu dituang teh, lalu ditambahkan gula dan kayu manis sebagai perasa. Setelah dikocok, Teh Talua pun disajikan dengan potongan jeruk nipis. Ada pula opsi Teh Talua yang ditambah potongan pinang. Rasanya semakin manis!

Aromanya sungguh wangi, tak tercium sedikit pun bau amis. Slurpppp.. Rasanya pun sungguh nikmat dengan rasa kayu manis yang dominan. Cukup Rp 6.000-10.000 saja, Anda bisa menikmati segelas Teh Talua.

4. Itiak Lado Mudo, Bukittinggi

Satu lagi kuliner khas kota sejuk Bukittinggi. Bayangkan betapa nikmatnya bebek muda yang direndam kuah cabai hijau. daging bebek yang empuk terasa sangat nikmat berpadu dengan bumbu yang sedikit pedas. Inilah Itik Lado Mudo, yang bisa ditemukan di Warung Itiak Lado Mudo dekat Ngarai Sianok.

Datanglah ke warung ini dari siang menuju malam. Warga lokal dan wisatawan berbondong-bondong mencicipi Itiak Lado Mudo yang terkenal nikmat. Seporsi Itiak Lado Mudo plus nasi dibandrol Rp 25.000. Cukup mahal, namun harganya sepadan dengan kenikmatannya. Nyam!

(ptr/fay)
BERITA TERKAIT