Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 25 Nov 2020 15:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Lembah Baliem Papua, Apa yang Ada di Sana?

Hari Suroto
detikTravel
Lembah Baliem
Sungai di Lembah Baliem (Foto: Hari Suroto/Istimewa)
Jakarta -

Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya Papua berada pada 1650 MDPL. Untuk menuju Lembah Baliem hanya dapat dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang dari Sentani, Jayapura.

Di Lembah Baliem, masih dijumpai perkampungan tradisional Suku Dani dengan rumah honai mereka. Rumah-rumah ini berbentuk bulat beratap rumput ilalang kering serta ada kebun ubi jalar di lereng-lereng bukit yang terjal.

Lembah Baliem menjadi destinasi favorit bagi turis asing yang menyukai trekking atau wisata berjalan kaki. Dengan trekking, wisatawan dapat lebih menikmati Lembah Baliem.

Lembah Baliem adalah kawasan yang masih alami dengan rumah honai, kebun ubi jalar jadi suasana pendukung utama perkampungan Suku Dani.

Bila trekking di Lembah Baliem, traveler akan dipandu oleh travel guide dari biro perjalanan serta ditemani orang asli setempat. Di Lembah Baliem ada yang unik, hanya ada satu cara mengukur jarak yaitu berdasarkan hitungan jam perjalanan kaki.

Tidaklah mungkin mengatakan misalnya, bahwa tujuan yang ingin dicapai itu jaraknya sembilan kilometer. Karena semuanya tergantung pada kondisi fisik pejalan kaki dan keadaan alam jarak tersebut.

Lembah BaliemRumah Honai di Lembah Baliem (Foto: Hari Suroto/Istimewa)

Jadi, bisa saja perjalanan itu memerlukan waktu lima hingga sembilan jam. Dengan hitungan jam perjalanan kaki, merupakan satu-satunya pengukur jarak yang dapat diandalkan di Lembah Baliem.

Meskipun demikian, hitungan itu harus mempertimbangkan bahwa itu berlaku bagi seorang pejalan kaki yang kuat dan terbiasa berjalan jauh.

Lembah BaliemTrekking di Lembah Baliem (Foto: Hari Suroto/Istimewa)

Kalau orang asli setempat mengatakan jarak tempuh jalan kaki ke sebuah kampung itu lima jam. Maka saya memperhitungkan paling sedikit tujuh jam yang saya perlukan untuk sampai di tempat tujuan.

Hitungan perjalanan kaki ini artinya bukan jalan santai. Bagi orang asli setempat, perjalanan itu dilakukan dengan sangat cepat.

Kadang dalam trekking di Lembah Baliem dibutuhkan waktu dua atau tiga hari. Jalanan setapak yang dilalui sangat kecil dan naik dengan tajam atau turun dengan terjal melalui rute lereng bukit, pinggir jurang dan menyeberang sungai.

---

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Udang Selingkuh Hanya Ada di Sungai Baliem Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA