Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Selasa, 31 Jan 2017 19:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Mistis Tapi Instagenic, Makam Tebing Toraja

Bona
Redaksi Travel
Foto: Melissa Bonauli/detikTravel
Foto: Melissa Bonauli/detikTravel
Tana Toraja - Makam memang tak jauh dari kata mistis. Tapi di Toraja, makam bukan cuma mistis tapi instagenic.

detikTravel mendapat kesempatan dari Kememterian Pariwisata untuk berkunjung ke Toraja, baru-baru ini. Salah satu makam yang jadi obyek wisata adalah Lemo di Desa Lemo.

Desa ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Makale. Sebuah plang bertuliskan Obyek Wisata Lemo juga sudah terpampang di pinggir jalan.

Lemo menjadi salah satu makam yang ada di Toraja. Berbentuk bukit dan penuh boneka kayu, makam ini terlihat mistis dan instagenic secara bersamaan.

Makam tebing di Lemo (Bonauli/detikTravel)Makam tebing di Lemo (Bonauli/detikTravel)
Di depan gerbang Lemo traveler harus membayar tiket sebesar Rp 10.000 per orang. Di sambut dengan beberapa toko suvenir, traveler bisa mampir membeli kerajinan tangan asli buatan pengrajin.

Berbeda dengan Kete Kesu, makam di Lemo tidak digantung tapi di masukkan ke dalam tebing. Tebing akan dipahat menjadi liang dengan bentuk kotak dan diberi pintu. Harga satu makam Rp 100 juta lho!

Boneka-boneka kayu di depan pintu makam seakan bertugas menjaga kuburan. Warna pakaian boneka yang warna-warni membuat makam terlihat cantik tapi juga seram.

Persis dibawah makam tergeletak beberapa keranda cantik. Memiliki atap seperti tongkonan, keranda ini nampak instarammable untuk di foto. Walau pun kenyataannya keranda digunakan untuk membawa peti.

Keranda yang mirip tongkonan, instagenic tapi seram (Bonauli/detikTravel)Keranda yang mirip tongkonan, instagenic tapi seram (Bonauli/detikTravel)



Ini jalur untuk melihat-lihat makam (Bonauli/detikTravel)Ini jalur untuk melihat-lihat makam (Bonauli/detikTravel)
Peti dan hiasan bunga juga letakkan begitu saja di bawah tebing atau di samping keranda. Peti yang terlalu besar tidak akan dibawa masuk ke liang makam. Ini biasa terjadi pada mayat yang dikirim dari luar Toraja.

"Biasanya keluarga yang merantau dan ingin dikuburkan di sini. Peti yang kebesaran tidak dibawa masuk ke dalam kuburan," kata Didi, salah satu pengrajin yang tinggal di Lemo.

Traveler bisa istirahat di sini (Bonauli/detikTravel)Traveler bisa istirahat di sini (Bonauli/detikTravel)


Pemandangan sawah di sisi lain makam (Bonauli/detikTravel)Pemandangan sawah di sisi lain makam (Bonauli/detikTravel)
Rasa lelah karena tangga yang naik turun akan hilang begitu lihat sisi berlawanan dari makam. Sawah luas dan hijau akan memanjakan mata traveler.

Pohon-pohon rindang akan memayungi traveler selama treking. Kursi-kursi kayu juga sudah disiapkan untuk beristirahat.

Makam ini masih berdekatan dengan rumah warga desa. Menurut mereka suasana makam akan terasa 'sesuatu' ketika ada seseorang yang baru dikuburkan di situ. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED
Tapal Batas

Potret Masjid Terjauh di Indonesia

Senin, 29 Mei 2017 07:52 WIB

Inilah masjid Al Aqsha di Merauke, Papua. Masjid yang punya arti terjauh, punya makna memang masjid ini cukup jauh dari mana-mana dan di ujung timur Indonesia.