Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jul 2019 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dulu Alat Politik, Mobil VW Camat Kini Jadi Wisata Andalan Magelang

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Tur VW Camat di Magelang (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Tur VW Camat di Magelang (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kabupaten Magelang - Dulu, sekitar tahun 1970-an, mobil ini hanya dipakai oleh para pejabat. Kini, mobil VW Camat atau 181 jadi wisata hits di Magelang.

Ya fenomena itulah yang kini digemari oleh wisatawan di Magelang. Oleh Apollo Widhiantmoko Banuaji, pelopor tur VW Camat di sana menceritakan kisahnya.

Apollo kelahiran Bandung dan besar di Jakarta. Tahun 1998 ia merantau ke Bali dan 2016 pergi ke Magelang. Ia kini mengelola tur VW Camat.

"Kita pilih jalur destinasi desa wisata yang potensial. Kita bermula untuk pemberdayaan wisata di Borobudur," jelas dia.

"Kalau kamu tahu dulu itu pas zaman Presiden Soeharto ada program pengadaan VW ini untuk para camat. Tujuannya agar kepemimpinannya berlanjut dan tetap didukung oleh para camat itu," imbuh dia.

Dulu Alat Politik, Mobil VW Camat Kini Jadi Wisata Andalan MagelangFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Sejak pindah ke Magelang ia mencari jalan baru pekerjaannya, yakni menggunakan VW Camat. Kini, di sekitar Candi Borobudur sudah banyak pengemudi VW dan dia kemudian membikin satu komunitas lagi, yaitu VW Wisata.

VW Wisata ini untuk membantu destinasi wisata yang tidak terjangkau wisatawan karena jarak yang terlalu jauh dari kota maupun Borobudur. Dia sekaligus membina desa yang jadi destinasi wisata tujuan VW-nya.


"Salah satu contoh Di Candimulyo kita bawain tamu dan biar mereka belajar bagaimana proses menjadi destinasi wisata seperti apa. Lalu membantu mereka melayani tamu. Jadi saling bersinergi," urai dia.

Program VW Camat milik Apollo ditujukan pada pengalaman. Maka dari itu lebih banyak yang dia beri wisata edukasi, yakni edukasi tentang lingkungan, sosial dan budaya.

"Kita juga ada PT yang menyediakan bus dan transportasi lain. Itu buat destinasi nggak bisa dilalui VW karena biaya yang terlalu tinggi," tegas dia.

Dulu Alat Politik, Mobil VW Camat Kini Jadi Wisata Andalan MagelangFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Adapun jalur VW Camat kelompok Apollo yang bersifat alam jalurnya ke Candimulyo, untuk budaya diarahkan ke Candi Borobudur. Sedang untuk sosial diarahkan ke Gunung Sumbing dan Merapi.

"Contohnya kita lihat masyarakat daerah Mangli, Sumbing ada sistem pertanian yang bersifat gotong royong. Kita tunjukkan harga sayur murah karena mereka bergotong royong. Tidak ada biaya tambahan lain. Jika A menggarap lahan maka semua ikut membantu dan seterusnya. Ini yang sudah jarang terjadi," terang Apollo.


"Kalau di Merapi, ada masyarakat banyak yang sudah maju. Walau gersang di sana tapi ada hidroponik. Tamu diajari hal itu. Itu bisa ditiru kalau masuk di masa pensiun," imbuh dia.

Jumlah armada VW Camat milik kelompok Apollo sebanyak 25 unit. Ada pula mobil combi dan konsepnya bisa menginap di mobil.

"Tapi belum banyak tahu kalau ada program itu tapi kita sudah jalan. Tarif kita short time 2,5 jam, 350 ribu. Lalu ada yang 4 jam Rp 450 ribu. Kalau full trip yang dibarengi wisata edukasi kita hitungnya per pack Rp 200-325 ribu dan sudah ada program edukasi, destinasi, konsumsi dan dokumentasi," pungkas dia.
Dulu Alat Politik, Mobil VW Camat Kini Jadi Wisata Andalan MagelangFoto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
(msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA