Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Apr 2019 12:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cerita dari Banyuwangi, Dulu Tanah Tandus Kini Indah Berwarna-warni

Ardian Fanani
detikTravel
Lokasi baru Banyuwangi Agroexpo yang instagramble (Ardian Fanani/detikcom)
Lokasi baru Banyuwangi Agroexpo yang instagramble (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Ini destinasi baru yang cantik di Banyuwangi. Sebuah kebun tandus yang disulap menjadi lokasi agrowisata yang instagramble. Seperti apa ya?

Ini di Banyuwangi. Lahan seluas 10 hektar yang berada di lereng Ijen ini disulap menjadi kebun berbagai tanaman yang hasil pertanian asli Banyuwangi. Tak hanya itu, tanaman mulai bunga hingga buah bisa menjadi objek yang instagrmable.

Lokasi ini bakal menjadi lokasi baru Banyuwangi Agroexpo yang bakal digelar pada 25 April hingga 1 Mei 2019. Salah satu agenda Banyuwangi Festival yang menampilkan kekayaan pertanian lokal. Ini bakal menjadi atraksi menarik karena memadukan pengembangan inovasi pertanian modern, edukasi sekaligus jadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Agro Expo 2019 akan memberikan suasana berbeda karena digelar di lokasi baru seluas 10,6 hektar yang berada di kawasan lereng Gunung Ijen Kecamatan Licin. Sebelumnya Agro expo di gelar di areal persawahan di tengah kota.


(Ardian Fanani/detikcom)(Ardian Fanani/detikcom)


"Kita ingin kegiatan agro expo ini bisa berkelanjutan menjadi destinasi pariwisata baru daerah. Makanya kita pindah agak ke atas di sekitar Lereng Ijen yang lokasinya lebih memadai. Lokasi baru ini cukup luas dan menawarkan pemandangan yang indah khas pegunungan. Bahkan kota Banyuwangi dan selat Bali juga terlihat, sangat pas untuk berwisata," kata Anas kepada detikcom, Sabtu (20/4/2019).

Selain menawarkan lokasi baru yang menawan, Agro Expo yang mengangkat tema creative agriculture ini, juga dipastikan tampil dengan lebih menarik. Beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah mulai hortikultura, tanaman pangan, perkebunan hingga peternakan dan semua produk olahannya di tampilkan di ajang ini.

Aneka tanaman dan buah eksotis asal Banyuwangi juga turut dipamerkan dalam expo tersebut. Mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji. Juga ada hamparan bunga-bunga cantik warna-warni yang menjadi spot selfie instagrammable.

Selain menjadi ruang pamer pertanian, ajang ini juga ingin menunjukkan kepada khalayak beragam teknik tanam moderen yang bisa diadopsi masyarakat.

Cerita dari Banyuwangi, Dulu Tanah Tandus Kini Indah Berwarna-warmiFoto: (Ardian Fanani/detikcom)


"Semua tanaman di lahan agro expo ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar bahkan berbuah sejak tiga bulan terakhir. Di sini, kami ingin menunjukkan bahwa dengan cara tanam dengan teknik yang tepat, berkebun dan bercocok tanam itu bisa bisa dilakukan siapapun dan kapan pun. Ayo, jangan ragu-ragu berkebun dengan mengoptimalkan lahan yang ada," ajak Anas.

Di pameran tersebut nantinya, semua proses penanaman bisa dipelajari langsung di sana. Pengunjung juga bisa langsung berkonsultasi ke tim yang sudah disiapkan.

"Misalnya mau bikin kebun di pekarangan rumahnya, bisa langsung konsultasi. Mau ternak lele, tanam padi, kembangkan jeruk atau buah naga, bisa langsung tanya. Termasuk kalau mau memeriksakan hewan peliharaan, kita siapkan dokter hewan," kata Anas.

"Sekaligus ini mengajak publik agar tidak ragu bisnis pertanian. Karena bidang ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan menguntungkan secara ekonomis, tidak kalah dari kerja kantoran," papar Anas.

 (Ardian Fanani/detikcom) (Ardian Fanani/detikcom)


Agro expo juga semakin menarik dilengkapi karena dilengkapi arena edukatif dan playground untuk anak-anak. Ada atraksi memberi makan untuk kelinci, sangkar burung raksasa, pameran aneka reptil.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan salah satu keunikan dari agro expo tahun ini adalah lahan yang dipakai tersebut dulunya merupakan lahan pertanian yang sudah disklimaks alias tidak produktif lagi. Namun dengan diolah secara tepat dalam waktu tiga bulan lahan bisa kembali subur dan menjadi media subur bagi tumbuhnya aneka tanaman.

"Kami bahkan membuat sawah baru seluas 1500 meter persegi yang tumbuh subur. Masyarakat yang tertarik bisa belajar langsung kepada tim kami," ujarnya.

Di pameran ini juga bakal dipamerkan berbagai alat produksi pertanian mulai tradisional hingga modern sebagai edukasi bagi anak-anak muda.
Cerita dari Banyuwangi, Dulu Tanah Tandus Kini Indah Berwarna-warmiFoto: (Ardian Fanani/detikcom)
(sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA