Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 16 Jun 2019 16:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sumbawa Pakai Barapan Kerbau Untuk Silaturahmi

Harianto Nukman
detikTravel
Barapan Kerbau di Sumbawa (Ari/istimewa)
Barapan Kerbau di Sumbawa (Ari/istimewa)
Sumbawa - Masyarakat Sumbawa punya tradisi balapan kerbau. Bukan sekadar balapan, tapi ada makna tersendiri.

Barapan Kebo sudah menjadi tradisi yang cukup diminati masyarakat Sumbawa, NTB. Atraksi budaya ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan transaksi ekonomi.

Masyarakat suku Sumbawa memiliki moto Sabalong Samalewa (Samawa). Filosofi hidup itu dalam pemahaman yang luas bisa diartikan sebagai suatu perjuangan yang seimbang dan dilakukan secara bersama-sama.

Salah satu pegiat pariwisata budaya Sumbawa, Ari Abdussalam (37) saat berbincang dengan detikcom, Minggu (16/6/2019) menjelaskan kaitan tentang semangat dan nilai silaturahmi di anggota komunitas penghobi barapan kebo.

Banyaknya peserta yang ikut barapan setiap pekan menandakan jika atraksi budaya ini sangat digemari. Peserta yang ikut berlomba datang dari dua kabupaten yang berbeda, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabuaten Sumbawa Barat.

(Ari/istimewa)(Ari/istimewa)

Sebagai suatu ajang silaturahmi, Ari menuturkan bahwa peserta yang datang dari desa yang jaraknya cukup jauh biasanya sehari sebelum barapan mereka sudah berangkat ke lokasi arena.

Peserta yang saling mengenal juga akan saling menghubungi kerabatnya. Selain itu, panitia penyelenggara juga sudah bisa menyesuaikan lokasi tempat menginap kepada semua peserta tamu yang datang dari jauh.

Setiap barapan selalu ada transaksi jual beli. Harga kerbau yang dipakai barapan itu bergantung dari kecepatan lari dan besar kecilnya. Ada kerbau barapan yang dijual dengam harga Rp 10 juta sampai dengan Rp 25 juta per ekor.

"Tapi kalau orang mau beli biasanya satu ekor dulu. Nanti waktu ada kegiatan barapan di tes dulu kecepatan larinya sama yang kira-kira pas dengan kerbau pasangannya dan mana yang sepadan. Kalau cocok dibayar," tuturnya Ari.

Kerbau yang dipakai barapan biasanya dipersiapkan sejak umur di bawah satu tahun dan sudah mulai diajarkan barapan. Untuk kerbau yang akan dipakai barapan hanya kerbau jantan saja dan biasanya diajari berlari sedari masih kecil.

(Ari/istimewa)(Ari/istimewa)

"Dulu khususnya kerbau barapan nggak di pakai untuk membajak sawah, khusus untuk barapan saja. Makanannya sama saja, cuma diperlakukan berbeda. Kadang ada dikasih minuman seperti jamu atau rempah-rempah. Diberikan madu dan telur juga," ungkap Ari.

Di sisi yang lain, keberadaan seorang pawang atau sandro dipercaya memiliki peran yang cukup kuat.

Seorang sandro saka bertugas agar tiang saka sebagai penanda garis finish sulit dikenai oleh kerbau lawan. Sandro kerbau berperan agar kerbau bisa berlari dengan kencang di saat barapan.

"Dipercaya seperti itu. Sudah turun temurun. Ritualnya ada. Sebelum pergi ke arena, kerbaunya didoa dulu sambil disiram pakai air doa. Saat akan berangkat ke arena waktu juga jadi perhitungan sandro," jelasnya. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED