Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Okt 2019 18:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pesona Tana Toraja: Indah Alamnya, Kaya Kebudayaannya

Makam di tebing batu di Desa Lemo, Toraja (dok. Istimewa)
Makam di tebing batu di Desa Lemo, Toraja (dok. Istimewa)
Tana Toraja - Kabupaten Tana Toraja jadi salah satu destinasi wisata favorit wisman yang liburan ke Sulawesi Selatan. Alamnya indah, kebudayaannya juga kaya, itulah Tana Toraja.

Toraja menjadi daya tarik wisatawan karena menyimpan berbagai kisah kebudayaan dan alam yang indah. Salah satunya makam yang terletak di tebing batu di Desa Lemo, Toraja.

Makam di tebing batu yang ada di Desa Lemo menjadi daya tarik sendiri karena merupakan salah satu makam batu tertua di Toraja. Berkunjung ke lokasi tersebut, wisatawan akan disuguhkan barisan makam yang berada di sisi tebing.


Mereka yang berasal dari kaum bangsawan akan dimakamkan di bagian lebih tinggi dari sisi tebing. Selain itu makam bangsawan juga ditunjukkan dengan adanya Patung Tau-Tau di depan makam.

Upacara pemakaman di tebing batu juga menjadi tujuan wisata kebudayaan yang dapat disaksikan oleh para wisatawan. Untuk diketahui, setiap jenazah masyarakat Toraja yang akan dimakamkan harus melalui beberapa tahap ritual.

Pesona Tana Toraja: Alamnya Indah, Kebudayaannya Kaya Upacara Rambu Solo (Rachman Haryanto/detikcom)


Ketika seseorang meninggal, maka sebelum dimakamkan jenazahnya harus disemayamkan terlebih dahulu untuk kemudian diberi penghormatan dalam upacara adat bernama Rambu Solo.

Rambu Solo akan dilakukan jika seluruh kerabat jenazah telah lengkap dan bersepakat untuk menentukan waktu pemakaman. Selain itu, keluarga jenazah juga harus memiliki materi yang cukup untuk menggelar upacara Rambu Solo. Upacara ini bisanya membutuhkan biaya yang besar, salah satunya untuk membeli kerbau.


Kerbau-kerbau yang ada dalam upacara Rambu Solo akan disembelih pada ritual ma'ttingoro. Jumlah kerbau dalam upacara Rambu Solo tergantung dari kesanggupan keluarga jenazah. Tak jarang ada kerbau yang harganya mencapai miliaran rupiah, atau yang dikenal dengan istilah tedong bonga atau kerbau bule.

Tak jarang, karena mahalnya biaya upacara Rambu Solo dan perlu waktu lama untuk seluruh keluarga berkumpul lengkap, membuat pemakaman jenazah di dalam pahatan batu berlangsung lama. Menunggu proses upacara Rambu Solo dapat terlaksana, jenazah akan disemayamkan di sebuah rumah adat Toraja, atau yang dikenal dengan nama tongkonan.

Pesona Tana Toraja: Alamnya Indah, Kebudayaannya Kaya Pemakaman di Tana Toraja (Rachman Haryanto/detikcom)


Jenazah kadang harus disemayamkan hingga puluhan tahun baru kemudian dimakamkan di makam batu, jika upacara Rambu Solo sudah dapat terlaksana.

Wisatawan dapat menikmati tradisi upacara pemakaman tersebut di Toraja jika beruntung tiba di saat proses upacara tengah berlangsung. Namun khusus di bulan Agustus, wisatawan dapat menyaksikan tradisi ma'nene', dimana jenazah dikeluarkan dari dalam makam batu untuk dibersihkan dan dirias dalam sebuah ritual. Jenazah yang dimakamkan di dalam pahatan batu membuat jenazah tetap awet layaknya mumi.

Pesona Tana Toraja: Alamnya Indah, Kebudayaannya Kaya Patung Yesus tertinggi di dunia (dok. Istimewa)


Tak jauh dari lokasi makam batu di Desa Lemo, wisatawan juga dapat menikmati megahnya patung Yesus tertinggi di dunia. Hanya butuh perjalanan 30 menit lamanya untuk sampai di lokasi patung Yesus yang terletak di puncak bukit Buntu Burake. Lokasi ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.

Berkeliling di sekitar kompleks patung Yesus yang tingginya 45 meter ini, wisatawan akan disuguhkan indahnya hamparan alam pegunungan yang indah. Pengunjug juga dapat berfoto dengan latar Kota Toraja tampak dari jauh di tengah perbukitan yang hijau.



Simak Video "Tradisi Mapasak Kerbau, Tana Toraja "
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA