Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Mei 2019 13:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Orang Sekampung Cuci Karpet Masjid, Tradisi Ramadan di Semarang

Aji Kusuma
detikTravel
Tradisi cuci karpet masjid jelang ramadan di Kabupaten Semarang (Aji Kusuma/detikcom)
Tradisi cuci karpet masjid jelang ramadan di Kabupaten Semarang (Aji Kusuma/detikcom)

FOKUS BERITA

Tradisi Sambut Ramadan
Ungaran - Riuh semarak menyambut bulan Ramadan sudah mulai terasa. Di Semarang, ada tradisi mencuci karpet masjid yang dilakukan orang sekampung.

Agenda mencuci karpet Masjid berjamaah dilakukan di Sungai Muncul, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Dari pantauan detikcom, sebagian besar warga datang ke lokasi pencucian menggunakan mobil bak terbuka.

Mereka memanfaatkan bak mobil untuk mengangkut karpet masjid yang hendak dicuci. Margiyono, warga Getasan, datang sejak pagi untuk mencuci karpet masjid. Ia bersama beberapa warga membawa karpet dari tiga masjid yang ada di desanya.

"Saya datang sejak pagi tadi, ini sudah mau selesai. Bawa banyak karpet mas dari tiga masjid. Mulai dicuci sekarang karena jarang panas, mungkin butuh waktu 3-4 hari untuk menjemur sampai kering," ujar dia, Jumat (1/5/2019).


Orang Sekampung Cuci Karpet Masjid, Tradisi Ramadan di SemarangFoto: (Aji Kusuma/detikcom)


Tak hanya mencuci, tampak juga banyak anak-anak yang berenang di sekitaran Sungai Muncul. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk masuk ke areal ini adalah Rp 2 ribu.

"Biaya 2 ribu per orang, ya nggak apa untuk biaya kebersihan dan pengelolaan. Mau di sini berapa jam juga tidak masalah," ujar Margiyono.

Cukup mudah untuk menuju lokasi Sungai Muncul. Dari pusat Kota Ambarawa bisa ditempuh dengan waktu 25 menit.

Tidak perlu takut tersasar, sebab dari Kota Ambarawa papan penunjuk jalan akan setia menemani perjalanan Anda menuju Sungai Muncul. Lalu, tradisi ramadan apa yang ada di kampungmu kawan?

Orang Sekampung Cuci Karpet Masjid, Tradisi Ramadan di SemarangFoto: (Aji Kusuma/detikcom)
(msl/fay)

FOKUS BERITA

Tradisi Sambut Ramadan
BERITA TERKAIT
BACA JUGA