Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Mei 2017 19:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Malam di Pohuwato, Asyiknya Berburu Durian Mungil!

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Berburu durian malam-malam di Pohuwato, Gorontalo (Wahyu/detikTravel)
Berburu durian malam-malam di Pohuwato, Gorontalo (Wahyu/detikTravel)
Jakarta - Wisata malam di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo traveler bisa coba untuk berburu durian. Meski duriannya kecil mungil, tapi manisnya menggigit!

Kabupaten Pohuwato merupakan daerah pemekaran dari Boalemo di Gorontalo. Usianya masih relatif muda, baru sekitar 14 tahun. Untuk wisatanya, Pohuwato punya Pantai Pohon Cinta yang jadi ikon.

Tak hanya itu, bila malam tiba di Pohuwato, itu berarti saatnya traveler mulai petualangan berburu durian yang banyak dijajakan di pinggir jalan Kota Marisa, ibukota Pohuwato. Seperti yang detikTravel lakukan beberapa waktu lalu saat berkunjung ke sini.

Malam belum begitu larut, masih sekitar pukul 21.00 WITA. detikTravel menyusuri jalanan Kota Marisa yang jadi pusat kehidupan di Kabupaten Pohuwato. Tak begitu jauh dari kawasan Pantai Pohon Cinta, akhirnya berjumpalah kami dengan apa yang selama ini kami cari: Bapak-bapak penjual Durian!

Lapak durian di Pohuwato (Wahyu/detikTravel)Lapak durian di Pohuwato (Wahyu/detikTravel)


"Ayo dibeli-dibeli. Sepuluh ribuan, satu ikat Rp 50 ribu, ada 40 ribu. Dipilih saja dipilih," teriak Kanune, salah seorang pedagang durian.

Lapak para pedagang durian ini sederhana saja, cukup di pinggir jalan. Spanduk bekas digelar, kemudian durian-durian dihamparkan, disusun berdasarkan hargan serta ukuran. Traveler yang ingin membeli jadi mudah untuk memilih.

Sang pedagang pun akan dengan sigap memilihkan durian yang matang untuk langsung disantap traveler di tempat. Tapi ada juga traveler yang membeli untuk dibawa pulang ke rumah. Bebas saja, tergantung kebutuhan.

Pedagang siap untuk membantu traveler memilih durian (Wahyu/detikTravel)Pedagang siap untuk membantu traveler memilih durian (Wahyu/detikTravel)


Kanune mengaku durian-durian ini dia datangkan dari kawasan Sulawesi Tengah. Tepatnya dari Parigi Moutong, dan juga dari Toli-toli. Soal kualitas, Kanune menjamin duriannya pasti bagus. Kalau tidak bagus, pembeli berhak meminta ganti. Kanune akan langsung memberinya, tanpa perlu nambah uang lagi.

"Jaminan kalau rusak, boleh minta ganti. Kasian kan kalau dari luar kota mesti sewa oto. Kalau warga sini kan sudah tahu," jamin Kanune, yang sudah berjualan durian dari sejak tahun 90-an.

Meski kecil, duriannya enak lho! (Wahyu/detikTravel)Meski kecil, duriannya enak lho! (Wahyu/detikTravel)


detikTravel pun menjajal durian yang dijual Kanune. Duriannya sudah matang, meski kecil tapi rasanya manis. Daging buahnya lembut dan bijinya kecil, jadi lebih puas.

Traveler yang kebetulan sedang berada di Pohuwato bisa berburu durian nan lezat ini malam-malam. Lapak Kanune dan rekannya buka sampai larut malam, hingga pukul 2 dinihari.

Durian seharga Rp 15 ribuan sebanyak 4 buah pun ludes oleh rombongan kami. Kamu juga bisa menyicipi durian yang sama kalau liburan ke Pohuwato, Gorontalo. (wsw/msl)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED