Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Des 2019 07:41 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pura yang Dikunjungi Jorge Lorenzo Punya Legenda Menyeramkan

Putu Intan Raka
detikTravel
Pura Petitenget (Getty Images)
Pura Petitenget (Getty Images)
Kuta - Jorge Lorenzo baru saja mengunjungi Pura Petitenget di Bali. Ternyata, pura ini menyimpan legenda menyeramkan di masa lalu.

Setelah puas menikmati wisata hiburan di Bali, Lorenzo akhirnya menyempatkan diri mengunjungi Pura Petitenget yang terletak di Banjar Batu Belig, Kerobokan, Kuta Utara, Bali. Pura ini letaknya berdekatan dengan Pantai Petitenget yang terkenal akan pasirnya yang bersih serta ombak tinggi yang cocok untuk berselancar.

BACA JUGA: Intip Momen Lorenzo Main Air di Bali

Pura yang Dikunjungi Jorge Lorenzo Punya Legenda MenyeramkanFoto: (Instagram/jorgelorenzo99)


Bila dilihat keindahan dan keramaiannya saat ini, mungkin orang tak menyangka bila Pura Petitenget ini punya sejarah masa lalu yang membuat tempat ini terkesan seram, terutama bagi masyarakat Kerobokan. Nama Petitenget sendiri berasal dari dua kata yaitu peti dan tenget yang berarti angker. Dikumpulkan dari berbagai sumber, Selasa (3/12/2019), sejarah pura ini bermula ketika seorang pendeta bernama Dang Hyang Dwijendra datang ke desa yang saat ini disebut Desa Kerobokan untuk bertemu dengan Ida Batara Masceti.

Pada saat itu ia melihat sesosok mahkluk raksasa di balik semak-semak yang konon adalah anak dari Batara Masceti tersebut. Ia kemudian menyebutnya sebagai Bhuto Ijo. Bhuto Ijo dikisahkan sebagai mahkluk astral berwajah menakutkan.

Dang Hyang Dwijendra kemudian memberikan tugas untuk Bhuto Ijo yaitu menjaga peti yang digunakan untuk persembahan oleh seorang leluhur Bali. Bhuto Ijo menjaga peti itu dengan baik bahkan terkesan berlebihan, dimana setiap ada orang yang mendekati lokasi peti itu akan jatuh sakit.

BACA JUGA: Ini Vila Tempat Lorenzo Nginap di Bali, Per Malam Rp 10 Jutaan

Mendengar hal tersebut, Dang Hyang Dwijendra kemudian menyarankan warga desa untuk membangun pura di lokasi itu. Pura itulah Pura Petitenget yang dibangun pada abad ke-15. Semenjak pura dibangun, warga desa sudah tidak jatuh sakit lagi.

Pura Petitenget telah menjadi salah satu pura penting di Bali. Berbagai kegiatan dilakukan di sini, salah satunya upacara Melasti yang merupakan rangkaian ritual dalam menyambut hari raya Nyepi.



Simak Video "Sederet Cedera yang Bikin Lorenzo Pensiun dari MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA