Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 23 Jan 2021 11:49 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Water Toren, Ikon Sejarah Magelang yang Berusia 100 Tahun Lebih

Eko Susanto
detikTravel
Ikon sejarah di Magelang.
Water Toren di Magelang, (Eko Susanto/detikTravel)

Air bersih tersebut mengambil dari sumber mata air Kalegen dan Wulung, Bandongan, wilayah Kabupaten Magelang. Keberadaan menara bak penampung air tersebut untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi sekitar 10.000-an pelanggan PDAM Kota Magelang khususnya di wilayah Kecamatan Magelang Tengah. Sedangkan total pelanggan air bersih PDAM Kota Magelang sekitar 30.000-an.

Direktur PDAM Kota Magelang Moch Haryo Nugroho mengatakan, watertoren peninggalan Belanda mulai beroperasi merana tersebut pada tahun 1920. Untuk kapasitasnya 1.750 meter kubik dan sampai sekarang masih berfungsi dengan normal.

"Bangunan water toren peninggalan Belanda, mulai beroperasi tahun 1920. Kapasitasnya air 1.750 meter kubik dan sampai sekarang masih berfungsi. Pelayanan air minum khususnya wilayah Magelang Tengah, kurang lebih sekitar 10.000-an pelanggan," katanya saat dihubungi detikTravel.

Ikon sejarah di Magelang.Jadi sumber air bersih warga (Eko Susanto/detikTravel)

Bangunan menara air beserta pipanya merupakan peninggalan Belanda. Untuk itu, yang dilakukan hingga sekarang melakukan perawatan secara berkala dengan sangat hati-hati.

"Iya (bangunan), sekaligus pipanya masih pipa peninggalan Belanda. Perawatan, secara periodik membersihkan baknya, cuman sekarang hati-hati sekali karena bangunan lama. Kalau kita sikat agak keras, takutnya kan nanti semennya ikut kelupas dan sebagainya, kita hati-hati bersihkan secara berkala," tuturnya.

Bak penampungan air ini, kata dia, menggunakan gaya gravitasi. Untuk itu, air dari mata air langsung bak penampungan menara tersebut.

"Kebetulan dari Wulung, Kalegen itu gravitasi, seterusnya masuk bak penampung (menara). Lha dari situ baru dialirkan ke pelanggan-pelanggan," ujarnya seraya menyebut bangunan berusia 100 tahun.

Kemudian di ruang bawah ada sekitar 16 ruangan yang dulunya untuk perkantoran, namun sekarang tidak dipakai lagi. Rencananya ruang bawah ini akan digunakan untuk museum.

"Dulu buat perkantoran, bagian pelayanan dan untuk laborat. Tapi sekarang kita tidak fungsikan, kosong. Cuman rencana kita mau buat museum," kata dia.

Apabila mampir ke Magelang, coba sempatkan mampir untuk melihat ikon wisata bersejarah tersebut.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Jemunak, Makanan Khas Magelang yang Hanya Ada Tiap Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA