Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Sep 2019 12:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Konon Pulau Paling Utara Indonesia Ini Bisa Hilang & Tak Terlihat

Bonauli
detikTravel
Pulau Miangas (Muhammad Ridho)
Miangas - Cerita adat dan kepercayaan membuat Miangas makin terlihat menarik. Kamu yang punya niat jahat konon tidak akan bisa masuk ke pulau ini.

Pulau Miangas masih sangat kental dengan hukum adat dan perihal keramat. detikcom bersama Bank BRI melakukan ekspedisi semalam satu minggu dan merasakan hidup di pulau perbatasan Indonesia, Miangas.

Warga Miangas sangat ramah terhadap pendatang. Senyum, salam dan sapa selalu terlihat tiap kali bertatap muka.




Namun, jangan coba-coba untuk datang membawa niat jahat ke pulau ini. Kamu enggak akan bisa melihat atau sampai di Pulau Miangas.

Ini semua sudah terikat dengan adat yang diturunkan oleh leluhur Miangas. Mamasi U Wanua, inilah penjaga kampung Miangas.

Penjaga kampung yang dimaksudkan bukanlah orang tapi benda. Mamasi U Wanua adalah penanaman sebuah jimat di pantai Miangas. Gunanya sederhana, melindungi Miangas dari orang-orang jahat.

Konon Pulau Ini Bisa Hilang dan Tak Terlihat (Ridho/detikcom)


Penanaman Mamasi U Wanua tidaklah sembarangan. Hanya keluarga Ismael Essing yang bisa membuat jimat ini.

Ismael Essing saat ini menjabat sebagai Mangkubumi 2 atau ketua adat 2 di Miangas. Saat ini, orang tua dari Ismael saja yang mampu membuat jimat Mamasi U Wanua.

Meski nanti Ismael Essing tidak lagi menjabat, hanya garis keturunannya lah yang bisa membuat Mamasi U Wanua.




Kegiatan adat penanaman penjaga kampung masih dilakukan oleh warga Miangas sampai sekarang. Tapi Mamasi U Wanua hanya dipasang pada waktu-waktu genting saja.

"Sebelum kegiatan Mamasi U Wanua, masyarakat akan diberitahukan lewat pengeras suara terlebih dahulu," kata Ismael Essing sebagai Mangkubumi 2 di Miangas.

Konon Pulau Ini Bisa Hilang dan Tak Terlihat Foto: (Ridho/detikcom)


Saat kegiatan adat ini berlangsung, para warga akan berada di rumah. Karena penanaman Mamasi U Wanua tidak boleh diketahui oleh siapa pun. Hanya para tetua adat yang boleh mendampingi.

"Kegiatan adat ini biasanya dilakukan sore hari atau menjelang malam. Letaknya pun tak menentu tapi di area pinggir pantai," ungkap Ismael.

Penanaman Mamasi U Wanua dilakukan terakhir kali pada tahun 2016. Saat itu ada berita bahwa penyusup dari Filipina akan bersembunyi di Miangas.

"Kalau sudah pasang Mamasi U Wanua, siapa pun yang berniat jahat tidak bisa datang ke Miangas. Pulau ini seperti hilang dari peta," tambah Kepala Desa Miangas, Yan Piter Lupa.

Waktu pencabutan Mamasi U Wanua pun bisa dilakukan sewaktu-waktu. Jika dirasa sudah aman, biasanya tetua adat akan mencabut jimat tersebut.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Dari Kami Untuk Mereka di Tapal Batas"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA