Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Des 2017 12:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sawahlunto, Kota Tambang Peninggalan Hindia Belanda

Ikon Sawahlunto sebagai Kota Tambang (Randy/detikTravel)
Sawahlunto - Identitas Kota Sawahlunto sebagai kota tambang tidak dipisahkan oleh andil Pemerintah Hindia Belanda dahulu. Kisah dan peninggalannya pun masih ada kini.

Ketika penjajah Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1596 di bawah Cornelis de Houtman, mungkin mereka tidak menyangka akan kekayaan Indonesia di luar rempah-rempah yang berharga.

Nyatanya Indonesia yang kala itu disebut Hindia Belanda punya kekayaan yang lebih dari rempah-rempah, yakni dalam bentuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti batu-bara dan lainnya.

Tahun 1858 di bawah peneliti geologi Belanda Ir C De Groot van Embden, keberadaan batu-bara di aliran Batang Ombilin (Kini Sawahlunto - red) mulai terendus.

Tahun 1862, De Groot yang kala itu menjabat sebagai kepala pertambangan mengajak serta ahli geologi Willem Hendrik De Greve (akrab di sapa De Greve) untuk meneliti kandungan mineral dari Buitenzorg (Bogor) hingga Bangka dan Ombilin.

Patung dari kepala tambang Ombilin pertama, Dr Jan Willem Ijzerman (Randy/detikTravel)Patung dari kepala tambang Ombilin pertama, Dr Jan Willem Ijzerman (Randy/detikTravel)

Barulah pada 26 Mei 1867 di bawah Gubernur Jenderal Hindia Belanda kala itu, Pieter Mijer, menunjuk langsung De Greve untuk melakukan penelitian batu-bara lebih jauh di Ombilin.

Dari tangannya, De Greve menuliskan sebuah buku bersama WA Henny di tahun 1871 tentang hasil penelitiannya. Sejak saat itu De Greve juga membuka cerita lahirnya Ombilin sebagai Kota Tambang pertama di Indonesia.

Namun malang, nyawa De Greve harus hilang akibat terseret arus Sungai Batang Kuantan pada kunjungan keduanya di tahun 1872.

Dari De Greve, tongkat estafet pun kembali diteruskan oleh Dr Jan Willem Ijzerman atau yang dikenal juga sebagai seorang insinyur minyak sekaligus perintis Technische Hogeshool atau yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ijzerman juga menjadi salah satu orang yang membuka jalur transportasi kereta api di Sumatera Barat dari tahun 1887. Tidak sampai situ, Ijzerman juga ditunjuk untuk memimpin Tambang Batu-bara Ombilin di tahun 1892 hingga 1896.

Museum Tambang Batu-bara Ombilin (Randy/detikTravel)Museum Tambang Batu-bara Ombilin (Randy/detikTravel)

Oleh sebab itu, tak sedikit peninggalan Belanda yang dapat ditemui di Sawahlunto. Mulai dari rumah kolonial, arsitektur kota hingga bekas tambang, semua masih jelas dan begitu otentik di Sawahlunto.

Sejarah panjang pertambangan batu-bara di Sawahlunto juga dapat ditemui di Museum Tambang batu-bara Ombilin yang berlokasi persis di pusat kota. detikTravel pun berkesempatan datang ke museum ini pada hari jadi Sawahlunto, Jumat pekan lalu (1/12/2017).

Kabar baiknya, Anda hanya perlu mengisi buku tamu untuk melihat koleksi arsip dan sejarah pertambangan batu bara di Sawahlunto. Satu lagi peninggalan Belanda di Indonesia yang masih sering luput dari perhatian traveler. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
DMentor
×
Bisnis Untuk Si Introvert
Bisnis Untuk Si Introvert Selengkapnya