Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Feb 2016 11:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Karapan Sapi & Pacu Jawi, Festival Balap Sapi Paling Fenomenal

Kurnia Yustiana
detikTravel
Foto: Karapan Sapi (Thinkstock)
Pamekasan - Festival balap sapi di Indonesia tak kalah seru dari pacuan kuda di luar negeri. Balapan sapi yang paling fenomenal bisa turis lihat di Madura dan Tanah Datar, Sumbar.

Menyaksikan balapan sapi tentu bisa jadi pengalaman unik saat liburan di dalam negeri. Paling tidak, ada dua ajang balapan populer yang bisa traveler saksikan, yaitu Karapan Sapi di Madura dan Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

Dari informasi yang dirangkum detikTravel, Kamis (25/2/2016), Karapan Sapi adalah perlombaan di mana sepasang sapi yang dikendalikan oleh seorang joki, adu cepat dengan melawan pasangan sapi lainnya. Tradisi ini diyakini sudah berlangsung sejak abad ke-14.

Ada beberapa versi asal muasal Karapan Sapi. Yang pertama, Kyai Pratanu menggunakan Karapan Sapi sebagai salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam. Versi lainnya menyebutkan kalau Karapan Sapi bermula dari datangnya Adi Poday ke Madura.


(Thinkstock)

Adi Poday adalah anak dari penguasa daerah Sapudi bernama Panembahan Wlingi. Adi Poday mengembara hingga Madura dan memajukan pertanian di pulau itu dengan pengalaman bertaninya di Sapudi. Sektor pertanian di Madura pun berkembang pesat.

Para petani semangat menggarap sawah dan tak jarang berlomba-lomba menyelesaikan pekerjaannya. Dari perlombaan kecil-kecilan inilah kemudian muncul tradisi Karapan Sapi. Jalur untuk pacuan sapi dibuat dengan panjang 100 meter dengan waktu balapan 10 detik hingga 1 menit.

Sapi-sapi yang akan berlomba juga dipercantik dengan hiasan berwana-warni untuk ikut parade sebelum pacuan dimulai. Parade berlangsung dengan iringan musik saronen. Kemudian saat bersiap adu cepat, hiasan akan dilepas, hanya yang tidak mengganggu gerak sapi saja yang dibiarkan terpasang.

Hingga sekarang, setiap tahunnya Karapan Sapi dilaksanakan di beberapa daerah di Madura sekitar bulan Agustus dan September, sedangkan babak finalnya berlangsung di Pamekasan pada akhir September atau Oktober.


(Miksan Ansori/d'Traveler)

Nah, kalau Pulau Madura punya Karapan Sapi, Ranah Minang punya Pacu Jawi. Pacu artinya lomba sedangkan Jawi adalah sapi atau lembu.

Pacu Jawi sudah berlangsung sejak beberapa abad yang lalu. Ajang ini biasanya diadakan setelah musim panen sebagai rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Lokasi lombanya di area sawah warga setempat yang berlumpur.

Berbeda dengan Karapan Sapi, dalam Pacu Jawi sepasang sapi tidak berlari bersama pasangan lainnya. Perlombaan dinilai dari kecepatan menempuh lintasan dan lurus atau tidaknya sepasang sapi saat berlari. Sapi yang larinya paling lurus dan cepat, itulah yang jadi pemenang.


(Thinkstock)

Saat menonton pacuan ini tentunya seru. Pengunjung akan melihat langsung bagaimana joki bersusah payah mengendalikan sapi agar terus berlari lurus, tanpa berbelok ke sawah lain.

Pacu Jawi semakin dimeriahkan dengan agenda parade di acara penutup. Ada parade pembawa dulang yang berisi makanan serta arak-arakan sapi terbaik yang didandani dengan berbagai aksesoris meriah.

Jadwal berlangsungnya Pacu Jawi memang berbeda-beda di setiap kecamatan. Tradisi tersebut dilaksanakan bergilir di 4 kecamatan yaitu Pariangan, Rambatan, Sungai Tarab dan Lima Kaum, sekitar bulan Februari hingga Oktober setiap tahun. (krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA