Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Jun 2016 12:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Warga & Pengunjung Padati Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi

Hasan Al Habshy
Redaksi Travel
Ritual bakar tongkang (Hasan/detikTravel)
Ritual bakar tongkang (Hasan/detikTravel)
Bagansiapiapi - Sebuah ritual warga Tionghoa di Bagansiapiapi, Riau begitu menarik untuk dilihat. Mereka membakar tongkang sebagai bentuk pemujaan kepada dewa.

Ribuan Warga etnis Tionghoa di Bagansiapiapi setiap tahunnya melakukan pemujaan terhadap Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun dengan membakar replika tongkang. Ritual tersebut bertujuan untuk mengenang para leluhur orang Tionghoa yang telah menemukan Bagansiapiapi dan sebagai wujud syukur kepada Dewa Ki Hu Ong Ya.

Kisah perayaan ritual bakar tongkang bermula ketika sekelompok orang bermarga Ang dari Fujian, Tiongkok berkeinginan untuk mengubah keberuntungan nasib di negeri orang menyeberangi lautan samudera luas. Mereka berlayar dengan menggunakan kapal kayu yang disebut kapal Tongkang.

Namun dalam perjalanan di tengah Samudera luas terjadi gelombang dahsyat yang mendamparkan Kapal Tongkang. Ternyata dalam Kapal Tongkang Kelompok Marga Ang ini membawa patung Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun yang berdasarkan kepercayaan diyakini telah menyelamatkan Kelompok Marga Ang.

Kelompok Marga Ang ini kemudian diyakini mendapat petunjuk Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun berupa cahaya api yang tampak dari jauh. Namun ternyata setelah didekati cahaya tersebut berasal dari cahaya ribuan kunang-kunang.

Kemudian kelompok marga Ang yang berjumlah 18 orang tersebut memutuskan untuk menetap di pulau yang dipenuhi Kunang-Kunang Api tersebut. Tempat tersebut kemudian diberi nama dan dikenal dengan sebutan Bagansiapiapi.


Tongkang yang diarak (Hasan/detikTravel)


Dipersiapkan sebelum dibakar (Hasan/detikTravel)

Pantauan detikTravel, upacara bakar tongkang tersebut diawali dengan arak-arakan ribuan warga etnis Tionghoa sambil membawa hio dan patung dewa serta kapal tongkang. Mereka mengarak dari klenteng Ing Hock Khing sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di Lokasi acara pembakaran tongkang di jalan perniagaan ujung sekitar pukul 15.30 WIB.

Setibanya di lokasi pembakaran tongkang langsung diletakkan di atas tumpukkan kertas. Lalu beberapa panitia menaki kapal tersebut untuk memasang tiang layar yang diyakini sebagai petunjuk rezeki bagi warga Bagansiapiapi.

Setelah tiang layar terpasang, seluruh pejabat pun dipersilahkan naik ke atas kapal beberapa menit sebelum kapal tersebut dibakar. Ribuan warga etnis Tionghoa pun tampak memadati lokasi pembakaran yang dipenuhi kepulan asap yang berasal dari hio yang mereka bawa.

Api mulai mulai menyala dan membakar badan tongkang sekitar pukul 16.20 WIB. Tak butuh waktu lama hanya sekitar 15 menit api melumat habis seluruh badan tongkang.


Tongkang mulai dibakar (Hasan/detikTravel)


Habis terbakar (Hasan/detikTravel)

Ribuan warga tetap menunggu hingga seluruh badan tongkang tersebut dilahap si jago merah. Mereka menunggu arah jatuhnya tiang layar yang mereka yakini sebagai petunjuk sumber rezeki.

Tepat pukul 16.38 WIB, tiang layar terakhir jatuh mengarah ke laut. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi, rezeki satu tahun ke depan lebih banyak dihasilkan dari hasil laut.

Acara pun berakhir dengan teriakan "Hoyaaaaa" dari warga Tionghoa yang menyaksikan tiang layar replika kapal tongkang jatuh kearah laut.

"Ini pertanda tahun ini banyak rezeki," kata salah satu warga bernama Selus.

Karena popularitasnya tradisi tahunan ini berhasil masuk menjadi salah satu nominasi "Anugerah Pesona Indonesia" untuk kategori festival budaya terpopuler.




(hab/shf)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED