Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Okt 2020 14:41 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sungai Kotor Klaten Disulap Jadi Kolam Ikan Cantik

Achmad Syauqi
detikTravel
Sungai Gejigan Klaten
Sungai Gejian (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Sebuah sungai di Klaten tadinya kotor. Kini sungai tersebut jadi tempat wisata gratis yang indah.

Sungai Gejigan di Dusun Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, yang dulunya hanya untuk saluran air, kini disulap menjadi penuh ikan warna -warni. Sungai yang dulunya kotor itu berubah jadi destinasi wisata Water Gong yang Instagramable di Klaten.

"Awalnya sungai ini kotor, sekitar lima tahun lalu dan saya bersihkan. Dulunya sungai biasa yang banyak sampah," ungkap Margono Bagong, kreator obyek wisata water gong pada detikcom di lokasi, Minggu (25/10/2020) siang.

Bagong menceritakan ide awal itu dimulai lima tahun silam. Saat itu dirinya risau melihat sungai kotor hanya berfungsi menjadi saluran air dari Umbul Kapilaler, lalu muncul ide.

"Kemudian ada ide mengubahnya menjadi wisata mandi anak-anak, begitu ramai saya tidak cocok dan saya tutup. Kalau saya tutup khawatir bisa rusak lalu saya beri ikan," jelas Bagong.

Sungai Gejigan KlatenSungai Gejigan Klaten Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Menurut Bagong tidak ada ide awal menyulap sungai itu karena dirinya memang hobi bersih- bersih sungai. Melihat sungai menganggur dirinya menebar ikan di sungai itu setahun lalu.

"Setahun lalu saya beri ikan. Ikan jenisnya nila dan sekarang jumlah ikanya sudah sekitar 20 ton," kata Bagong.

Kini setelah ramai, Bagong mengaku tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan lebih jauh untuk mencari keuntungan. Dirinya tidak memiliki rencana apapun, kecuali memberi wisata gratis.

"Tidak. Tidak ada rencana pengembangan apapun, ini pun gratis biarin semua orang senang," ujar Bagong.

Sungai Gejigan KlatenSungai Gejigan Klaten Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Bagong hanya berharap apa yang diperbuatnya ditiru orang lain dalam memperlakukan sungai. Sungai itu memang seharusnya bersih.

"Harapannya sungai itu bisa bersih semua. Ini bukan soal ikanya tapi mainset sungai yang bersih itulah yang harus ditanamkan," sambung Bagong.

Edi Sutopo, warga dari Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten mengatakan destinasi itu menarik. Sebab di tengah pandemi COVID saat ini, ribuan ikan itu bisa menambah imun masyarakat.

"Dalam rangka pandemi COVID, apa yang dilakukan pak Bagong ini bisa menambah kuat imun masyarakat. Ini satu-satunya wisata gratis," jelas Edi pada detikcom di lokasi.

Menurut Edi, ide dari objek wisata Water Gong ini sudah diadopsi di daerahnya. Di desanya juga banyak sungai dengan air jernih.

"Di desa saya ini ditiru. Sekarang di desa saya di tepi - tepi sungai sudah dibuat seperti ini ( water gong)," terang Edi.

Pengunjung lain, Putri mengatakan water gong memiliki sisi menarik. Sebab suasana sungai masih asli.

"Aliran sungainya asli tapi bisa diubah jadi begini menarik. Betah rasanya di sini dengar suara air dan melihat ikan begitu banyak," ungkap Putri pada detikcom di lokasi.

Sungai Gejigan KlatenSungai Gejigan Klaten Foto: (Achmad Syauqi/detikcom)

Sungai Gejigan berdasarkan pantauan detikcom sebenarnya sungai biasa. Panjang yang digunakan untuk objek wisata hanya sekitar 100 meter.

Alur sungai berada di kedalaman sekitar enam meter dari permukaan tanah. Di sisi kanan adalah lahan padi yang hijau dan di sisi kiri jalan kampung.

Di kanan kiri alur sungai ditumbuhi beberapa pohon trembesi dan beringin besar. Arus air dari Mata Air Kapilaler sangat deras sehingga ribuan ikan bisa berenang bebas.

Untuk mencegah ikan agar tak hanyut, dipasang sekat kawat di bagian tengah dan hilir. Di kanan kiri tebing sungai disediakan set meja kursi dan di atasnya ada warung kuliner ikan.

Di bawah warung, satu petak sungai disisakan untuk spot ikan koi. Warna warni ikan koi berbagai ukuran tampak seperti lukisan di beningnya air.



Simak Video "Water Gong, Ketika Sungai Kotor Disulap Jadi Wisata Penuh Ikan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA