Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Okt 2020 17:01 WIB

DETIKTRAVEL

Hati-hati, Perubahan Iklim Bikin Bumi Lebih Sering Dilanda Bencana

Putu Intan
detikTravel
Gempa dan tsunami terjadi di Palu juga Donggala pada 28 September 2018 lalu. Satu tahun sudah bencana itu terjadi. Seperti apa potretnya kini?
Foto: Antara Foto
Jakarta -

PBB memperingatkan akan terjadi peningkatan bencana seiring terjadinya perubahan iklim. Jumlah orang yang mendapat bantuan kemanusiaan pun meningkat 50 persen pada 2030.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (14/10/2020) World Meteorology Agency memperingatkan terjadinya gelombang panas, pemanasan global, kebakaran hutan, badai, kekeringan, dan angin topan akibat perubahan iklim.

Akibat bencana itu, diprediksi orang-orang yang akan mendapatkan bantuan kemanusiaan naik 50 persen dibandingkan pada 2018 yang berjumlah 108 juta orang. Laporan juga menyebut akan terjadi lebih dari 11.000 bencana akibat cuaca, iklim, dan fenomena mirip tsunami.

Tsunami sendiri memang sering terjadi dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 2 juta orang dan menimbulkan kerugian materi sebesar USD 3,6 juta.

Namun dengan perkembangan yang sesuai harapan dalam periode itu, jumlah rata-rata kematian dari setiap bencana cuaca yang berbeda per tahun telah turun sepertiga. Walaupun jumlah kejadian dan beban ekonominya melonjak.

Sementara itu laporan State of Climate Services 2020 yang disusun oleh 16 lembaga internasional dan lembaga pembiayaan, menyarankan pemerintah untuk mengalokasikan lebih banyak uang ke dalam sistem peringatan dini.

Ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mempersiapkan, menanggapi, dan mengurangi dampak dari bencana alam tersebut.

"Sementara COVID-19 menimbulkan krisis kesehatan dan ekonomi internasional yang besar yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih, penting untuk diingat bahwa perubahan iklmin akan terus menimbulkan ancaman yang terus berlanjut dan meningkat di kehidupan manusia, ekosistem, ekonomi, dan masyarakat selama berabad-abad yang akan datang," kata Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas.

"Pemulihan dari pandemi COVID-19 adalah peluang untuk bergerak maju di jalur yang lebih berkelanjutan menuju ketahanan dan adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim antropogenik," katanya.



Simak Video "Penderitaan Lapis Tiga Warga Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA