Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Sep 2019 19:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Makan Rujak di Simpang Ini, Dipercaya Bisa Enteng Jodoh

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Penjaja rujak di Simpang Jodoh, Tembung (Randy/detikcom)
Penjaja rujak di Simpang Jodoh, Tembung (Randy/detikcom)
Medan - Makanan rujak tentunya sudah populer dan disukai oleh traveler. Hanya di Medan Tembung, ada simpang yang populer dengan rujak dan juga jodoh. Penasaran?

Berlokasi di daerah Percut Sei Tuan, Tembung, Deli Serdang, ada sebuah simpang yang dikenal dengan nama simpang jodoh. Nama itu sendiri erat kaitannya dengan barisan pedagang rujak di simpang tersebut.

Mumpung sedang transit beberapa jam di Bandara Kualanamu, detikcom pun menyempatkan diri main ke Tembung dan menjajal deretan rujak legendaris di perbatasan Kota Medan ini pada hari Kamis (5/9) pekan lalu.

Lokasinya persis ada di persimpangan Tembung (Randy/detikcom)Lokasinya persis ada di persimpangan Tembung (Randy/detikcom)
Tak sendiri, detikcom pun ditemani oleh Adit, admin dari TaukoTembung yang sudah malang melintang melestarikan budaya di Tembung. Dijelaskan oleh Adit, kalau rujak di Simpang Jodoh memiliki makna seperti namanya.

"Orang biasa ke sini untuk makan rujak sambil cari jodoh, tapi itu dulu. Kalau sekarang kebanyakan yang jual sudah generasi ketiga, emak-emak semua," ujar Adit sambil tertawa.

Bagi masyarakat sekitar, nama Simpang Jodoh tentunya menyimpan kenangan akan romantisme masa lalu. Apalagi bagi traveler yang dulu mungkin bertemu jodohnya saat makan rujak di situ.

Diceritakan oleh Adit, kalau para pedagang rujak mengalami perkembangan seiring perubahan zaman. Ada yang berubah dari pedagang rujak dewasa ini.

"Kalau dulu jualan pakai gerobak kayu, sekarang sudah gak ada. Harusnya tetap dipertahankan keasliannya," tutur Adit.

Penjaja rujak di Simpang Jodoh (Randy/detikcom)Penjaja rujak di Simpang Jodoh (Randy/detikcom)
Soal jam berjualan, para penjaja rujak buka dari pagi sampai tengah malam. Hal itu pun dituturkan oleh salah satu penjaja, Ika Erawati.

"Ada yang mulai jam 09.00 sampai jam 01.00 malam. Aku sampai jam 23.00," ujar Ika.

Layaknya rujak pada umumnya, rujak Simpang Jodoh juga menyajikan aneka buah potong serta sambal rujaknya yang pedas. Per porsi rujak pun dihargai Rp 15 ribu saja.

Ika yang merupakan generasi ketiga penjual rujak di Simpang Jodoh pun mengatakan, bahwa pariwisata kian maju. Semenjak bandara berpindah ke Kualanamu dari Polonia, tak sedikit wisatawan yang mampir beli rujak di sana.

"Semenjak ada bandara (Kualanamu), bule mampir ke sini," ujar Ika.

Tak heran, Tembung jadi rute yang harus dilewati oleh traveler menuju bandara dari Medan. Terlebih, kuliner rujak cukup sulit ditemui di Medan. Lain halnya dengan di Pulau Jawa.

Oleh sebab itu, rujak Simpang Jodoh di Tembung menjadi tempat bertemunya warga lokal hingga wisatawan. Kalau tidak dapat jodoh, minimal bisa dapat rujak enak di Simpang Jodoh. Perut kenyang, hati pun senang.

Simak Video "Mahasiswa Medan Bakar Ban dan Goyang Kawat Berduri di DPRD Sumut"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA