Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Apr 2017 16:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Rumah Panggung & Tradisi 'Memberi Makan Leluhur' di Wakatobi

Mukhlis Dinillah
Redaksi Travel
Foto: Rumah Panggung khas Desa Derawa di Wakatobi (Mukhlis/detikTravel)
Foto: Rumah Panggung khas Desa Derawa di Wakatobi (Mukhlis/detikTravel)
Wakatobi - Desa Derawa di Wakatobi adalah penghasil rumput laut. Di desa ini, kita bisa melihat rumah panggung dan tradisi 'memberi makan leluhur' sebagai kearifan lokal.

Berkunjung ke Desa Derawa, wisatawan tidak hanya mendapat wawasan mengenai budidaya rumput laut. Tetapi juga bisa melihat langsung khas rumah panggung yang masih dipertahankan turun temurun nenek moyang mereka.

Hampir 90 persen warga Desa Derawa tinggal di rumah panggung. Modelnya secara mayoritas sama. Namun pemanfaatan ruang di bawah yang berbeda beda. Ada yang digunakan untuk tempat berkumpul atau tempat menjemur rumput laut.

"Rumah panggung ini memang sudah turun temurun. Mereka dulu tidak punya uang untuk bangun rumah dari batu (semen), jadi pakai kayu model panggung," jelas Kades Derawa Jumani kepada detikTravel, Selasa (11/4/2017).

Rumah Panggung & Tradisi 'Memberi Makan Leluhur' di WakatobiRumah panggung khas Desa Derawa (Mukhlis/detikTravel)
Rumah panggung ini tentu tidak hanya berfungsi untuk tempat tinggal, tetapi juga lokasi pengelolaan hasil panen rumput laut. Mulai dari penjemuran, pemisahan hingga pengepakan dalam karung sebelum dijual.

"Terkadang menjemur di luar pakai matahari itu berbeda kualitasnya dengan rumput laut yang dijemur di bawah rumah panggung. Jadi kami terus pertahankan tradisi ini," ungkap dia.

Tradisi Koaloe

Tidak hanya mempertahankan rumah panggung, warga Desa Derawa juga masih menjaga tradisi koaloe. Tradisi yang sudah ada sejak turun menurun ini harus dijaga demi kesejahteraan warga Derawa.

Tradisi Koaloe ini dilaksanakan sebelum melakukan pembibitan rumput laut. Warga lebih dulu memberikan sesajen kepada penunggu Desa Derawa yang konon akan mendatangi warga lewat mimpi apabila tidak dilaksanakan.

Rumah Panggung & Tradisi 'Memberi Makan Leluhur' di WakatobiWarga sedang memeriksa rumput laut yang sedang dibudidaya (Mukhlis/detikTravel)
Biasanya penunggu Desa Derawa akan mendatangi orang tua atau tokoh adat. Lalu pesan mimpi itu diberitahukan kepada seluruh warga Desa Derawa untuk segera memberikan sesajen sesuai permintaan.

"Pernah tidak dilaksanakan tradisi itu memang didatangi lewat mimpi. Mereka bilang minta makan," ucap dia.

Jenis makanan atau sesajen ini yang diberikan itu berupa nasi merah, pisang merah, ubi merah, rokok merah, atau segala sesuatu yang berwarna merah. Entah apa yang menjadi alasan semua sesajen harus berwarna merah.

"Memang sesajennya harus berwarna merah. Kami kasih pewarna dulu sebelum ditaruh di beberapa lokasi yang diyakini menjadi tempat bersemayam mereka," ungkap Jumani.

Rumah Panggung & Tradisi 'Memberi Makan Leluhur' di WakatobiSuasana Desa Derawa di Wakatobi (Mukhlis/detikTravel)
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!