Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Agu 2017 11:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Vihara Bodhigiri di Blitar: Gerbang Kebebasan Duniawi

Erliana Riady
Redaksi Travel
Gerbang kebebasan di Vihara Bodhigiri (@ayukarisna1/Instagram)
Gerbang kebebasan di Vihara Bodhigiri (@ayukarisna1/Instagram)
Blitar - Liburan di Blitar kini tak hanya sekedar jalan-jalan. Kamu bisa menyejukkan hati dan pikiran di Vihara Bodhigi yang memiliki gerbang kebebasan duniawi.

Gerbang kebebasan berdiri megah di pinggir tebing curam 550 mdpl di Desa Balerejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Diberi nama Gerbang Kebebasan, karena melalui simbol gerbang dari pintu Jati kokoh inilah, manusia bisa merasakan kebebasan nafsu duniawi.

Disinilah semua umat beragama datang, untuk mencari arti kedamaian. Baik melalui diskusi ataupun belajar meditasi.

"Orang yang masuk gerbang ini, dia berusaha untuk melepaskan kemelekatan, keikatan dengan dunia luar. Tapi orang keluar dari dalam melewati gerbang ini, dia sudah mendapat pencerahan dan akan membebaskan orang lain dari keduniawian," jelas Bhikkhu Uttamo ditemui detikcom, Sabtu (12/8/2017).

Gerbang kebebasan ini memang pintu masuk menuju Vihara Bodhigiri. Atau warga sekitar menyebutnya Panti Semedi Balerejo. Terletak di Timur Tenggara 25 km Kota Blitar.

Bhikkhu UttamoBhikkhu Uttamo Foto: Erliana Riady/detikTravel
Ada tiga areal bangunan diatas tanah seluas 60.000 meter ini. Terdiri dari areal paling bawah sebagai tempat spiritual.

"Tidak hanya umat Budha datang kesini. Tapi umat lain berkumpul disini. Kami diskusi tentang hakekat manusia, alam dan Tuhan," ungkap Bhikkhu Uttamo.

Areal lebih atas merupakan lokasi wisata, dimana hampir tiap hari ada ribuan wisatawan luar dan dalam negeri berjalan-jalan di areal ini. Sepanjang lorong di areal ini, tampak berjajar relief seperti di Candi Borobudur dan Prambanan.

"Relief utama menceritakan bahwa kewajiban manusia hidup di bumi itu saling mengasihi. Tidak boleh membuat sengsara manusia atau makhluk lainnya," tutur Bhikkhu .

Relief selanjutnya, menceritakan bahwa manusia harus berbagi. Tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga menjaga keharmonisan dengan sesama makhluk dan alam atau semesta. Dan relief ketiga, lanjut Bhikkhu Uttamo, manusia setelah berusaha dengan alam tempat hidupnya, selebihnya memasrahkan kehidupan kepada Sang Pencipta .

"Relief ini sebenarnya tuntutan bagaimana manusia bisa mencapai damai, bahagia dan sejahtera selama hidup didunia. Dan ini ada disemua ajara agama maupun kitap sucinya," paparnya.

Di dataran paling atas, merupakan tempat meditasi. Ada yang dalam ruangan, ada yang beratap langit. Suasana tenang, hawa sejuk dan pemandangan alam menakjubkan membuat beberapa pengunjung memilih tempat ini. Ada yang sekedar menikmati indahnya pemandangan, ada juga yang sengaja datang untuk mencari ketenangan.

"Saya dari Yogya ke sini sama suami. Sudah biasa kesini, rasanya tenang kalau pulang dari sini. Kami hanya ngobrol sama Bante (Bhikkhu Uttamo) lalu meditasi," kata Julian (52).

Bulan Juli sampai dengan bulan Oktober atau yang lebih dikenal dengan masa Vassa, masa tiga bulan dimana para Bhikkhu tinggal di satu tempat tertentu untuk lebih giat berlatih diri dalam bermeditasi. Dan selama masa Vassa itu pula para peserta meditasi disana dapat berlatih bersama dengan pemimpin Vihara Bodhigiri/Panti Semedi Balerejo yaitu Bhikkhu Uttamo.

Relief pada dinding viharaRelief pada dinding vihara Foto: Erliana Riady/detikTravel
Pada masa Vassa ini, orang yang datang jumlahnya ribuan. Bukan hanya warga lokal dari Blitar Raya. Tetapi mereka juga datang dari daerah-daerah/kota-kota lain, sebut saja Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang dan lainnya untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian pikiran dengan melakukan meditasi.

Namun banyak juga umat beragama lain yang datang kesini. Kebanyakan justru ulama atau tokoh agama lain yang berdiskusi tentang keberagaman dalam cinta kasih sesama.

"Saya sering disini di skusi dengan para Ulama dan tokoh agama lain. Kami bicarakan bagaimana tetap menjaga keselarasan dan harmonisasi antar umat beragama. Landasannya rasa cinta kasih sesama manusia," aku Sang Bhikkhu.

Tak sedikit juga, umat beragama lain yang berkonsultasi dan ingin belajar meditasi.

"Tempat ini ideal untuk bermeditasi, dimana latihan meditasi sendiri merupakan latihan untuk mengendalikan pikiran, ucapan serta perbuatan," terangnya.

Jika berminat kesana, akses jalan sangat mulus bisa dilalui semua jenis kendaraan. Jalur utamanya, kantor Kelurahan Wlingi ke arah Utara sekitar 10 km. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Ketika 'Aquaman' Liburan

Rabu, 22 Nov 2017 22:55 WIB

Nama Jason Momoa naik daun setelah menjadi karakter Aquman di film Justice League. Di balik tampang sangarnya, aktor kelahiran Hawaii ini juga suka liburan.