Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Feb 2013 09:26 WIB

DESTINATIONS

4 Objek Wisata Penuh Tengkorak!

Desi Puspasari
detikTravel
Deretan tengkorak di Kuburan Trunyan, Bali (Sastri/ detikTravel)
Deretan tengkorak di Kuburan Trunyan, Bali (Sastri/ detikTravel)
Bali - Indonesia memang punya dianugerahi banyak destinasi. Mulai dari yang menarik sampai menyeramkan ada di Bumi Pertiwi ini. Bahkan di 4 destinasi ini, traveler akan menemukan tengkorak yang berserakan. Hii!

Suasana berbeda dan mencekam, akan traveler rasakan saat berlibur ke destinasi-destinasi ini. Saat menjelajah 4 destinasi ini, mata Anda akan selalu disuguhi dengan tengkorak dan tulang belulang. Dikumpulkan detikTravel, Rabu (27/2/2013), inilah 4 destinasi di Indonesia yang dipenuhi tengkorak:

1. Pulau Karang Laut Kokas, Papua Barat

Dimulai dari Papua Barat. Bertempat di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, traveler akan melihat gugusan pulau karang yang cantik di tepi lautnya. Di salah satu tebing karang Laut Kokas ini, terdapat celah dengan sebuah kotak yang terbuat dari semen. Seramnya lagi, di sekitar kotak tersebut dipenuhi dengan tengkorak dan tulang belulang.

Ternyata, itu bukanlah tempat sembarangan. Konon, menurut masyarakat sekitar itu adalah kuburan atau tempat tidur Putri Laut. Putri Laut ini juga disebut-sebut sebagai hantu laut. Bahkan, penduduk sekitar suka meletakkan sesajen berupa, tembakau, sirih pinang, pakaian, atau uang sebagai persembahan kepada Putri Laut.

Layaknya mitos Nyai Roro Kidul, Putri Laut juga dipercaya sebagai penguasa Laut Kokas. Putri Laut dipercaya sebagai hantu berbentuk manusia dan bisa menjelma menjadi apapun.

2. Kuburan Trunyan, Bali

Di Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, Bali, jasad seseorang yang sudah meninggal tidaklah diletakkan dalam peti layaknya pemakaman biasa. Jenazah diletakkan begitu saja di atas tanah sebuah lahan. Itu dikenal sebagai Kuburan Trunyan.

Penduduk Desa Trunyan merupakan keturunan Bali Aga. Dari nama desanya saja, kampung ini sudah mencerminkan kesan mistis. Bagaimana tidak, kata Trunyan di sini berasal dari kata Taru dan Menyan.

Saat berada di makam Trunyan, pelancong harus berhati-hati karena tulang-tulang dan tengkorak berbaur dengan barang-barang lainnya yang berada di sepanjang jalan pemakaman ini. Keadaan kuburan memang sengaja dibiarkan seperti ini. Ya, karena ada peraturan yang melarang traveler membawa keluar barang-barang yang sudah ada di lokasi ini.

Selain jenazah yang masih utuh, di lokasi ini juga banyak tulang belulang dan tengkorak yang tergeletak begitu saja. Walaupun diletakkan di alam terbuka, jenazah-jenazah tersebut tetap tidak mengeluarkan bau busuk. Bisa dibilang ini adalah kuburan terseram di Bali.

3. Gua Latea, Sulawesi Tengah

Gua Latea berlokasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Gua yang terbentuk dari bukit kapur ini, punya panorama yang bisa membuat traveler merinding. Bukan karena keindahannya, melainkan karena gua ini merupakan pemakaman leluhur Suku Pamona.

Hampir sama dengan pemakaman tradisional Trunyan di Bali, di pelataran Gua Latea menghampar puluhan tengkorak dan tulang belulang. Hanya bedanya, Suku Pamona meletakkan jenazah di dalam peti kayu. Selanjutnya, anggota keluarga menyimpan peti kayu tersebut di dalam gua hingga tinggal kerangkanya saja.

Namun, tradisi pemakaman Suku Pamona ini sudah berakhir sejak abad ke-19 M. Meskipun tradisi unik itu sudah tidak dilakukan lagi, wisatawan tetap bisa melihat sisa-sisa tradisi suku Pamona di dalam Gua Latea.

Di dalam gua yang memiliki dua kamar utama ini, terdapat tulang belulang dan tengkorak manusia. Pada ruang pertama wisatawan akan melihat sekitar 36 buah tengkorak. Sedangkan pada ruang kedua yang berada di atas bukit terdapat 17 pasang peti jenazah dan 47 tengkorak.

4. Gua Tengkorak, Kalimantan Timur

Tak jauh berbeda dengan Gua Latea, di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim, juga terdapat Gua Tengkorak. Nuansa mistis, sangat terasa di dalam gua.

Ya, saat memasuki bagian dalam gua traveler akan melihat tengkorak dan tulang belulang manusia. Tengkorak dan tulang-tulang ini dipercaya sebagai peninggalan dari nenek moyang Suku Paser.

Bentuk Gua Tengkorak juga tidak terlalu besar. Untuk sampai di mulut gua, traveler harus menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu. Anak tangga ini memiliki tinggi kurang lebih 50 meter.

Selain gua yang penuh tengkorak, di bagian depan gua ini tersaji panorama alam nan hijau. Pemandangan hutan, sungai, sawah, dan ladang, terhampar luas di depan mata. Kini, destinasi ini banyak dikunjungi turis domestik dan tak jarang dari mereka yang menggunakan gua ini sebagai bahan penelitian.



(shf/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED