Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Jun 2020 08:29 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

5 Urban Legend Jakarta yang Bikin Kamu Bergidik Ngeri

Femi Diah
detikTravel
2

2. Mal Klender

Halaman 3 dari 6

Keluarga korban tragedi Mei 1998 gelar aksi tabur bunga di area sekitar Mall Klender, Jakarta. Hal itu dilakukan untuk memperingati 21 tahun tragedi tersebut.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Pada tragedi Mei 1998 jelang runtuhnya Presiden Soeharto dan Orde Baru, tak sedikit mal dan toko milik orang Tionghoa yang dijarah akibat sentimen kala itu. Di Jakarta Timur, Mal Klender pun menjadi salah satu saksi dari tragedi tersebut.

"1998 menurut data tim gabungan pencari fakta, 40 pusat perbelanjaan di Jakarta dibakar dan dijarah. Ribuan toko kecil milik warga Tionghoa yang akhirnya dijarah dan dibakar. Kejadian itu sampai ke Mal Klender, terjadi pembakaran masal," ujar Candha.

Konon sebelum terjadi kebakaran, seluruh karyawan diminta pulang. Namun, tiba-tiba ada rombongan turun dari KRL yang membuat kerusuhan dan menjarah mal yang kini berganti nama jadi City Plaza (CiPlaz) Klender itu.

"Muncul rombongan pemotor melempar batu dan molotof ke gedung itu. Mereka yang ada di dalam terjebak, 200-400 orang yang meninggal," sebut Candha.

Hanya walau telah direnovasi, nyatanya mal tersebut kerap dihantui olah penampakan dan bau amis darah. Rumornya, para korban yang terbakar di mal itu masih ada di sana dan bergentayangan.

"Tempat itu kemudian direnovasi. Seminggu setelah kejadian muncul bau amis. Kemudian muncul satu cerita sopir bajaj mengantarkan penumpang sampai ke lantai 6, padahal gedung ditutup seng. Di basement ada penampakan, bau amis, bau menyan," cerita Candha.

Mengetahui cerita tersebut, konon diadakan pengajian setiap Jumat sebelum dan setelah mal tutup sebagai tradisi. Hanya saja, cerita misteri seputar ex Mal Klender tak pernah reda.

"Ada perempuan berambut panjang yang selalu nyisir rambut, bau darah, penampakan, lift tangisan misterius. Lift itu akhirnya enggak dipakai lagi, cuma buat barang,' pungkas Candha.

Menurut kabar, Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso atau Bang Yos, menyebut para korban yang mati terbakar di Mal Klender sebagai penjarah yang sempat dikritik oleh para orang tua korban. Mayoritas korban pun dimakamkan di TPU Pondok Rangon.

(rdy/ddn)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA