Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 27 Agu 2015 18:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kuburan Mandor & Tragedi Pembantaian Oleh Tentara Jepang

Monumen di Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak (Sastri/detikTravel)
Landak - Kalimantan Barat menyimpan sepenggal kisah pilu mengenai pembantaian massal warga pribumi oleh tentara Jepang. Kuburan para korban pembantaian tersebut pun kini bisa traveler jumpai di Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak.

Makam Juang Mandor merupakan kuburan massal di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar. Inilah lokasi kuburan massal dari korban Peristiwa Mandor pada tahun 1942-1945, ketika Jepang menjajah Tanah Air.

detikTravel berkesempatan berkunjung ke Makam Juang Mandor beberapa waktu lalu. Ketika detikTravel berkunjung, terlihat gapura berwarna kuning-hijau serta sebuah monumen dengan rumput liar di sekitarnya yang seperti tidak terurus.

Di tembok monumen terdapat relief tentara Jepang yang sedang menyiksa penduduk pribumi. Gambar di relief itu menggambarkan kekejaman tentara Jepang yang memegang senapan dan samurai sambil berteriak kepada rakyat pribumi yang tampak sudah lelah dan pasrah.

Di area makam ada sebuah bangunan yang nampaknya dimaksudkan untuk pelayanan informasi pariwisata. Namun bangunannya kosong dan tidak orang berjaga di sana. Akhirnya saat itu detikTravel mencoba mengumpulakan berbagai informasi dari internet, sembari berkeliling di sekitar makam.

Rupanya, ketika Jepang menjajah Indonesia termasuk wilayah Kalimantan Barat, mereka ingin membuat semacam 'Jepang kedua'. Mereka pun membunuh para intelektual dan mengajari anak pribumi untuk tumbuh dan berkembang dengan cara Jepang.

Hampir semua pribumi, baik itu kalangan intelektual, tokoh agama hingga rakyat jelata di atas 12 tahun diculik dan dibantai. Yang melakukan penyiksaan hingga korban meninggal adalah Kempeitai (polisi militer) dan Tokkeitai (Angkatan Laut Jepang).

Rakyat pribumi akan dibungkus kepalanya dengan kain hitam kemudian ditebas. Ada pula yang mulutnya dimasuki keran dengan air mengucur deras hingga meninggal. Lebih dari 20.000 pribumi menjadi korban dari pembantaian massal ini.

Mereka kemudian disemayamkan di 10 kuburan massal yang tersebar di area yang kini dinamai Makam Juang Mandor. Setiap makam ukurannya cukup besar dengan bangunan beratap kerucut. Pada makam nomor 9 ada tiang dengan ukiran khas Dayak yang kabarnya menjadi tempat peristirahatan Sultan Pontianak bersama intelektual lainnya.

Makam Juang Mandor ini sebenarnya menyimpan banyak kisah sejarah bangsa sejak dijajah oleh Jepang. Sayangnya, tempat wisata sejarah ini kurang terawat dan tak banyak informasi yang bisa ditemukan di sana.

(krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA