Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jun 2019 09:48 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Akhir Pekan di Yogyakarta, Bagi Si Pencandu Senja

Bonauli
detikTravel
Suasana senja di Watugupit (Bonauli/detikcom)
Suasana senja di Watugupit (Bonauli/detikcom)
Bantul - Segelas kopi dan senja, diakui ampuh untuk melepas penat di akhir pekan. Kamu yang di DI Yogyakarta, ada Watugupit yang terkenal dengan senja cantiknya.

Nama Bukit Watugupit di Bantul mulai terdengar di kalangan pecandu senja di DI Yogyakarta. Punya pemandangan langsung ke Pantai Parangtritis, Watugupit jadi incaran saat sore tiba.

Bukit Watugupit sendiri awalnya adalah tempat take off olahraga paralayang. Namun semakin ke sini, tempat ini justru lebih dikenal karena pemandangannya. Akhirnya Bukit Watugupit jadi tempat wisata di Bantul yang populer.

Akhir Pekan di Yogyakarta, Bagi Si Pencandu SenjaPemandangan indah dari Watugupit (Bonauli/detikcom)

detikcom mencoba untuk menjajal tempat ini, Sabtu (21/6/2019). Perjalanan dari Kota Yogyakarta ke Bukit Watugupit, Bantul, memakan waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan bermotor.

Saat tiba di pintu masuk area Parangtritis, traveler harus membeli tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Begitu sampai di area Bukit Paralayang, kamu akan kembali membeli karcis sebesar Rp 9.000 untuk dua orang. Tapi digenapkan menjadi Rp 10.000 untuk satu kendaraan bermotor.

Jalan yang menanjak menandakan kamu sudah tiba di area Bukit Watugupit. Traveler harus kembali mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 untuk parkir. Kemudian kamu bisa langsung naik tangga menuju Watugupit.

Akhir Pekan di Yogyakarta, Bagi Si Pencandu SenjaWisatawan menunggu sunset (Bonauli/detikcom)


Di kanan kiri tangga tersedia meja makan yang menghadap ke Pantai Parangtritis. Bagitu sampai di atas, mungkin kamu akan sedikit bergidik.

Seperti yang sudah dijelaskan, Warugupit adalah landasan take off bagi traveler yang hendak melakulan paralayang. Jadi bukit ini bentuknya turunan curam yang juga jadi tebing tinggi. Tentu saja tak ada pembatas, karena ini adalah landasan.

Bukit ini mulai dikenal karena keindahan senjanya. detikcom mencoba untuk melihat animo masyarakat terhadap ketenaran tempat ini sebagai tempat liburan di akhir pekan.

Akhir Pekan di Yogyakarta, Bagi Si Pencandu Senja Sunset di Watugupit (Bonauli/detikcom)


Saat siang, hanya sekitar 20 orang yang ada di Watugupit. Namun mulai pukul 16.00-17.00, landasan curam ini mulai padat dengan muda-mudi yang ingin melihat sunset.

Bisa dibilang, bukit ini lebih populer karena sunset dibandingkan paralayangnya. Para pengunjung datang dan duduk untuk menanti senja eksotis Parangtritis.

Matahari perlahan turun. Di balik bukit berhadapan dengan pantai, garis horizon mulai kabur. Warna jingga dan biru menyatu dan membuat pengunjung terpesona.

Seraya senja turun, gadget para pengunjung terangkat makin tinggi. Semua yang duduj di sana sibuk mengabadikan keindahan Warugupit yang membuat terperangah.

Akhir Pekan di Yogyakarta, Bagi Si Pencandu Senja Menikmati malam di Watugupit (Bonauli/detikcom)


Para pengunjung bahkan duduk di pinggir tebing hanya untuk berpose dengan latar senja. Ini agak mengkhawatirkan.

Sesaat mulai gelap, para pengunjung terlihat membubarkan diri. Tak semuanya pulang, ada yang nongkrong, ngopi atau makan untuk melihat kelap-kelip lampu dari ketinggian.

Bintang-bintang bercahaya terang. Satu lagi bukti bahwa senja di Yogyakarta terlalu manis untuk ditepis. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED