Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Jul 2016 17:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Destinasi Ala Eat, Pray, Love di Bali Untuk Cari Ketenangan Hidup & Cinta

Foto: (Columbia Pictures/Youtube)
Ubud - Bali jadi lokasi dari syuting film Eat, Pray, Love. Bagi Anda yang mau mencari ketenangan hidup dan cinta ala Julia Robert, bisa kunjungi sejumlah tempat ini.

Nama dan citra Bali memang sangat terangkat berkat film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Robert. Film yang dirilis di pasaran pada tahun 2010 itu diangkat dari novel dengan judul yang sama, tentang perjalanan hidup seorang novelis bernama Elizabeth Gilbert.

Julia Robert memerankan Elizabeth yang diceritakan berkelana ke beberapa negara untuk mencari ketenangan hidup. Salah satu negara yang ia kunjungi adalah Indonesia, tepatnya di Bali. Aneka objek wisata di Bali pun semakin terkenal setelah menjadi lokasi syuting film yang meraup keuntungan jutaan dolar ini.

Sejumlah lokasi di Bali yang didatangi oleh Julia Robert pun kian tenar berkat filmnya. Dirangkum detikTravel, Kamis (21/7/2016), inilah lokasi syuting film Eat, Pray, Love di Bali yang bisa kamu kunjungi untuk mencari ketenangan dan cinta:

1. Ubud

(Angela Jennifer Aroemrasni/d'Traveler)


Popularitas Ubud di kalangan traveler tentu sudah tak perlu ditanyakan lagi. Area persawahan Ubud yang terkenal masuk sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar Eat, Pray, Love. Di filmnya, Julia Robert asyik bersepeda di antara sawah-sawah yang menghijau sambil ditemani hembusan angin sejuk.

Selain itu, Pasar Ubud juga dipakai untuk syuting. Pasar tradisional ini areanya tergolong bersih dan asyik buat sekadar window shopping atau langsung belanja. Aneka tas serta suvenir khas Bali bisa ditemukan di sini.

Sejumlah kafe hingga tempat Yoga pun banyak dijumpai di Ubud. Tak heran jika banyak turis asing yang datang ke Ubud selain ke pantai di Selatan Bali.

2. Monkey Forest

(Thinkstock)


Masih di daerah Ubud, Monkey Forest yang populer juga tak terlewat untuk jadi tempat syuting film. Di dalam film dan bukunya, Julia Robert selalu lewat Monkey Forest kalau sedang bersepeda.

Buat traveler yang tidak takut didekati monyet, wisata ke Monkey Forest bisa jadi pengalaman seru. Monyet dianggap sebagai binatang yang dihormati masyarakat Hindu, sehingga di dalam hutan banyak monyet yang berkeliaran bebas. Tak ada yang diikat, apalagi dikerangkeng.

Pengunjung harus berhati-hati selama berkunjung. Terkadang monyet di sini cukup nakal. Janganlah memakai perhiasan atau barang lain yang mengundang perhatian monyet, untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Lokasi hutan juga termasuk tempat yang disakralkan. Dibangun Pura Dalem Agung Padangtegal dan satu pura lain sebagai tempat kremasi. Upacara keagamaan pun tak jarang dilakukan di Monkey Forest.

3. Pantai Padang-padang

(Afif/detikTravel)


Sebelum Eat, Pray, Love tayang, tak banyak turis yang tahu tentang Pantai Padang-padang. Pantai tersebut letaknya di Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Keindahannya tak kalah dengan pantai di Bali lainnya.

Di dalam film, Julia Robert berenang dan bersantai menikmati air yang jernih serta pasir pantai putih. Posisi pantai yang ada di balik tebing menambah kesan suasana tenang di sana.

Setelah film itu ke luar, dan tentunya scene di Pantai Padang-padang ditonton jutaan pasang mata, pengunjung pantai jadi makin ramai. Para penonton Eat, Pray, Love bisa jadi penasaran dan ingin datang langsung menikmati keindahan sambil berenang di pantai.

Selain berenang, turis juga bisa sekadar berjemur, membaca buku di tepian ataupun surfing menantang ombak. Di sini ombaknya memang pas sekali untuk surfing.

4. Rumah Ketut Liyer

(Shafa/detikTravel)


Salah satu tokoh yang cukup populer di film adalah Ketut Liyer, seorang guru spirital Bali yang memberi wejangan hidup pada Julia Robert. Namanya pun kian populer setelah filmnya tayang di bioskop. Traveler pun bisa mampir ke rumahnya di Jalan Raya Pengosekan, Ubud.

Sejak film meledak di pasaran, rumah Ketut Liyer pun ramai dikunjungi turis yang kebanyakan wanita usia 20-40 tahun. Para wanita itu datang untuk mendengar nasihat dari sang guru spiritual yang tersohor.

Biasanya rumah Ketut Liyer sudah ramai sejak jam 08.00 WITA. Padahal praktek baru buka sekitar pukul 09.00 WITA. Sebaiknya kamu datang lebih pagi agar tak mendapat antrean di nomor buntut.

Saat tiba giliran diramal, beliau akan menilik wajah dengan seksama dan memaparkan kepribadian kamu. Kemudian garis telapak tangan dipaparkan satu per satu, berlanjut ke lengan hingga tengkuk. Untuk tengkuk ini, menurut Ketut Liyer ada ciri khasnya masing-masing untuk setiap orang dan itu bisa menjadi bahan ramalannya.

Sesi ramalan berlangsung dengan santai, diiringi candaan sang guru yang bisa membuat kamu tertawa renyah. Di penghujung sesi, kamu akan mendapat wejangan yang berguna bagi kehidupan dari Ketut Liyer. Pastinya, momen spiritual bersama sang guru akan jadi hal yang tak terlupakan selama kunjungan ke Bali.

Jadi bagi kamu yang menggemari film Eat, Pray, Love, bisa berujung ke sejumlah destinasi di atas saat liburan ke Bali. Selain bisa mencari ketenangan dan cinta, bisa sekalian liburan. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA