Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Mei 2019 18:25 WIB

UGC-BRIDGE

Ketika Menteri Rini Singgah ke Gua Instagramable di Purbalingga

Arbi Anugrah
detikTravel
Menteri Rini dan jajaran Bos BUMN di Goa Lawa, Purbalingga (Arbi Anugrah/detikcom)
Menteri Rini dan jajaran Bos BUMN di Goa Lawa, Purbalingga (Arbi Anugrah/detikcom)
Purbalingga - Dalam kunjungan kerjanya ke Purbalingga, Menteri BUMN Rini Soemarno sempat singgah ke Goa Lawa Desa Siwarak. Rini pun dibuat terpukau akan keindahannya.

Saat berada di Purbalingga usai melihat proyek Bandara JB Soedirman dan Pondok Pesantren Roudlotul Muta 'Allimin Al 'Aziziyyah di Desa Toyareka, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga berkesempatan mengunjungi obyek wisata Goa Lawa Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja.

Dalam kunjungannya bersama para Dirut BUMN, Rini sangat senang dan kagum dengan tampilan dalam Goa Lawa yang diberikan penerangan lampu warna-warni sehingga menjadikan suasana lebih menarik.

"Senang sekali, sangat-sangat menarik dan ini secara sejarah punya makna yang sangat dalam, menurut saya ini potensinya sangat tinggi untuk wisata, kita memang perlu untuk mendorong wisata wisata yang seperti ini," kata Menteri BUMN Rini Soemarno kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Menteri Rini merasa senang akan potensi gua wisata tersebutMenteri Rini merasa senang akan potensi gua wisata tersebut (Arbi Anugrah/detikcom)
Dia mengatakan, dirinya mendapatkan informasi jika di goa tersebut juga banyak menyimpan sejarah Islam yang sangat kuat. Ada cerita jika Goa Lawa dijadikan tempat berkumpulnya Walisongo saat itu.

"Tadi sambil jalan bagaimana Walisongo ngumpul di sini, dan ada ruang rapat yang menjadi tempat mereka berkumpul dan itu kan sejarah Islam kita yang betul betul harus kita mengerti dan dalami. Tempat-tempat seperti ini harus terus kita dorong agar dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan jika pengembangan Goa Lawa tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Purbalingga. Untuk dapat mengenalkan Goa Lawa agar lebih banyak wisatawan yang datang diperlukan adanya pengembangan, maka dari itu, tidak menutup kemungkinan nantinya BUMD dapat bekerjasama dengan BUMN untuk mendorong wisatawan.

"Ini BUMD, tadi sudah bicara dan perlu ada pengembangan. Memang dana BUMD sedikit, mungkin nanti kita kerjasama dengan BUMD. BUMN-BUMN bersama sama mendorong wisatawan nusantara dan maupun wisatawan internasional mau datang ke sini, karena sekarang bagus sudah diberi lampu-lampu, setelah studi banding ke Guilin (Guilin, Guangxi, Cina)," jelasnya.

Suasana di dalam guaSuasana di dalam gua (Arbi Anugrah/detikcom)
Meskipun demikian, Menteri BUMN sangat berkeinginan untuk dapat mengunjungi Goa Lawa di Purbalingga tersebut. "Ini saya pertama kali, ini kan tutup karena pas puasa, insya Allah setelah puasa saya mau ke sini lagi," ucapnya.

Goa Lawa Purbalingga sejak diresmikan sebagai lokasi wisata tahun 1979 silam, perkembangannya stagnan. Daya pikatnya hanya suasana alam dan bebatuan serta lorong-lorong goa yang terkesan gelap. Bahkan Jumlah pengunjungnya setiap tahun di bawah 60 ribu wisatawan.

Ada cafe di dalamnya loh Ada cafe di dalamnya loh (Arbi Anugrah/detikcom)
Dengan pembenahan yang dilakukan, daya pikat yang dijual tidak saja hanya di dalam goa saja, tetapi juga rangkaian daya pikat di luar goa. Seperti sejarah budaya, mitologi, dan lingkungan.

Objek wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga) nantinya juga terkoneksi dengan daya tarik wisata di sekitarnya. Dengan pembenahan, Golaga bisa menjadi daya tarik wisata berkelas. Ditargetkan akan dikunjungi lebih dari 200 ribu wisatawan per tahunnya. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA