Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 29 Mar 2017 08:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Yang Baru di Malang, Ekowisata Boon Pring

Muhammad Aminudin
detikTravel
Foto: Ekowisata Boon Pring di Malang (Aminudin/detikTravel)
Foto: Ekowisata Boon Pring di Malang (Aminudin/detikTravel)
Malang - Destinasi wisata baru terus bermunculan di Malang. Salah satu yang paling populer adalah Ekowisata Boon Pring di Desa Sananrejo.

Ekowisata Boon Pring, akan menjadi andalan Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, sebagai destinasi wisata.

Ekowisata ini memanfaatkan keberadaan embung atau telaga berasal dari beberapa sumber mata air. Dapat dijumpai beragam jenis tanaman bambu di lokasi yang berada di lereng Gunung Semeru ini.

Kepala Desa Sanankerto M. Subur mengatakan, telah ada 65 jenis tanaman bambu yang ditanam di lahan khusus, atau dikenal dengan hutan bambu, memanfaatkan lahan ekowisata Boon Pring memiliki luas sekitar 36,8 hektare.

"Tahun ini kita targetkan ada seratus jenis tanaman bambu. Puluhan ribu bibit sudah siap kami tanam," katanya berbincang dengan detikTravel, Selasa (28/3/2017).

Embung Boon Pring berada di Desa Sananrejo, Malang (Aminudin/detikTravel)Embung Boon Pring berada di Desa Sananrejo, Malang (Aminudin/detikTravel)
Dikatakan Subur, dinamakan Embung Boon Pring, karena keberadaannya berada di tengah tengah rerimbunan tanaman bambu.

"Embung dibangun sekitar tahun 1978, dan mulai mengembangkan wahana wisata ini sekitar dua tahun lalu. Kami berharap, ini akan menjadi destinasi wisata andalan desa kami nantinya," jelas Subur.

Biaya untuk menikmati wahana ekowisata Boon Pring cukup murah, yakni Rp 5 ribu per orang. Hasilnya nanti untuk menunjang perawatan dan operasional ekowisata.

"Sejak awal kami membawa konsep ekowisata, kelestarian alam serta melindungi sumber mata air. Pengunjung bisa belajar atau melihat segala jenis bambu di sini," terang Subur.

Adanya Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, lanjut Subur, akan cukup membantu dan mendorong berdirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kertoraharjo.

Keberadaan Bumdes secara resmi dikukuhkan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo turut mendongkrak perekonomian warga sekitar dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.

"Tahun kemarin (2016), Embung ini sudah menyumbang PAD sampai Rp 160 juta. Tahun ini diharapkan akan lebih meningkat lagi dengan mengambil dana desa sebagai modal sebesar Rp 170 juta," ungkap Subur.

Ada fasilitas sepeda perahu (Aminudin/detikTravel)Ada fasilitas sepeda perahu (Aminudin/detikTravel)
Modal itu, kata dia, akan digunakan untuk mengembangkan fasilitas wahana ekowisata. Seperti penambahan flying fox, sepeda perahu, dan kolam renang.

"Kami yakin Bumdes Kertoraharjo untuk mengelola Boon Pring mampu berkembang dan membawa kesejahteraan warga," sebutnya.

Wakil Head of Network and Service Bank Negara Indonesia (BNI) wilayah kerja Malang Akbad Bachtiar, menuturkan, BNI hadir untuk memperluas dan memperkuat literasi keuangan kepada masyarakat, yang selama ini belum mendapatkan akses lembaga keuangan dan layanan perbankan.

Termasuk dukungan segera berdirinya Bumdes di pedesaan, sebagai upaya pengentasan kemiskinan. "Ada lima fungsi utama kami, yaitu memberikan literasi keuangan, edukasi, konsultasi, pendampingan bisnis rintisan, serta mengantar berdirinya Bumdes, kepada desa yang belum mendirikan," ujar Akbad terpisah.

Asyik untuk wisata bareng si buah hatiAsyik untuk wisata bareng si buah hati Foto: (Aminudin/detikTravel)
Dijelaskan, Bumdes Kertoraharjo menambah jumlah Agen46 BNI, yang sekarang sudah mencapai 71 Bumdes. Pendirian Bumdes merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat dari desa oleh desa agar lebih mandiri.

"Kami yakin pengelolaan ekowisata Boon Pring oleh Bumdes Kertoraharjo akan maju, dan pastinya membawa kesejahteraan masyarakat, karena banyak desa lain yang mampu dan berhasil," sebut Akbad. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED