Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Des 2020 10:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Fakfak di Papua Barat yang Dijuluki Kota Pala

Petani tengah menjemur buah pala di kawasan Ciapus, Bogor. Harga buah pala disana relatif stabil.
Foto: Ilustrasi pala (Grandyos Zafna/detikcom)
Fakfak -

Kota Fakfak di Papua Barat sejak dulu dikenal sebagai penghasil buah dan biji pala. Kota ini pun dijuluki sebagai kota pala. Mari kenalan dengan Si Kota Pala.

Pala merupakan produk unggulan dan sumber pendapatan utama para petani di Fakfak. Para petani pala di Fakfak sangat menghargai pohon pala. Mereka tidak akan menebang pohon pala sembarangan.

Masyarakat Fakfak menyebut pala dengan sebutan henggi. Buah pala sangat berharga. Bagi mereka, pohon pala adalah pohon kehidupan.

Pohon pala sudah dianggap seperti seorang ibu yang memberi makan anak-anaknya. Dengan menebang pohon pala, berarti sama saja dengan membunuh ibu sendiri.

Para petani pala di Fakfak sepenuhnya tergantung pada alam. Mereka bahkan tak pernah merawat pohon pala. Mereka meyakini, alam telah menumbuhkan pohon pala.

"Masyarakat Teluk Patipi di Fakfak misalnya. Mereka meyakini yang menanam pala di seluruh Fakfak adalah lima burung, yakni Wamar, Tuktukmur, Duktubur, Wapour, dan cCrah. Burung-burung itulah yang memakan daging buah pala, yang lantas membuang menyebarkan bijinya ke segala penjuru," kisah Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Petani tengah menjemur buah pala di kawasan Ciapus, Bogor. Harga buah pala disana relatif stabil.Ilustrasi Foto: Grandyos Zafna/detikcom

Tak mengherankan jika setelah menanam bibit pala, para petani pala biasanya akan memanggil burung-burung itu sambil memukul-mukul pohon pala tua di hutan. Harapannya, kesuburan akan menaungi bibit pala yang baru mereka tanam.

"Biasanya para petani Fakfak menanam pala ini di kebun yang terletak pada lereng-lereng perbukitan. Pohonnya dapat mencapai tinggi 15 m," imbuh Hari.

Sudah sejak lama biji pala dikenal sebagai rempah-rempah dan bumbu masak karena minyak atsirinya yang sedap. Biji pala dikeringkan untuk diekspor, fulinya dapat dijadikan minyak pala.

Sedangkan daging buahnya diolah menjadi oleh-oleh khas dari Fakfak seperti manisan ataupun sirup. Manisan pala dibuat dengan merendam daging buah pala dalam air gula lalu dikeringkan.

Berdasarkan daerah asal tanaman, pala Fakfak termasuk dalam East Indian Nutmegs. Pala Fakfak tumbuh di hutan terutama di dataran rendah sampai pada ketinggian 700 m dari permukaan laut.

Karakteristik buah pala dari Fakfak atau nama latinnya Myristica argentea Warb, yaitu bentuk buahnya lonjong ukuran kecil dengan biji bentuk lonjong ukuran kecil.

"Ciri khas pohon pala ini adalah bagian bawah daunnya berwarna putih keperakan, daunnya bulat memanjang berukuran sedang. Tajuk pohon pala Fakfak berbentuk silindris, percabangan rindang ke atas," tutup Hari.



Simak Video "Kelompok Masyarakat di Papua Dukung Kelanjutan Otonomi Khusus"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA