Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Senin, 08 Mei 2017 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Yang Asyik di Palangkaraya, Wisata Susur Sungai Ala Amazon

Afif Farhan
Redaksi Travel
Foto: Menyusuri Sungai Kahayan (Brigida Emi Lilia/dTraveler)
Foto: Menyusuri Sungai Kahayan (Brigida Emi Lilia/d'Traveler)
Palangkaraya - Mau coba wisata susur sungai seperti di Amazon, mari jelajahi Sungai Kahayan yang membelah Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Nikmatilah alam liarnya!

Salah satu operator wisata yang menjual paket perjalanan wisata susur Sungai Kahayan adalah Get Borneo. Dilihat detikTravel dari laman website resminya, Senin (8/5/2017) Sungai Kahayan adalah salah satu sungai terpanjang di Pulau Kalimantan. Memiliki panjang 600 km, lebar 500 meter dan kedalaman mencapai hingga 7 meter, sungai ini membelah Kota Palangkaraya.

Sungai Kayahan memiliki bentuk yang sangat unik karena terlihat seperti teluk yang menjuruk ke dalam. Alur sungainya dalam, sendimentasi di mulut sungai menyebabkan pendangkalan dik eliling sungai. Namun, bukan hanya uniknya saja yang membuat wisata susur Sungai Kahayan ini menarik, melainkan pemandangan di sekitar sungai serta suasana kehidupan Suku Dayak yang akan terlihat dengan mata kepala kamu sendiri.

Lihatlah hutan rimba dan orang-orang Dayak dari dekat. Rasakan suasananya yang masih liar. Dalam wisata susur sungai ini, perjalanan dimulai dengan suguhan pemandangan rumah-rumah apung warga di sekitar sungai yang masih sangat sederhana dan berbeda dengan pemukiman di kota besar.

Potret Sungai Kahayan (Get Borneo)Potret Sungai Kahayan (Get Borneo)
Banyaknya kelotok-kelotok milik warga yang sedang beraktivitas juga akan menambah eksotis Sungai Kahayan. Kemudian lanjut ke Pulau Kaja yang merupakan tempat konservasi orangutan Nyaru Menteng.

Di area wisata ini biasanya traveler diperbolehkan masuk dengan waktu yang telah ditentukan. Di dalam Nyaru Menteng kamu bisa melihat berbagai macam binatang khas Kalimantan seperti Macaca fascicularis yaitu monyet abu-abu ekor panjang yang bergelantungan dan berlompatan di antara pepohonan, uwa-uwa, lutung, biawak dan juga bekantan.

Setelah mampir di Pulau Kaja, perjalanan dilanjutkan ke Makam Keramat yang di dalamnya terdapat Sapundu. Itu adalah tiang untuk mengikat hewan kurban saat upacara tiwah (upacara kematian) dan tempat pengumpulan tulang belulang masyarakat suku Dayak.

Pinggiran sungainya yang suasananya masih sangat alami (Get Borneo)Pinggiran sungainya yang suasananya masih sangat alami (Get Borneo)
Untuk menikmati wisata sungai yang menarik ini, ada beberapa pilihan paket yang berbeda. Untuk paket regular, yaitu menyusuri sungai selama 3-4 jam dengan jenis perahu kecil atau sering disebut dengan perahu Kelotok, traveler dikenakan biaya Rp 75.000 per orang dengan kapasitas hingga 20 penumpang. Atau, dengan kapal yang berkapasitas lebih sedikit yaitu 8-9 orang biayanya Rp 250.000 per satu jam.

Paket yang lain membutuhkan biaya yang cukup mahal, yaitu antara Rp 10.000.000 sampai Rp 15.000.000 dengan menggunakan kapal besar yang memiliki fasilitas tempat tidur, restoran, kamar mandi, serta snack bar dan ruang karaoke untuk keluarga. Perjalanannya pun lebih jauh, hingga 24 jam.

Pelayanan wisata yang didapat pun sangat baik, sepadan dengan harganya. Kamu akan merasakan suasana istirahat di tengah sungai dan belantara hutan Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia. Mungkin, bisa disebut sebagai hotel berjalan di atas sungai.

Mari bertualang ke Sungai Kahayan! (aff/fay)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Negeri di Atas Awan Ala Trenggalek

Minggu, 28 Mei 2017 15:55 WIB

Jangan salah, Trenggalek di Jawa Timur punya Bukit Banyon untuk melihat panorama bak negeri di atas awan. Yang nanti bakal mudik ke sana, harus lihat langsung!

Kata Siapa Bali Cuma Pantai?

Minggu, 28 Mei 2017 14:20 WIB

Bali tak cuma punya deretan pantai. Datanglah ke Taman Nasional Bali Barat dan naik ke atas menaranya, untuk melihat panorama indah.

Tak Mau Pulang dari Lailiang

Minggu, 28 Mei 2017 08:55 WIB

Pantai Lailiang di Sumba Barat, NTT memang sangat elok dipandang. Pantainya bersih, pasirnya putih dan benar-benar bikin tak mau pulang.