Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Nov 2019 16:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kampung Gajah: Sempat Ramai, Pailit, Lalu Jadi 'Rumah Hantu'

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Kondisi Kampung Gajah kini (Yudha Maulana/detikcom)
Kondisi Kampung Gajah kini (Yudha Maulana/detikcom)

FOKUS BERITA

Ironi Kampung Gajah
Bandung Barat - Walau telah resmi tutup pada Desember 2017 lalu, nama Kampung Gajah di Bandung masih mencuri perhatian warganet. Kondisinya kini cukup memprihatinkan.

Dibuka resmi pada 23 Desember 2010 silam, nasib taman rekreasi Kampung Gajah Wonderland di Bandung Barat tak berumur panjang. Dikumpulkan detikcom, Senin (11/11/2019), diketahui taman rekreasi itu hanya berumur 7 tahun kurang seminggu sebelum dinyatakan pailit pada 13 Desember 2017 lalu.

Dalam rapat kreditur di bulan Februari tahun 2017, PT Cahaya Adiputra Sentosa (CAS) selaku pemegang lisensi Kampung Gajah Wonderland dinyatakan memiliki total hutang sebesar Rp 651 miliar.

Bangkrut pada Desember 2017 silamBangkrut pada Desember 2017 silam (Yudha Maulana/detikcom)

Karena dianggap tidak mampu membayar, akhirnya PT Cahaya Adiputra Sentosa (CAS) diputus pailit dan menyisakan aset berupa lahan dan bangunan Kampung Gajah yang kini keberadaanya tengah dilelang. Otomatis, taman rekreasi yang dulu populer ini kini terabaikan dan jadi 'rumah hantu.'


Secara teknis, Kampung Gajah memiliki lahan seluas 36 hektar yang terdiri dari 30 wahana bermain. Dahulu, traveler Kampung Gajah bisa melakukan sejumlah aktivitas wisata seperti naik motor ATV, kuda, flying fox, GoKart hingga berkunjung ke Rumah Teletubbies.

Saat detikcom berkunjung ke sana tahun 2010-an lalu ketika soft launching, masih tampak jelas keramaian wisatawan yang berkunjung ke sana. Tak sedikit traveler yang membawa keluarga, datang berwisata hingga wisata kuliner di sejumlah resto di sana.

Kampung Gajah yang Kini Jadi 'Rumah Hantu'Wahana dan aset yang kian terbengkalai (Yudha Maulana/detikcom)
Salah satu yang cukup populer kala itu adalah wahana wisata perosotan ban di lahan kering yang saat itu diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Seakan tak cukup ramai, saat itu pembangunan kolam arus yang digadang-gadang seperti Waterboom juga tengah dilakukan dalam skala yang cukup masif.

Hanya bukan rahasia umum, kalau biaya untuk berwisata di Kampung Gajah terbilang tidak murah. Menurut situs ketiga, untuk masuk Kampung Gajah traveler harus membayar biaya tiket seharga Rp 15 ribu untuk weekday dan Rp 20 ribu saat weekend. Belum termasuk biaya parkir motor seharga Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Setelah membayar tiket masuk, traveler pun masih harus mengeluarkan uang untuk menjajal tiap wahananya. Biayanya kurang lebih seperti ini, Bumberboat (Rp 40 ribu), Child Playground (Rp 20 ribu),
Mini Buggy (Rp 30 ribu), Mini ATV (Rp 20 ribu), Buggy Family (Rp 80 ribu), Delman Royal (Rp 60 ribu),
Horse Riding (Rp 20 ribu), Skyrider (Rp 40 ribu), Formula Kart (Rp 50 ribu), Body Cycle (Rp 15 ribu), Tubby (Rp 20 ribu), 4D Rider (Rp 50 ribu) dan Segaway (Rp 100 ribu).

Kampung Gajah yang Kini Jadi 'Rumah Hantu'Potret muramnya kini (Yudha Maulana/detikcom)

Bahkan ketika weekend tiba, Kampung Gajah juga menjadi salah satu destinasi di bilangan Lembang yang sering jadi tujuan wisatawan. Antusiasme itu pun tampak dari ramainya kendaraan yang mengarah naik ke Lembang tiap hari Sabtu dan Minggu.

Hanya kisah itu merupakan nostalgia masa lalu, saat di mana Kampung Gajah masih jadi salah satu taman rekreasi favorit warga Bandung dan sekitarnya. Bersanding dengan El Dorado, Rumah Sosis hingga Tangkuban Perahu.

Namun, kini Kampung Gajah tak ubahnya dengan rumah hantu yang menyimpan potret muram kejayaannya. Dari taman rekreasi yang ceria, jadi destinasi bagi para pemburu wisata urban hingga cerita mistis yang menyeramkan.




Simak Video "Sisa-sisa Kampung Gajah, Wahana Rekreasi yang Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)

FOKUS BERITA

Ironi Kampung Gajah
BERITA TERKAIT
BACA JUGA