Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Apr 2017 14:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bahagia Itu Sederhana Ala Bocah-Bocah Pencari Ikan Wakatobi

Mukhlis Dinillah
Redaksi Travel
Anak-anak pencari ikan di Wakatobi (Mukhlis/detikTravel)
Anak-anak pencari ikan di Wakatobi (Mukhlis/detikTravel)
Wakatobi - Bahagia itu sederhana, mungkin itulah ungkapan yang tepat bagi anak-anak kecil pencari ikan di Wakatobi. Bagi mereka, laut sudah seperti tempat bermain. Yuk lihat!

Laut sudah tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Wakatobi. Selain menjadi sumber penghidupan, laut bagi anak-anak menjadi tempat bermain sangat mengasyikan.

Sore itu terlihat tiga bocah tengah asik bermain air laut di dermaga Tomia (salah satu pulau di Wakatobi). Tiga bocah itu dengan keberaniannya melompat dari atas dermaga hanya dengan berpakaian seadanya

Saat berada di air, ketiga bocah itu begitu mahir berenang. Wajar saja, sejak kecil mereka hidup di laut sehingga kemampuan berenangnya terbentuk secara alami. Seolah-olah berada di kolam renang di perkotaan.

Anak ini siap untuk meloncat (Mukhlis/detikTravel)Anak ini siap untuk meloncat (Mukhlis/detikTravel)


Namun, sebelum melompat itu ternyata ada dua jenis benda yang mereka pegang. Tangan kanan memegang kacamata renang, sedang yang kiri memegang sebuah besi kecil panjang menyerupai panah.

"Ini besi bekas kerangka payung. Saya ambil untuk panah ikan," kata salah seorang bocah, Sani Ramadhan (14) dengan logat khas Wakatobi

Dengan modal kacamata renang, besi kecil panjang dan karet gelang, ketiga bocah berani itu memulai petualangannya mencari ikan. Ketiga bocah itu mulai menyelami kedalaman laut 3 - 4 meter di sisi dermaga.

Ketika berada di dasar, mereka melepaskan anak panah sederhana ke arah ikan. Ketika tidak berhasil, mereka akan langsung muncul ke permukaan untuk mengambil nafas lalu menyelam lagi selama beberapa saat.

Mereka jago berenang (Mukhlis/detikTravel)Mereka jago berenang (Mukhlis/detikTravel)


Terik panas yang belum sirna dan membakar kulit tidak menyurutkan semangat mereka mencari ikan. Kegiatan ini hanya sebatas bermain saja bukan untuk mencari makan selayaknya orang dewasa.

"Cuma buat main-main saja cari ikan. Soalnya kalau di sisi itu ikannya kecil-kecil," timpal salah seorang bocah lainnya.

Menyelam mencari ikan sudah menjadi rutinitas ketiganya ketika waktu sekolah telah usai. Biasanya, mereka mulai basah-basahan di laut sekitar pukul 15.00 hingga pukul 17.30. Mereka pulang saat matahari tenggelam.

"Kadang ikan dapat cuma dua atau tiga, atau tidak sama sekali. Seru saja cari-cari ikan," ungkap Sani. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!