Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Nov 2013 18:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Romeo-Juliet Ala Banyumas & Asal Muasal Nama Baturraden

detikTravel
Objek wisata Baturraden (Tara/detikTravel)
Objek wisata Baturraden (Tara/detikTravel)
Purwokerto - Rasanya belum lengkap datang ke Purwokerto bila belum mengunjungi objek wisata Baturraden. Selain kaya akan alam serta budaya, Baturraden juga memiliki banyak sejarah di dalamnya, mulai dari legenda kuku macan sampai nama 'Baturraden' itu sendiri.

Jumat akhir pekan lalu, detikTravel bersama rombongan Santika Hotels & Resorts jalan-jalan ke tempat wisata alam ini ditemani oleh Deskart Sotyo Djatmiko selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Banyumas. Perjalanan dari area kota menuju Baturraden yang terletak di kawasan perbukitan memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Tanpa diminta, pria yang akrab disapa Djatmiko itu menceritakan sedikit mengenai legenda di Baturraden.

Nama Baturraden sebenarnya berasal dari legenda 'Romeo & Juliet' versi Banyumas. Namanya juga ditulis double huruf 'r' di bagian tengahnya karena berasal dari kata Batur dan Raden. Batur itu nama seorang pembantu dan Raden adalah seorang putri bangsawan.

Dulu kala sebelum taman wisata alam ini dibuat, ada seorang putri raja jatuh cinta dengan pemuda yang bekerja sebagai perawat kuda di salah satu desa, sekitar lima kilometer dari Gunung Slamet. Keduanya saling mencintai dan menjalin kasih asmara diam-diam karena hubungan mereka tidak direstui oleh sang raja.

Karena terlalu cinta, keduanya melarikan diri kemudian menikah tanpa restu ayahnya. Setelah anak pertama mereka lahir, raja meminta putrinya kembali ke rumah. Raja juga membawa pasukan untuk memaksa putri tunggalnya pulang. Baik putri maupun pemuda tersebut tidak mau menuruti kemauan sang ayah, lalu terjadilah pertempuran. Batur kemudian terbunuh oleh keris sang raja.

Tidak sanggup melihat suaminya terbunuh, sang putri langsung menancapkan keris tersebut ke tubuhnya. Melihat hal itu, raja sangat marah dan membunuh keturunan mereka kemudian dimakamkan di lereng Gunung Slamet. Itulah sebabnya area wisata ini dinamakan 'Baturraden'.

Menurut Djatmiko, kisah 'Romeo & Juliet' itu semacam legenda yang masih dipercaya hingga saat ini. Tak lama setelah cerita berakhir, saya dan rombongan tiba di Baturraden. Kemudian saya diajak memasuki area Lokawisata Banyumas itu. Meskipun hujan deras, saya dan lainnya tidak menyurutkan langkah untuk menikmati pesona alamnya. Udara di dalam cukup dingin ditambah hujan yang mengguyur tak ada habisnya. Namun salah satu pemandu wisata mengatakan bahwa udara di area Baturraden memang selalu sejuk dan dingin.

Baturraden juga seolah tidak mempunyai 'siang hari' karena letaknya di atas bukit dan jarang disinari matahari. Maka dari itu, tak heran bila objek wisata ini tetap menjadi buruan para turis yang suka liburan di alam terbuka yang segar saat sedang berlibur ke Purwokerto.

Di area sekitarnya juga terdapat 98 hotel yang terdiri dari dua hotel berbintang dan 96 hotel melati. Menjamurnya hotel di area wisata ini juga menjadi daya tarik para turis untuk menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh Lokawisata Baturraden.



(shf/shf)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED