Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Apr 2017 09:23 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Meski Mendung, Sunrise di Sikunir Tetap Dramatis

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Sunrise Sikunir yang dramatis karena kabut (Randy/detikTravel)
Sunrise Sikunir yang dramatis karena kabut (Randy/detikTravel)

FOKUS BERITA

Pesona Jawa Tengah
Wonosobo - Liburan ke Dieng, tentu tidak lengkap tanpa melihat sunrise di Bukit Sikunir. Saat mendung sekali pun, sunrise dari Sikunir tetap dramatis dan mempesona.

Dari dulu sampai sekarang, Bukit Sikunir di Wonosobo selalu menjadi primadona bagi traveler yang liburan ke Wonosobo. Tidak mengapa, sunrise emas di Sikunir memang begitu indah dan luar biasa.

Tepat pada hari Senin kemarin (17/4/2017), detikTravel pun ingin membuktikan keindahan dari sunrise di Bukit Sikunir yang sangat populer itu. Untuk persiapan, detikTravel pun berangkat dari penginapan di daerah Dieng pada pukul 05.00 WIB.

Pagi itu, cuaca Dieng terasa dingin sebagaimana umumnya. Berhubung naik motor, udara pun makin terasa dingin semriwing. Namun kurang lebih setengah perjalanan, perlahan langit malam mulai berubah sedikit menjadi biru gelap. Ya, agaknya saya sedikit telat.

Perjalanan dari penginapan di daerah Dieng menuju kaki Bukit Sikunir pun memakan waktu kurang lebih setengah jam. Masuk ke Desa Sembungan yang jadi pintu masuk Sikunir, traveler pun akan dimintai retribusi sebesar Rp 5 ribu per orang.

Bukit Sikunir yang tertutup awan (Randy/detikTravel)Bukit Sikunir yang tertutup awan (Randy/detikTravel)


Setibanya di area parkir yang berada di samping Telaga Cebong, saya pun segera memarkirkan motor dan membayar retribusi parkir sebesar Rp 5 ribu per motor. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Capek! Itu adalah kata pertama yang umumnya keluar dari mulut traveler ketika mulai menapaki jalur trekking menuju Bukit Sikunir setelah beberapa menit. Walau dekat, tapi jalanan batu yang ada memang menanjak dan cukup menguras stamina.

Siluet pengunjung lain (Randy/detikTravel)Siluet pengunjung lain (Randy/detikTravel)


Setelah menghabiskan waktu sekitar 15 menit dengan trekking, akhirnya detikTravel tiba di puncak Bukit Sikunir. Namun betapa terkejutnya, ketika mendapati banyaknya traveler yang sudah memenuhi sudut-sudut bukit.

Tidak puas dengan keramaian yang ada, saya pun kembali trekking ke sisi lain bukit yang jauh lebih tinggi. Di beberapa spot di sana, keramaian pun tampak menyebar. Hanya saja, pemandangan dari spot ini jauh lebih bagus dan 'bebas' pepohonan.

Matahari mulai menampakkan sinarnya (Randy/detikTravel)Matahari mulai menampakkan sinarnya (Randy/detikTravel)


Sabar menunggu, jarum jam pun menunjukkan pukul 07.00 WIB. Walau hari sudah makin siang, sang surya pun tidak kunjung muncul. Agaknya kabut pagi berhasil memaksa matahari untuk 'bersembunyi'.

Namun apa boleh buat, rencana untuk berburu sunrise di Sikunir harus tetap terlaksana. Bermodalkan pendar cahaya matahari di kejauhan, foto siluet pun menjadi andalan.

Sedikit kecewa memang, karena tidak dapat menyaksikan sunrise emas Sikunir yang sdah tersohor. Namun tidak apa, lain kali pastinya saya akan kembali lagi ke Dieng untuk melihat sunrise Sikunir. (rdy/wsw)

FOKUS BERITA

Pesona Jawa Tengah
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED