Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Jul 2021 16:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kerang Unik dari Papua, Bentuknya Jelek tapi Rasanya Gurih

Hari Suroto
detikTravel
Telaga Mambekora dan Kerang Taitori
Foto: Kerang Tatoiri (Hari Suroto/Istimewa)
Nabire -

Di Pulau Kapotar, terdapat spesies kerang endemik. Bentuknya memang tak menarik, tapi ketika dimasak rasanya gurih nikmat. Seperti apa sih?

Pulau Kapotar merupakan pulau kecil memanjang di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Karena bentuknya yang memanjang, pulau ini sering disebut dengan Pulau Panjang.

Pulau Kapotar sangat unik, walaupun kecil tetapi terdapat Telaga Mambekora pada bagian barat daya pulau ini. Telaga Mambekora sendiri berair asin.

Telaga ini berair jernih. Bagian tepinya dibatasi oleh batu karang dan ditumbuhi pepohonan.

Untuk mencapai telaga ini yaitu dari tepi pantai menyusuri jalan setapak di dalam kebun kelapa sejauh sekitar 100 meter.

Telaga Mambekora dan Kerang TaitoriTelaga Mambekora Foto: Hari Suroto/Istimewa

Telaga Mambekora mempunyai biota endemik yaitu kerang yang menempel pada dinding karang atau menempel pada kayu. Warga lokal menyebutnya sebagai kerang tatoiri.

Sepintas bentuknya jelek tidak menarik. Tetapi jangan salah, rasanya sangat enak gurih. Jenis kerang ini tidak ditemukan di tempat lain, hanya dijumpai di Telaga Mambekora saja.

Tinggi permukaan air Telaga Mambekora mengikuti pasang surut air laut. saat permukaan air telaga menurun, mama-mama dari Pulau Mambor akan mencari kerang ini, mereka menyebut kerang ini dengan nama tatoiri.

Cara memasak kerang ini sangat unik. Setelah dibersihkan dengan air laut, kemudian disiram dengan air panas. Didiamkan sebentar, kemudian langsung bisa dinikmati.

Untuk membuka cangkang kerang yang agak keras maka digunakan pisau kecil. Kerang tatoiri ini bukanlah lauk utama, tetapi hanyalah sekedar makanan selingan.

Kerang tatoiri bagi warga Mambor dianggap sebagai snack atau makanan ringan, tentu saja lebih menyehatkan karena tidak memakai bumbu penyedap dan bahan pengawet.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Gempa M 5,3 Guncang Nabire Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA